Friday, October 16, 2015

Pasar Pusat Perbelanjaan K3 2015 Jakarta



Bank Indonesia masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal ketiga 2015. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tidak akan melebihi 5% pada kuartal ini, berkisar 4,8%- 4,9%. IHSG mengalami penurunan sebesar 12,1% pada kuartal ini dan ditutup pada posisi 4.244 pada 23 Sep 2015. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika mengalami depresiasi sebesar 8,4% menjadi Rp 14.654 per Dolar. Sementara tingkat inflasi sepanjang tahun, mencapai 6,83%, lebih tinggi dari inflasi sebesar 4,53% di periode yang sama tahun lalu.

Aktivitas pasar ritel di Jakarta terpantau tidak terlalu aktif selama kuartal ketiga tahun ini, disebabkan oleh terbatasnya pasokan baru dan ditutupnya sebuah pusat makanan dan minuman (F&B center). Pada kuartal ini, total pasokan kumulatif mengalami kenaikan setelah satu tahun berada di level yang sama, dikarenakan oleh dibukanya sebuah pusat perbelanjaan lifestyle di Jakarta Selatan.

Rata-rata tingkat hunian pasar ritel di Jakarta mengalami sedikit penurunan sebesar 0,4%(K-K) dan mencapai level 85,0%, menyisakan ruang ritel kosong sebesar 598.700 m2. Turunnya tingkat hunian disebabkan oleh proses fitting out pada pusat perbelanjaan lifestyle yang baru selesai dibangun kuartal ini. Penyewa-penyewa untuk F&B masih mendominasi kegiatan sewa-menyewa di ruang pasar ritel dengan menggantikan penyewa lama, sehingga tidak terlalu mempengaruhi tingkat hunian pasar ritel di Jakarta.

Dengan adanya pasokan baru yang masuk di kuartal ketiga tahun ini, total pasokan kumulatif pusat perbelanjaan di Jakarta adalah sebesar 4.002.000 m2, terdiri dari 72,1% pusat perbelanjaan sewa dan 27,9% pusat perbelanjaan strata-title.

Pada akhir September 2015, rata-rata harga sewa dasar untuk lokasi premium untuk unit specialty shop di lantai dasar tercatat sebesar Rp. 691.400 per m2 per bulan, naik sekitar 0,5% (K-K). Harga rata-rata untuk service charge relatif stabil, tercatat sebesar Rp. 133.400 per m2 per bulan. Service charge berkisar antara Rp. 90.000 sampai Rp. 170.000.

Dalam dua kuartal kedepan (Des 2015 dan awal 2016), beberapa pusat perbelenjaan direncanakan akan memasuki pasar ritel di Jakarta. Pusat perbelanjaan yang sedang dibangun diperkirakan akan mengalami tingkat pre-commitment yang cukup tinggi. Namun, kegiatan fit-out dan keadaan ekonomi nasional diperkirakan akan menahan rata-rata tingkat hunian dalam jangka waktu pendek. Harga sewa dan service charge diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun 2015.


About Cushman & Wakefield
Cushman & Wakefield is a global leader in commercial real estate services, helping clients transform the way people work, shop, and live. The firm’s 43,000 employees in more than 60 countries provide deep local and global insights that create significant value for occupiers and investors around the world. Cushman & Wakefield is among the largest commercial real estate services firms in the world with revenues of $5 billion across core services of agency leasing, asset services, capital markets, facilities services (branded C&W Services), global occupier services, investment management (branded DTZ Investors), tenant representation and valuations & advisory. To learn more, visit www.cushmanwakefield.com or follow @Cushwake on Twitter.

No comments:

Post a Comment