Friday, October 16, 2015

Pasar Condominium K3 2015

KONDOMINIUM JAKARTA DAN SEKITARNYA

Sommerset, Jakarta
Bank Indonesia masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal ketiga 2015. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tidak akan melebihi 5% pada kuartal ini, berkisar 4,8%-4,9%. IHSG mengalami penurunan sebesar 12,1% pada kuartal ini dan ditutup pada posisi 4.244 pada 23 September 2015. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika mengalami depresiasi sebesar 8,4% menjadi Rp 14.654 per Dolar. Sementara tingkat inflasi sepanjang tahun, mencapai 6,83%, lebih tinggi dari inflasi sebesar 4,53% di periode yang sama tahun lalu.

Tingkat pra-penjualan terus mengalami penurunan sejak kuartal lalu. Pada kuartal 3 2015, Tingkat penjualan kondominium eksisting di Jabodetabek tercatat pada 97,5%, turun 0,2% per kuartal. Tingkat hunian tercatat pada 61,9%, naik 2,0% dari kuartal sebelumnya. Tingkat pra-penjualan proyek kondominium mendatang tercatat sebesar 63,4%, turun 0,1% dari kuartal lalu, dan 4,5% dari tahun lalu, dan meninggalkan sisa 70.502 unit yang belum terserap pasar. Proyek mendatang kelas menengah mendominasi aktivitas pra-penjualan, dan tercatat pada 38,3% dari total transaksi proyek mendatang. Untuk metode pembayaran, pembeli dari kalangan bawah memilih pinjaman bank, sementara cara pembelian konsumen kelas menengah dan atas lebih bervariasi seperti satu-sampai-tiga tahun cicilan bertahap, pinjaman bank, dan juga tunai keras.

Berdasarkan segmen, tingkat pra-penjualan kondominium kelas menengah-bawah, menengah, menengah-atas, dan atas secara berurutan tercatat pada angka 58,4%, 66,1%, 60,4%, dan 73,6%. Tingkat penjualan dari proyek apartemen bersubsidi (rusunami) naik sekitar 0,2%, dari 98,6% pada kuartal sebelumnya menjadi 98,8%, dengan tingkat hunian sebesar 68,5% dan tingkat pra- penjualan sebesar 63,1%. Satu proyek rusunami diluncurkan pada kuartal tiga ini, yaitu Gunung Putri Square (Tower Palem).

Menutup kuartal tiga tahun 2015, total pasokan kumulatif kondominium terbangun di Jakarta tercatat sebanyak 155.242 unit, naik 4,1% per kuartal dan 17,2% per tahun, menyusul selesainya 5.724 unit kondominium proyek sepanjang Juli hingga September 2015. Pada periode yang sama, 18 proyek baru diluncurkan ke pasar. Proyek-proyek ini menambah total pasokan proyek mendatang di Jabodetabek menjadi 192.568 unit. Proyek mendatang yang baru diluncurkan didominasi oleh proyek-proyek kelas menengah (50,8%), diikuti dengan kelas menengah-bawah (21,1%), kelas menengah-atas (15,6%), dan kelas atas (12,5%).

Pada September 2015, sebanyak 356 proyek mendatang ditawarkan ke pasar. Kondominium kelas menengah-bawah memimpin pasokan kondominium mendatang di Jabodetabek dengan persentasi sebesar 36,7%, atau sekitar 70.707 unit, diikuti dengan kelas menengah-bawah (35,6%), kelas menengah-atas (15,5%), dan kelas atas (12,2%).

Berdasarkan lokasi penyebarannya, mayoritas kondominium terbangun berkonsentrasi di wilayah sekunder, sebanyak 75,4% dari total pasokan atau 117.097 unit, sementara kawasan CBD mengkontribusikan sebanyak 17,1% dan kawasan primer sebanyak 7,5%. Wilayah sekunder juga menjadi lokasi untuk hampir seluruh proyek mendatang, meliputi sekitar 93,1% dari total pasokan, sementara area CBD dan primer masing-masing hanya mewakili 3,6% dan 3,3%.

Mayoritas kondominium terbangun berada di wilayah Jakarta Selatan (28,2% dari total proyek), diikuti Jakarta Utara dengan 21,9%. Selain itu, kebanyakan proyek mendatang akan berlokasi di Tangerang (28,6%), diikuti oleh Bekasi (16,2%).

Tren harga kondominium terus naik sejalan dengan kenaikan harga tanah di Jakarta. Menutup kuartal tiga 2015, harga jual rata-rata kondominium di daerah CBD mencapai Rp47.100.000 per m2, naik sekitar 18.9% per tahun. Sementara itu, harga rata- rata kondominium di area primer tercatat pada Rp38.600.000 per m2, naik 9,0% jika dibandingkan dengan angka tahun lalu.

Aktivitas penjualan diperkirakan akan tetap lemah di kuartal akhir 2015. Developer akan fokus pada proyek-proyek menengah- bawah sampai menengah, yang terintegrasi dengan kompleks multi-guna.

Green Bay, Pluit, Jakarta
About Cushman & Wakefield
Cushman & Wakefield is a global leader in commercial real estate services, helping clients transform the way people work, shop, and live. The firm’s 43,000 employees in more than 60 countries provide deep local and global insights that create significant value for occupiers and investors around the world. Cushman & Wakefield is among the largest commercial real estate services firms in the world with revenues of $5 billion across core services of agency leasing, asset services, capital markets, facilities services (branded C&W Services), global occupier services, investment management (branded DTZ Investors), tenant representation and valuations & advisory. To learn more, visit www.cushmanwakefield.com or follow @Cushwake on Twitter.

No comments:

Post a Comment