Wednesday, September 30, 2015

Screen Red Menjadi Red by HBO

Kini Hadir dengan ‘Asian Stories You Love’ dari Asia Tenggara


Red by HBO
Kanal film Asia pertama milik HBO Asia, Screen Red, akan melakukan re-brand menjadi Red by HBO mulai 1 Oktober 2015. Kanal ini akan hadir lebih menarik dengan tampilan baru, menggabungkan berbagai materi tradisional dari seluruh kawasan Asia dengan tema kontemporer, sehingga menjadikannya lebih baik dan segar, dengan profil pemirsa yang lebih dinamis dan beragam. Red by HBO juga lebih menekankan cerita-cerita lokal dari Asia Tenggara, juga dari Jepang, Korean dan China seperti yang pernah hadir di Screen Red.

Dengan tagline baru ‘Asian stories you love’, tampilan anyar kanal Red by HBO akan terus menghadirkan film dan serial dari kawasan Asia, yang telah mendapat penghargaan dan pengakuan internasional, serta popular, juga sejumlah tayangan HBO Asia Originals seperti Serangoon Road, Grace and Halfworlds.

Asian Stories You Love
Diluncurkan tahun 2010 oleh HBO Asia dan Mei Ah, tampilan baru kanal ini akan tetap menayangkan deretan film Mei Ah, termasuk merilis sembilan film teatrikal baru yang akan tayang perdana di televisi Asia melalui Red by HBO. Termasuk drama kriminal detektif yang meraih penghargaan Port Of Call (踏血尋梅) dibintangi Aaron Kwok (郭富城) dan film horor yang baru saja diluncurkan Knock Knock! Who’s There?  (有客到) dibintangi Kate Tsui (徐子珊).

“Red by HBO adalah tempat dimana film-film Asia tayang tanpa henti dengan dukungan kanal film paling bergengsi di dunia – HBO,” kata Jonathan Spink, CEO of HBO Asia. “Red by HBO akan memiliki tayangan berkelas internasional yang telah meraih penghargaan, serta film dan serial Asia yang digemari sepanjang masa, guna lebih menjangkau pemirsa kami dari berbagai latar belakang di seluruh Asia.”

Program-program di Red by HBO tersedia dalam high definition, ditayangkan dalam bahasa aslinya dengan subtitle Bahasa Inggris dan bahasa setempat. Red by HBO saat ini tersedia di Indonesia, Malaysia, Myanmar, Philppines, Thailand, dan Vietnam.

Dengan penyegaran ini, ada beberapa film Asia yang dapat disaksikan sepanjang Oktober di Red by HBO:


Kid Kulafu
Kid Kulafu (Filipina) – Sebuah film yang berkisah tentang masa kecil bintang tinju, Manny Pacquiao.  Disutradarai oleh Paul Soriano, yang memenangkan Best Director pada Film Academy of the Philippines FAP Awards, film ini dibintangi Buboy Villar, anggota termuda boy band Filipina, the Mak and the Dudes.


Conjuring Spirit
Conjuring Spirit (Vietnam) - Lan dan putranya Bi, pindah ke sebuah apartemen kosong yang terkenal dengan keanehannya dan mereka mengalami sendiri. Ia kemudian memutuskan untuk menyelidiki peristiwa ini.


Ode to My Father
Ode to My Father (Korea) – Film box office yang melejit pada 2014 dan berhasil menembus angka penjualan tiket hingga 13 juta ini, menjadikannya film Korea kedua yang paling banyak ditonton sepanjang masa. Kembali ke 60 tahun lalu, film ini menceritakan kisah kehidupan seorang pria, yang menghadapi peristiwa menggemparkan, menjadikannya memiliki kekuatan luar biasa guna melindungi keluarganya.


Crush
Crush (Indonesia) – Kisah komedi yang menyentuh, tentang girl band ternama Indonesia yang berjuang mempertahankan popularitasnya ketika sang pelatih tari yang baik meninggalkan mereka.


Afterimages
Afterimages (Singapura) – Sekumpulan film horor mencekam. Sekumpulan anak muda yang membakar miniatur kamera dari kertas bagi mereka yang telah meninggal dan sebagai balasannya akan mendapatkan pengalaman menakutkan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.redbyhbo.com.

More Reasons to Visit 100% Pure New Zealand with Singapore Airlines’ Travel Deals


Indonesian visitors have even more reasons to visit New Zealand this year with the launch of a partnership between Tourism New Zealand and Singapore Airlines, offering special deals for travellers to experience different parts of the country on the award-winning Airline.

Starting 28 September 2015 Indonesian travellers will be able to enjoy special fares to visit New Zealand. Starting from IDR 16,000,000 return, the fares will be available for 30 days from 28 September – 28 October 2015, and can be booked via newzealand.com or any local travel partner.

”We know that New Zealand is a dream destination for Indonesian travellers and hope this joint venture will inspire more Indonesians to book their holiday to New Zealand.,” said Steven Dixon, Regional Manager of South and South East Asia of Tourism New Zealand. “Indonesia is a key market for Tourism New Zealand as a greater number of Indonesians seek out new travel experiences and more and more are choosing New Zealand. As of August 2015, we saw an increase in number of visitors from Indonesia, compared to August last year, with an increase of 30%, while the number of holiday visitors has increased around 40%."

Vinod Kannan, General Manager Indonesia of Singapore Airlines, said this initiative with Tourism New Zealand, is a great opportunity for Indonesian travelers to explore all that New Zealand has to offer with great fares offered by the award winning Airline.

He added: “The partnership with Tourism New Zealand offers a fantastic opportunity for Indonesians to travel to both the North and South Islands of New Zealand via Singapore, with seamless transfers on our daily A380 services.”


As a small country with a population of just over 4 million, New Zealand is known for its stunningly diverse natural beauty and genuine hospitality, making New Zealand the ideal destination for Indonesian families looking for a rejuvenating holiday. Holiday-makers can enjoy a scenic boat cruise, or adrenaline-pumping jet boat ride, encounters with rare wild- life, followed by a meal of fresh produce and New Zealand wine, all within very close proximity. As well as the breath-taking natural landscapes, New Zealand’s towns and cities offer cultural experiences through its galleries, museums and shopping.

The country’s largest city is Auckland, a city full of diversity and jam-packed with activities to suit all weather conditions and tastes. The capital city Wellington is also New Zealand’s film and cultural hub, and the home of Sir Peter Jackson’s studio Weta Workshop, which worked on The Lord of the Rings. Christchurch is known as the Garden City, and the surrounding Canterbury region is also the gateway to Mt Cook/Aoraki National Park. Queenstown is the Adventure Capital of New Zealand, and a picture-perfect mountain resort town known for bungy jumping and skydiving as well as its bright blue lakes and snow- capped mountains.

The travel period for the special airfare of IDR 16,000,000 starts from 1 March 2016 – 30 June 2016.


Terms and Conditions
Prices include economy round trip tickets, taxes and fuel surcharges for one passenger as of September 14, 2015. The promotional price is valid from September 28 – October 28, 2015. The travel period is from March 1 – June 30, 2016. The price is only applicable for a minimum of two passengers travelling together from Jakarta. Changes in travelling time and date are not permitted. Prices may change without prior notice and are subject to the exchange rate during transaction. Other terms and conditions apply.

Monday, September 28, 2015

Dari Yacht Party ke Afternoon Tea

On The Deck - Dragoon 130 Boat
Acara #BrikPiknik selesai, dan kini saatnya me time di Bali, 20 September 2015. Hanya memperpanjang waktu semalam sebetulnya tidak ada artinya, tapi dengan tanpa beban, tidak melakukan apa-apa pun di Bali, sudah hepi. Bahagia itu sederhana.

Tapi mana bisa tidak melakukan apa-apa di Bali, apalagi network sudah terbentuk dengan baik. Begitu posting status di media sosial saja, langsung banyak yang menyapa, beberapa di antaranya melalui jalur pribadi (japri).

Baiklah, inilah saatnya melakukan perjalanan wisata berikutnya. Yang paling gampang adalah wisata kuliner dari hotel ke hotel, dengan host para PR yang saya kenal. Entah itu dinner atau sekadar “ngopi ganteng”.

Dewi Shinta dari Ayodya Resort Bali, Nusa Dua (ayodyaresortbali.com) mengundang saya makan malam di Octopus Restaurant, resto yang menyajikan hidangan Italia di hotelnya. Tapi sebelumnya ia memberitahukan bahwa menjelang sunset ada Yach Party di Tanjung Benoa. Penyelenggaranya adalah Dragoon 130 Boat (dragoon130.com/yacht/), yang biasanya melayani para wisatawan di seputar Lombok, tapi kali ini mencoba rute Bali. Wow!

So, yacht party dulu, sebelum makan malam. Menghabiskan senja di Tanjung Benoa, dan berlanjut dengan makan malam a la Italian fine dining, merupakan pengalaman yang menakjubkan!

Lobster @ Octopus
Authentic Italian Pasta
Hari cepat berganti, dan masih ada satu kegiatan lagi yang bisa dilakukan menjelang bertolak ke Jakarta malamnya, yakni mencoba afternoon tea di King Cole Bar, The St. Regis Bali (stregisbali.com). Hotel berbintang lima yang berlokasi di Nusa Dua itu memang sedang gencar melakukan promo program tersebut. Ditemani sang marketing communication manager, Aya Suhastra, serta teman lama anak media, Oky Hartanto, sore itu merupakan penutup yang sempurna!  (Burhan Abe)

Oky, Abe, dan Aya @ King Cole Bar
Dessert - Jajanan Pasar
Cemilan, Cepuluh, Cebelas

#BrikPiknik (1)

Hari Pertama

Kelas C
SIAPA yang tidak suka piknik. Itu sebabnya ajakan Deddy Avianto – yang akrab disapa Om Ded, untuk ikutan acara BrikPiknik tidak saya sia-siakan. Di acara yang disponsori Indosat (yang sekalian ingin menguji jaringan 4G LTE di beberapa titik wisata)  itu saya termasuk kloter ketiga, atau “Kelas C”, dengan tujuan Bali,  18 - 20 September 2015.

Bali? Entah berapa kali saya kunjungi pulau indah nan gaul ini, tapi berangkat dengan grup BrikPiknik tentu sangat menjanjikan keriaan, serta tentu juga pengalaman yang berbeda. Apalagi, para pesertanya tergolong seru, dan sering meramaikan lini masa di media sosial.

Menurut Kepala Sekolah, demikian kami menyapa Om Ded yang empunya acara, piknik ini bukan sekadar rekreasi, tapi juga arena belajar dan sharing ideas, karena mengajak orang-orang yang hits di bidangnya. Yup, saya hanya mengenal beberapa, selebihnya masih asing – hanya kenal di dunia maya, karena mereka rajin berseliweran di media sosial.
Baper: Bulan, Visca, Abe, Tika, & Daus
Peserta Bali berjumlah 15 orang, ditambah sekitar 8 panitia. Peserta dibagi tiga grup, yakni Rela, Sepik, dan Baper. Di grup yang disebut terakhir itu saya masuk di dalamnya, melengkapi empat nama lainnya:  Daus Gonia, Swastika Nohara, Visca Anastashia, dan Bulanisa.

Begitulah, meski saya tidak mengenal mereka sebelumnya – kecuali Swastika, yang pernah kerja bareng untuk sebuah rumah produksi, tidak melumerkan tekad untuk ikutan acara ini. 

Ternyata, BrikPiknik is magic! “Biarpun tadinya belum sailng kenal, tapi begitu ikut BrikPiknik kita langsung bersahabat, seperti kepompong, kadang ribet kadang rempong!” meminjam kalimat Tika, yang juga dikenal sebagai “Sabai”.

Garuda Wisnu Kencana
Tujuan pertama kami adalah Garuda Wisnu Kencana alias GWK, lokasi wisata yang paling iconic di Bali. GWK sebetulnya proyek yang belum selesai, hanya ada kepala Dewa Wisnu, dan sebagian burung garuda yang belum dirakit menjadi satu.

Terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, sekitar 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, areal taman budaya ini direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.

Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur dengan ruang terbuka seluas 4.000 meter persegi, bisa dipakai event besar dengan kapasitas hingga 7.000 orang. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental membuat tempat ini sangat eksotis.

Baper in Minifig
Baper Girls
Pantai Pandawa dan Balangan
Perjalanan berikutnya adalah ke Pantai Pandawa, salah satu pantai terindah di Bali, terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini juga dikenal dengan nama Pantai Kutuh, dan kadang juga disebut sebagai “pantai rahasia” karena letaknya tersembunyi di belakang tebing. Tapi sekarang tentu bukan rahasia lagi, karena sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

Pantai Pandawa

Selain tebing-tebing yang tinggi, terdapat patung-patung pewayangan lima pandawa yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Di salah satu tebingnya bahkan terdapat tulisan mencolok “Pantai Pandawa” – rupanya nggak mau kalah dengan “Hollywood”. 

Yang khas di pantai ini adalah kanonya, yang disewakan kepada para wisatawa. Pantainya berbatu-batu, dan ada area air yang cukup luas tanpa ombak di antara bebatuan tersebut, sangat pas untuk berkano ria.

Senja di Balangan
Riyanni Djangkaru & Fitri Tasfiah
Hanya sekitar satu jam kami di Pantai Pandawa. Menjelang senja, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Balangan, yang tidak jauh dari GWK, Ungasan. Pantai ini mungkin tidak setenar Dreamland, misalnya, tetapi tidak kalah dahsyat panoramanya.

Hampir ada kemiripan dengan Dreamland, pantai ini juga tertutup tebing-tebing, serta harus menuruni bebatuan untuk sampai ke bibir pantai. Konon, di sinilah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam. Sayang, waktu itu langit agak mendung, sehingga keindahan sunset tidak bisa sempurna.

Ilvie 'Cah Ayu' - Pantai Balangan
Seafood Party
Kunjungan terakhir di hari pertama adalah Pantai Jimbaran, setelah check in dan rehat sejenak di Hotel Eden, Kuta. Pantai Jimbaran, yang berada wilayah Kabupaten Badung, ini merupakan destinasi wajib kalau turis berkunjung ke Bali.

Di sepanjang pantai, restoran dan kafe menawarkan hidangan laut dengan bermacam-macam olahan. Mulai dari ikan, cumi-cumi, kerang, lobster, hingga udang. Hidangan laut disajikan dilengkapi dengan nasi, sayur plecing, sambal, lengkap dengan aneka minuman. Sambil menyantap makanan, musisi jalanan pun beraksi – nggak hanya ada di Yogya, lho! Lengkap sudah keriaan malam itu. (Burhan Abe/Photos: BrikPiknik)

#BrikPiknik (2)

Hari Kedua

Benoa Marine Recreation

MENIKMATI pantai sudah, tapi kurang lengkap kalau tidak bermain air, pilihannya di Benoa Marine Recreation (BMR). Sehabis sarapan di hotel, sekitar jam 8 WITA bus bergerak ke TKP, yang menempuh waktu tak lebih dari satu jam.

Kegiatan selama di BMR sangat menyenangkan, karena semua peserta diberi kesempatan untuk mencoba beberapa watersport, yakni main banana boat, parasailing, dan flying donut. Beberapa kawan bahan menambah permainan di luar paket, sebutlah flyboard yang saat ini dipakai visual iklan rokok. Sayangnya, saya sendiri memilih bermaian pasir (aha!) dan nongkrong-nongkrong ganteng saja.

Anyway, bermain seharian di pantai, meminjam kalimat Syahrini, adalah “sesuatu banget” bagi anak Jakarta atau anak kota pada umumnya (peserta BrikPiknik ada yang datang dari Yogya, Semarang, dan Surabaya). Pokoknya, puas tanpa ada gangguan pekerjaan.

Konten adalah Kunci
Content is a King
Ungkapan itu benar adanya di BrikPiknik. Meski berpiknik ria dan berhepi-hepi, konten tetaplah penting. Maka, di sela-sela kegiatan, para murid Kelas C ini juga sibuk membuat konten, memotret pemandangan (juga selfie) dengan kamera, merekam kegiatan dengan video, bahkan tidak masalah dengan gadget seadanya alias smartphone.

Pada hari pertama saja, baru ketahuan, kalau Regu Baper tidak punya videographer. Apa boleh buat, semua video dibuat dengan ponsel, bahkan editing-nya pun dilakukan di ponsel pula. Dalam waktu sejam, menjelang presentasi, Daus Gonia baru mengunduh aplikasinya di iPhone, dan melakukan penyuntingan dalam waktu 30 menit. Swastika Nohara, yang mantan penyiar, harus mengisi suara terhadap narasi yang ia bikin sendiri, hanya sekali take.

Hasilnya? Baper terpilih menjadi juara dua, posisinya di atas Rela, dan di bawah Sepik (yang mempunyai profesional di bidang video). Selain video, setiap kelompok diwajibkan membuat konten tulisan (yang diposting di blog) dan visual (beberapa foto pilihan). Yang menarik, semua kelompok mendapat hadiah ponsel, serta nomer perdana beserta pulsanya dari Indosat. Lumayan!

Juara II
Bali Trick Art Museum
Meski urusan konten (kelompok) sudah selesai. Tapi piknik terus berlangsung. Di hari ketiga kami mengunjungi Bali Trick Art Museum. Museum yang dibuka pada 12 April tahun lalu ini terletak di Jalan Sunset Road 789 Seminyak, Bali.

Bali Trick Art Museum
Gunrock in Action
Illusion
Di museum ini terdapat hampir 80 gambar 3D dengan berbagai macam trik lukisan, seperti menampilkan berbagai gambar binatang, tempat ataupun tokoh ternama, fantasi, dan lain-lain. Sungguh, ini sasaran para fotografer untuk membuat gambar-gambar yang menakjubkan.

Inilah destinasi terakhir #BrikPiknik di Bali. Tapi jangan salah, sebagian besar malah memperpanjang masa pikniknya, hanya sebagian kecil saja yang kembali ke Jakarta (dan Yogya). Sebagian besar malah melanjutkan liburannya ke Lombok dan Gili Terawangan, dan saya sendiri menambah masa tinggal di Bali – ikut Yacht Party dengan Dragoon 130 Boat di Tanjung Benoa, dan wisata kuliner di dua hotel berbintang lima di Nusa Dua, Ayodya Resort dan The St. Regis. Lihat link ini: burhanabe.com/2015/09/dari-yacht-party-ke-afternoon-tea.html (Burhan Abe/Photos: BrikPiknik)

Heineken Luncurkan Iklan Eksklusif ‘Spectre’, Hadirkan Daniel Craig sebagai James Bond

  • Iklan Heineken untuk ‘Spectre’ yang berjudul The Chase akan menjadi satu-satunya iklan yang menghadirkan karakter James Bond
  • Konsumen dapat melihat video behind-the-scene ‘Spectre’ yang eksklusif dengan memindai logo Heineken di botol edisi special 007


Heineken mengumumkan kerja sama global terbarunya bersama franchise film James Bond dengan meluncurkan kampanye ‘Spectre’ yang terintegrasi di Jakarta, 23 September 2015  Melalui kampanye ini, para penggemar diberikan akses ke dunia Bond berupa video eksklusif behind-the-scenes ‘Spectre’ serta iklan berjudul ‘The Chase’ yang menghadirkan Daniel Craig sebagai James Bond dalam sebuah aksi kejar-kejaran menggunakan perahu. Untuk menyaksikan iklan ‘Spectre’, silahkan kunjungi link berikut: http://youtu.be/vuMvhJaWIUg.

“Heineken dan James Bond telah menjadi mitra global selama 17 tahun dan kami sangat antusias akan kerja sama terbarunya melalui ‘Spectre’. Kerja sama dengan James Bond memungkinkan Heineken untuk membuat kampanye pemasaran global terpadu yang menarik dan mutakhir untuk para konsumennya,“ ujar Sandy Koning, Marketing Director Heineken Indonesia.

Sebagai bagian dari kampanye ‘Spectre’, iklan Heineken yang berjudul ‘The Chase’ telah diluncurkan di Facebook 21 September 2015. Untuk memastikan keaslian sosok Bond, Heineken menggunakan sinematografi dan stuntmen yang sama di film ‘Spectre’. Heineken adalah satu-satunya mitra ‘Spectre’ yang menghadirkan iklan dengan Daniel Craig sebagai James Bond.


Untuk meningkatkan antusiasme masyakarat menjelang peluncuran ‘Spectre’ November tahun ini, para penggemar Bond juga akan diberikan akses eksklusif ‘Spectre’ melalui botol Heineken edisi spesial James Bond yang dijual di seluruh dunia. Konsumen cukup memindai logo Heineken pada botol dengan menggunakan smartphone untuk mendapatkan konten eksklusif bersama Daniel Craig, serta cuplikan behind-the-scene ‘Spectre’ di 5 lokasi: Meksiko, Roma, London, Austria, dan Moroko.

‘Spectre’ adalah film ke-24 James Bond yang diproduksi oleh Albert R. Broccoli’s EON Productions, Metro-Goldwyn-Mayer Studios, dan Sony Pictures Entertainment dan akan segera diluncurkan di Indonesia 6 November 2015. Asosiasi Heineken dengan franchise film James Bond dimulai sejak tahun 1997 melalui film ‘Tomorrow Never Dies’, dengan ‘Spectre’ sebagai film ke-7 yang digandeng oleh Heineken.

Stay and Run


Untuk yang ketiga kalinya Jakarta Marathon akan kembali digelar di Jakarta. Ini adalah sebuah perhelatan lomba lari marathon berstandar internasional yang dijadwalkan menjadi ajang tahunan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Untuk tahun ini Jakarta Marathon 2015 akan diadakan Minggu, 25 Oktober dengan garis start dan finish berada di area silang Monumen Nasional (Monas).

Tahun lalu, event Jakarta Marathon ini diikuti oleh lebih dari 14.000 peserta dan 1.200 di antaranya merupakan warga negara asing dari 50 negara. Tahun ini Jakarta Marathon  menargetkan 15.000 peserta. Lomba ini akan dibagi menjadi lima kategori, yaitu: Marathon, Half Marathon, 10k, 5k,  dan Maratoonz (Kidz Sprint).
             
Dengan jadwal event yang dimulai sejak dini hari, maka istirahat cukup dan kamar tidur yang nyaman serta asupan gizi yang cukup merupakan faktor pendukung untuk mendapatkan kondisi fisik yang prima untuk mengikuti acara marathon ini.

Tahun lalu, Hotel Millennium Sirih Jakarta pertama kalinya meluncurkan paket “Stay & Run”, paket khusus yang dipersiapkan Hotel Millennium bagi para runners yang akan mengikuti ajang Jakarta Marathon.


“Berdasarkan pencapaian tahun sebelumnya, kami mendapat respon yang positif dari para runners, jadi tahun ini kami kembali mengadakan paket Stay & Run dalam rangka mendukung Jakarta Marathon 2015. Lokasi kami yang strategis, hanya berjarak 1 km dari garis start, membuat para runners memiliki cukup waktu untuk melakukan pemanasan sebelum acara berlangsung,” ujar Mudita Batubara, Director of Sales & Marketing Millennium Hotel Sirih Jakarta.

Paket ini berlaku untuk periode menginap mulai dari 24 hingga 26 Oktober 2015. Harga kamar yang ditawarkan mulai dari IDR 820.000 net (Superior), sudah termasuk early runners breakfast, free parking, free wi-fi, dan late checkout hingga pukul 16.00 WIB.

Director Food & Beverage Hotel Millennium, Ferdian Indrayana menambahkan, “Makanan yang bergizi merupakan faktor yang penting untuk para runners, oleh karena itu kami mempersiapkan sarapan dengan varian spesial yang sangat cocok untuk para runners, mulai dari susu, telur, roti dan sebagainya. Kami menyiapkan sarapan mulai pukul 01.00 dini hari.”

Untuk informasi, silahkan hubungi (021) 2303636 ext. 1733/1616 atau email: reservations@millenniumjkt.com. Info Jakarta Marathon, silahkan kunjungi thejakartamarathon.com/

Blues


SAMPAI saat ini, blues masih berkesan berat. “Mungkin karena first impression saja. Saat ini saya justru menganggap blues sebagai musik yang paling easy listening dibanding musik pop sekalipun. Dari segi musikalitas, tangga nada dan progresi blues sebenarnya lebih sederhana dibanding genre yang lain,” kata Aryanto Wicaksono, penikmat blues.

Blues sebetulnya adalah nama yang diberikan untuk kedua bentuk musik dan genre musik yang diciptakan terutama dalam Masyarakat Afrika-Amerika di Deep South di Negeri Paman Sam itu pada akhir abad ke-19 dari lagu rohani, lagu kerja, hollers lapangan, teriakan, dan narasi sederhana berirama balada.

Ditilik dari sejarahnya, blues berasal dari kata blue, yang dimaknai sebagai kesedihan akibat tekanan terhadap budak kulit hitam Afrika yang berada di Amerika oleh kaum kulit putih pada masa perbudakan. Musik blues juga bisa dibilang merupakan akar dari berbagai genre musik, seperti jazz dan rock.

Memang, isi lagu blues masa kini tidak lagi berisi tentang kesulitan hidup dan kesedihan para budak. Selain isu lagu yang berubah, yang paling mencolok adalah pada masa awal dulu blues dinyanyikan oleh budak yang tertindas, sedangkan saat ini dinyanyikan atau dimainkan oleh musikus atau penggemarnya.

Selain itu, awalnya blues hanya dinyanyikan, terkadang diiringi sedikit perkusi sederhana dari tepukan tangan, chain gang, atau bunyi-bunyian lain, sedangkan saat ini sebagian besar lagu blues diiringi alat musik, mulai hanya gitar sampai band lengkap.

Musik blues pun terus berkembang, bahkan di setiap daerah Amerika melahirkan warna musik blues yang berbeda, seperti Chicago Blues (Muddy Waters, Koko Taylor), Delta Blues (Robert Lockwood jr), East Cost Blues (John Jackson) dan Texas Blues (Mike Morgan & The Crawl).

Pada awal dekade 60-an musik blues di Amerika turun pamornya, sehingga band-band blues asal Inggris kemudian mengisi kekosongan itu. Sebutlah The Rolling Stones, John Mayal, Eric Clapton, dan Bluesbreaker, yang ikut memberi warna musik blues.

Modern electric blues adalah sub genre blues yang paling populer hingga saat ini. Dari genre tersebut, lahir puluhan tokoh musik blues seperti B.B. King, Buddy Guy, John Lee Hocker, Jhony Winter, Robert Cray, Taj Mahal, Dave Hole, Stevie Ray Vaughan, dan lain-lain. Gitaris Jimi Hendrix juga termasuk tokoh musik blues yang paling banyak banyak berpengaruh, karena teknik permainan gitarnya yang didominasi electric sound sangat impresif.

Keberadaan musik blues di dunia saat ini masih dijaga oleh musikus blues senior yang sangat konsisten, seperti Buddy Guy, Eric Clapton, Robert Cray, dan John Mayall, yang sampai kini masih berkarya.

Di Indonesia, musik blues mulai naik daun dengan kemunculan Gugun “Blues Shelter”. Band beranggotakan Gugun (gitar), Jono (bas), dan Bowie (drum) itu telah merilis tiga album: Get the Bug (2004), Turn It On (2007), dan Gugun Blues Shelter (2010). Namun gaung musik blues Tanah Air tidak semenggelar musik pop.

Menurut Hadi Pramono, penggiat blues, tak ada perbedaan antara musik blues pada 1920 dan 1970-an hingga sekarang. Esensinya tetap sama, yaitu sebagai media untuk menyampaikan pesan atas apa yang kita rasakan, perasaan terdalam.


Komunitas Blues
Dulu komunitas blues dianggap eksklusif, kini sebetulnya semua orang penikmat musik aliran ini bisa bergabung. Adalah Kongko Pambudi, vokalis dan gitaris Electric Cadillac, yang melihat besarnya antusiasme penikmat blues di Jakarta, tapi tidak ada yang mewadahi mereka. Akhirnya, pada 9 Januari 2011, ia berinisiatif membentuk komunitas blues yang diberi nama Break Time.

Di Break Time, selain berkumpul, jamming, dan sharing, kegiatan lain mereka adalah bedah film atau nonton film bareng, entah film musikal entah konser. Komunitas ini juga bersinergi dengan komunitas musik lain, terutama sesama komunitas blues, antara lain, komunitas blues Yogyakarta, Bogor, dan Bandung.

Adi Warsita, pengusaha di bidang pariwisata, termasuk pria mapan yang rajin ikut jamming. “Setiap minggu saya harus main musik supaya skill enggak hilang,” kata Adi, yang belajar bermain saksofon dari Maryono (almarhum), sang maestro.

Sosok Adi bisa dibilang salah satu member “VVIP” mereka. Ketika ia mengadakan perayaan ulang tahun di Eco Bar, datang pula para sahabat untuk menyaksikan kepiawaiannya memainkan blues dengan saksofonnya. Selain di 365 Eco Bar, sejumlah tempat yang sampai saat ini masih sering dijadikan ajang berkumpul penikmat live performance, jam session, antara lain, Warung Apresiasi, Bulungan; Karubaga, Mangga Besar; Maitrin, Jalan Kayu Putih; dan Ruang Putih, Bandung.

Dari Tanah Priangan, yang dikabarkan memiliki massa pencinta blues lebih banyak daripada Jakarta, tersebutlah nama Hadi Pramono, penggiat blues yang pada 1991-2013 memandu siaran blues di radio Mara Bandung (Blues Mara), dan pada 2013 hingga sekarang di Blues Sonora Bandung. Hadi kerap menyelenggarakan event blues sejak 1995 dan aktif menulis ihwal blues di harian Pikiran Rakyat.

Mantan ketua komunitas blues Bandung dan penasihat Bandung Blues Society itu juga berjasa mendirikan Perpustakaan Film Musik Blues Bandung pada pertengahan 2000.


Sumber: MALE Zone, Majalah MALE 152 http://male.detik.com