Friday, February 12, 2016

Wonderful Indonesia Borong 3 Penghargaan di UNWTO 2016

Stand Indonesia
Indonesia berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus di forum pariwisata internasional United Nations World Tourism Organization (UNWTO), yang diselenggarakan di Madrid, Spanyol, yang berlangsung sejak 18 Januari 2016. ”Ini modal yang kuat untuk memperkuat brand value kita, mendongkrak country image, menaikkan kepercayaan dan ujungnya menghasilkan lebih banyak kunjungan wisatawan ke Indonesia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dalam acara tersebut, Indonesia berhasil mendapat tiga penghargaan, yakni dua kategori mendapat The 1st Runner Up, satu kategori mendapat gelar juara utama. Pencapaian ini menjadi istimewa mengingat sejak awal bergulirnya acara tersebut, yakni pada 2013, Indonesia tidak pernah sekalipun mendapat gelar juara.

Ikon Indonesia di FITUR
Penghargaan The 1st Runner Up diraih Garuda Indonesia dalam kategori "Innovation in Enterprises" lewat program "Bali Beach Clean Up". Selain itu, Yayasan Karang Lestari dalam kategori "Innovation in Non-Governmental Organizations" melalui program "Coral Reef Reborn".

Sedangkan Banyuwangi memenangi kategori "The Winner of Re-Inventing Government in Tourism" dalam kategori UNWTO Awards for Innovation in Public Policy Governance” atau "Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan". Kota di Jawa Tiur ini mengalahkan Responsible Tourism and Free of Crime, Alcaldia Medellin, Columbia, dan East Africa Tourism Platform, Kenya.

Pada UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism ke-12 tahun ini terdapat empat kategori, yaitu UNWTO Award for Innovation in Public Policy and Governance, UNWTO Award for Innovation in Enterprises, UNWTO Award for Innovation in Non-Governmental Organizations, dan UNWTO Award for Innovation in Research and Technology.

UNWTO merupakan organisasi pariwisata dunia yang juga bagian dari PBB. Organisasi itu beranggotakan 157 negara, 6 anggota asosiasi, dan 480 anggota afiliasi dari sektor swasta, lembaga pendidikan, serta otoritas pariwisata. UNWTO bertugas mempromosikan pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang inklusif, dan kelestarian lingkungan.

Stand Bulgaria
Stand Belanda
Stand Uzbekistan
Acara penghargaan tahun ini dihadiri oleh sekitar 500 undangan dari seluruh dunia, termasuk puluhan menteri pariwisata dari berbagai negara. Menteri Pariwisata Arief Yahya absen kali ini karena harus menghadiri ASEAN Tourism Fair (ATM) 2016 di Manila, Filipina.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Tetap RI untuk UNWTO, Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Yuli Mumpuni Widarso, Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas, Bupati Buleleng Bali, Putu Agus, Asdep Eropa, Amerika, Timur Tengah Nia Niscaya, Markom Kemenpar Noviendi Makalam dan beberapa staf Kemenpar.

Wonderful Indonesia
Penghargaan yang diterima Indonesia di UNWTO merupakan langkah awal yang baik memasuki tahun 2016 sebagai Tahun Promosi Investasi Pariwisata Indonesia. Peluncuran Tahun Promosi Investasi Pariwisata ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan promosi pariwisata internasional, FITUR 2016 di IFEMA (Feria de Madrid) Madrid, 20 hingga 24 Januari 2016.

Dubes RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso mengatakan promosi investasi pariwisata untuk mendukung kebijakan pengembangan industri pariwisata Indonesia menjadi tuan rumah bagi 20 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, sebagaimana ditargetkan Pemerintah Indonesia.

Partisipasi Indonesia di FITUR 2016, Kementerian Pariwisata bersama dengan 11 praktisi pariwisata dari tanah air akan mengenalkan destinasi pariwisata dan atraksi kepada pengunjung yang datang dari berbagai Negara Eropa.

Stand Indonesia yang terletak di Hall 4 Stand F30, sanggup memikat banyak pengunjung asing pada bursa travel tersebut. Branding Wonderful Indonesia yang menjadi tagline diharapkan mampu menggali lebih jauh kekayaan alam nusantara, seni dan kerajinan unik, musik, bermacam jenis kuliner nusantara, destinasi wisata dan yang terpenting ialah keramahtamahan dari masyarakat dengan beraneka macam suku.

“Kami memiliki rencana besar untuk industri pariwisata tanah air. Sepanjang tahun 2016 ini, sektor pariwisata diharapkan menarik 12 juta turis mancanegara, yang diperkirakan akan membawa pemasukan devisa sebesar lebih dari US$ 12,7 miliar untuk Negara. Kami juga menargetkan untuk peningkatan jumlah kunjungan turis mancanegara 20 juta di akhir tahun 2019,” demikian Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata mengantisipasi lonjakan pertumbuhan wisatawan yang mengunjungi Indonesia dari angka 9,5 juta kunjungan di 2014 menjadi 20 juta kunjungan untuk 5 tahun kedepan. Sebagai percepatan capaian dari hasil yang dicita-citakan ini, pemerintah Indonesia telah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan sampai tahun 2015 menjadi 90 negara termasuk Negara Spanyol.

Apakah masih membutuhkan lebih banyak alasan berkunjung ke Indonesia? Data wisatawan dari Negara Spanyol ke Indonesia, tercatat 2011 (30.131), 2012 (33.502), 2013 (38.516) dan 2014 (46.669). (Burhan Abe)

Baca juga:

No comments:

Post a Comment