Tuesday, September 22, 2015

SPG Plus



Sales Promotion Girl (SPG) ibarat bunga yang memeriahkan pameran. Pada pameran otomotif tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, dan Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Agustus lalu, misalnya. Barisan perempuan cantik dengan tubuh tinggi semampai dan senyum manis menjadi warna tersendiri di setiap booth, lengkap dengan sapaan cantik mereka.

"Mereka ibarat bunga yang mengharumkan pameran. Datang ke pameran, tapi enggak ada mereka, pasti nggak menarik," kata seorang head, yang membawahi  customer service sebuah agen tunggal pemegang merek (ATPM).

Keberadaan mereka menguntungkan ATPM untuk menarik minat pengunjung. Sebaliknya, acara tersebut juga menjadi bonus tahunan bagi bunga-bunga pameran itu untuk mendapat honor yang lumayan. Juga, konon, tambahan fulus lainnya?

Aha, fulus yang dimaksud berasal dari sumber lain, bukan dari honor menjaga pameran. Menurut sumber MALE, oknum SPG otomotif nakal memang ada. “Awalnya mereka menyapa pengunjung yang datang, lalu sok-sok difoto. Kalau dilihat customer-nya pas buat dia, pasti diberi nomor telepon, istilahnya nyebar jala. Biasanya bahasa tubuh mereka berbeda dengan SPG yang lurus-lurus saja,” ujarnya.

Transaksi antara SPG dan customer biasanya akan berlanjut seusai pameran. "Maka jaga stan cuma sampingan yang dijadikan modus untuk 'jualan'. Tarif mereka paling murah sekitar Rp 1,5 juta untuk short time. Tarif itu kebanyakan untuk SPG dari daerah, sedangkan yang dari Jakarta minimal Rp 3 juta," ia menjelaskan.


Bisnis Tersembunyi Agensi
Sumber MALE, yang berkecimpung di event organizer selama tiga tahun terakhir, menyatakan pameran otomotif tahunan ini menjadi bisnis tersembunyi agensi yang menyediakan SPG++. Mereka tak segan-segan mendatangkan perempuan dari berbagai daerah sesuai dengan permintaan klien, seperti dari Medan, Manado, bahkan Bangkok, Thailand. "Seperti klien dari Jepang, yang meminta SPG oriental. Tawarannya pun cukup fantastis, mulai Rp 5 juta untuk short time," ungkapnya.

Uniknya, permintaan terkadang justru berasal dari SPG yang membutuhkan honor tambahan. Biasanya SPG nakal ini sudah terbuai oleh gaya hidup mewah, yang bisa dilihat dari barang yang dipakai, yang serba bermerek. Kadang barang yang dipakai lebih mahal daripada punya klien.

Berkaitan dengan isu SPG plus ini, pihak penyelenggara pameran mengaku pihaknya cukup kesulitan memfilternya. “Kami tidak tahu mereka nakal atau tidak. Yang penting, mereka bekerja dengan benar dan bertanggung jawab atas pekerjaan. Setelah bertugas, mau ngapa-ngapain, ya, itu kembali ke individu masing-masing,” katanya.


Sumber: MALE 152 http://male.detik.com

No comments:

Post a Comment