Sunday, October 04, 2015

Dukung Industri Fashion Lokal, KLN Gelar FIMELAFest 2015

Batik Fashion Week digelar untuk pertama kalinya di FIMELAFest


Industri ekonomi kreatif telah menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia dengan kontribusinya sebesar 7,1 persen terhadap pendapatan domestik bruto pada tahun 20141. Industri ini tidak hanya berhasil membuka lapangan pekerjaan tetapi juga meningkatkan daya saing bangsa di tengah era globalisasi.

Guna meningkatkan dan menumbuhkan industri ekonomi kreatif terutama industri fashion lokal, Kapanlagi Network (KLN) – perusahaan teknologi digital terdepan di Indonesia menggelar FIMELAFest 2015. Ajang dilaksanakan 2 - 4 Oktober 2015 di Gandaria City, Jakarta Selatan.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif dalam acara media gathering FIMELAFest di Jakarta, hari ini, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing industri fashion lokal seperti FIMELAFest hari ini. Industri fashion merupakan salah satu pilar penting industri ekonomi kreatif Indonesia. Melalui kegiatan ini, para anak muda yang bergerak di industri ekonomi kreatif dan fashion dapat mendapatkan bimbingan dari para kreator yang sudah lama berkecimpung.”

FIMELAFest yang digelar setiap tahun oleh Fimela.com – situs wanita terkemuka dibawah grup KLN, pada tahun ini, mengangkat tema #Love4Indonesia. Tema ini dipilih untuk mengangkat dan lebih mempopulerkan pemakaian produk fashion lokal dan Batik terutama di kalangan muda.

Ben Soebiakto, Chief Marketing Officer KLN mengungkapkan “Penyelenggaraan FIMELAFest merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung industri ekonomi kreatif. Dari tahun ke tahun FIMELAFest selalu mengangkat tema social movement. Kami percaya, sebagai perusahaan yang bergerak di industri ini, KLN punya tanggung jawab untuk ikut memajukan dan memberikan wadah kepada para anak muda yang punya semangat untuk berkarya dan berkecimpung di industri ekonomi kreatif.”

Menurut Ben, industri ekonomi kreatif lokal termasuk industri skala kecil dan menengahnya merupakan industri yang terbukti tahan terhadap hantaman krisis ekonomi. Industri ini juga mampu menyerap tenaga kerja sekaligus melindungi warisan budaya nusantara seperti batik. “Saya kagum dengan semangat kreator muda yang berkecimpung di industri kreatif. Mereka menciptakan karya yang unik dan menarik. Semangat ini harus kita jaga bersama, dan harus dibantu supaya terus berkembang,” ungkap Ben.


Mempromosikan batik melalui Batik Fashion Week
Salah satu gelaran istimewa di FIMELAFest tahun ini adalah penyelenggaraan Batik Fashion Week yang diinisiasi oleh Yayasan Batik Indonesia. Acara fashion show yang pertama kali digelar di Indonesia ini, diawali oleh gerakan sekelompok anak muda untuk mempromosikan batik sebagai pakaian yang cocok untuk segala suasana, termasuk kegiatan sehari hari seperti pergi ke kantor atau kuliah.

“Batik saat ini sudah populer di berbagai kalangan termasuk para anak muda. Oleh karena itu, acara Batik Fashion Week ini boleh dikatakan sebuah gerakan moral bukan hanya kegiatan. Apalagi ide penyelenggaraan pekan mode ini berasal dari para kaum muda yang merasa sering mati gaya saat memakai batik. Padahal, batik sangat cocok untuk dipakai sebagai pakaian sehari-hari. Dengan berbagai padu-padan, batik dapat menjadi busana yang chic, edgy ataupun kasual. Kami ingin lebih mempopulerkan batik sebagai busana ready to wear, stylish, fashionable dan dipakai oleh berbagai kalangan usia terutama anak muda Indonesia,” ungkap Ine Hakim Tohir, Sekretaris Jenderal Yayasan Batik Indonesia.

Pada gelaran pertamanya, Batik Fashion Week memiliki tema Batik Fashion Festivity dimana akan ada sebuah fashion show oleh 22 perancang busana Indonesia yang beberapa diantaranya bukan perancang busana batik. Dalam show tersebut masing-masing perancang busana akan menampilkan 5 koleksi dengan motif batik yang didesain khusus untuk acara ini. Perancang busana yang akan tampil dalam show bertajuk “Kembang” tersebut diantaranya: Didi Budiardjo, Adrian Gan, Priyo Oktaviano, Jeffrey Tan, Chossy Latu dan lainnya. Selain busana batik untuk wanita, di Batik Fashion week Ivan Gunawan akan menampilkan koleksi rancangan batik bagi para pria.

Gelaran menarik lainnya dalam Batik Fashion Week adalah fashion show dari NES yang menggabungkan drama musikal dengan peragaan busana, dan para model yang tampil terdiri dari blogger, sosialita bersama para model professional.

Acara Menarik Lainnya di FIMELAFest
Selain Batik Fashion Week, FIMELAFest menggandeng 60 industri fashion lokal untuk ikut membuka booth selama penyelenggaraan acara. Pada gelaran FIMELAFest juga diadakan Final Dreamers Girl, sebuah ajang pemilihan duta dreams.co.id; Fimela Girl Model Hunt, Kompetisi Foto Fabulous Mom & Kid; serta talkshow terkait dengan industri perfilman dan televisi.

Lebih lanjut, untuk memperkenalkan pakaian batik yang ready to wear, dan fashionable, 20 fashion blogger siap menunjukkan gaya personal dan unik mereka saat memakai batik di acara Love Batik. Masing-masing blogger akan menata gaya mereka sendiri. Blogger yang berpartisipasi di antaranya: Diana Rikasari, Elizabeth, Maria Rahajeng, Alika Islamadina, Ana Octarina, dan lain sebagainya. Beberapa musisi terkenal seperti RAN, Petra Sihombing, Andien Aisyah, Nina Tamam, Iga Mawarni, Rika Roeslan dan Yuni Shara juga akan menyemarakan 3 hari pelaksanaan FIMELAFest 2015.

No comments:

Post a Comment