Wednesday, May 25, 2016

Koleksi Rusly Tjohnardi dan Andreas Odang untuk Wedding Fair 2016

Rusly Tjohnardi
Koleksi gaun pengantin Rusly Tjohnardi untuk Wedding Fair Grand Hyatt Jakarta, 3 – 5 June 2016, mengangkat tema regalia Kekaisaran Rusia pada zaman keemasannya. Telur Fabergé yang ditempa dari logam mulia, bertahtakan bermacam berlian dan batu mulia serta desainnya yang sangat rumit adalah salah satu sumber inspirasi utama untuk pembuatan koleksi ini.

Selain terinspirasi Telur Fabergé yang sudah melegenda keindahannya, koleksi ini juga mencerminkan perpaduan berbagai unsur alam, flora, serta fauna yang mengilustrasikan sebuah dongeng yang ingin disampaikan oleh sang desainer.

Rusly Tjohnardi
Pemilihan bahan eksklusif yang unik, dengan berbagai macam tekstur serta teknik produksi yang memadukan kreasi kerajinan tangan serta teknologi modern, menghasilkan karya seni yang akan semakin memperlihatkan kompleksitasnya jika semakin diperhatikan dengan seksama. Koleksi ini sengaja tidak diberikan nama atau judul, karena sang desainer tidak ingin membatasi fantasi maupun imajinasi audience. Demikian juga untuk para calon mempelai wanita yang mendesain gaun pengantinnya dengan Rusly, hanya imajinasilah yang menjadi batas kreasi.

Rusly Tjohnardi
“The Rising Sun” - Andreas Odang

Woman & Bridal Collection Autumn Winter 2016/2017

Japonaiserie menjadi kata yang mewakili inspirasi utama koleksi terbaru dari Andreas Odang yang akan dipresentasikan pada malam pembukaan Grand Hyatt Jakarta Wedding Fair 2016  3 Juni 2016. Japonaiserie merupakan sebuah gaya di dalam bidang seni yang merefleksikan kualitas estetika dan budaya khas negeri Jepang, dapat berupa motif ataupun obyek dekoratif yang memiliki gaya tersebut. Selain itu kata Japonaiserie juga lekat dan mulai popular saat Vincent van Gogh, pelukis post-impressionist asal Belanda, menggunakan istilah tersebut dalam mengekspresikan pengaruh seni budaya dari Jepang.

Ada alasan tersendiri Odang lebih memilih Japonaiserie alih-alih mengangkat budaya dan tradisi Jepang secara langsung. Ketika memulai koleksi ini, Odang terinspirasi dan tertarik dengan kain jacquard dengan motif kimono Jepang dan juga dengan beberapa motif dengan desain kontemporer khas Jepang yang dia temukan dan digunakan di dalam koleksinya kali ini. Alasan lainnya adalah Odang juga ingin memperlihatkan pengaruh dan inkulturasi budaya Jepang di budaya barat, yang mana garis potongan dan gaya busana yang Odang tawarkan masih dipengaruhi gaya klasik cantik Eropa dengan twist detail dan motif pengaruh dari gaya seni budaya Jepang.

Di dalam koleksi dengan total jumlah 30 set busana yang terbagi di dalam 21 set busana gaun cocktail dan gaun malam serta 9 set busana gaun pengantin, kali ini Odang lebih menitikberatkan dalam pengaplikasian motif dan pengeksplorasian tailoring ke dalam potongan gaun klasik yang cantik. Potongan yang terstruktur dan H-line, detail jatuh garis belakang kerah kimono, dan potongan panjang rok 7/8 merupakan beberapa contoh interpretasi Odang selain pengaplikasian motif di dalam menerapkan esensi Japonaiserie ke dalam koleksinya dan juga untuk memberikan kesan modern di dalam potongan dasar busana bergaya klasik dan elegan.

No comments:

Post a Comment