Tuesday, May 03, 2016

Staycation @ Sens Hotel & Spa + Conference, Ubud, Bali

Hospitality by Sens

Penginapan di Ubud, Bali, tidak harus resor, sesuai alamnya nan sejuk dan asri, yang identik dengan liburan. Itu sebabnya, Sens Hotel (bukan resor), segera menarik perhatian. Selain untuk liburan tentunya, sesuai jargon Pulau Dewata, everyday in Bali is holiday, Sens ternyata (mungkin satu-satunya) hotel bisnis di kawasan Ubud.


Lobby - doc. Sens

Ubud, desa internasional yang berada di Kabupaten Gianyar menjadi salah satu destinasi penting di Bali. Peluang ini jugalah yang dilihat oleh SenS Hotel & Spa + Conference Ubud Town Centre yang dibuka sejak 14 Februari 2015. Ketika mendapatkan kesempatan yang kedua untuk merasakan menginap di hotel ini, bersama teman-teman blogger Jakarta, tentu sayang kalau terlewatkan. Dalam acara bertajuk 'Sens Hotel Blogger Trip', kami ber-10, dipandu Dewi Shinta dan Edhu S Alamsyah dari Primesia Communication. Kesepuluh blogger itu adalah Sony Syanagawa, Yenny Wijaya, Rian Farisa, Dandy Jazzydee, Fiona Tjo, Liong Monica, Astrid Amalia, Nita Sellya, Ivan Loviano, dan saya.


Yonne - doc. Sens

Berdiri di atas lahan seluas 2.100 meter persegi, Sens Hotel berlokasi di tengah keramaian, dekat dengan Puri Ubud, Puri Peliatan, Pasar Seni Ubud, Monkey Forest, museum, galeri seni, butik, restoran, bar, bahkan bank. Kesemuanya memberikan akses yang mudah dan nyaman bagi para pengunjung untuk menikmati wisata yang lengkap mulai dari wisata budaya, seni, kuliner bahkan wisata alam.

Meski berada di central business district Ubud tapi tidak membuat Sens Hotel lupa akan kebutuhan privasi tamunya. Desain dari hotel ini lebih terbuka di area dalam, seperti kolam yang berada di tengah area hotel.

So, tentu pengalaman yang menyenangkan bisa menginap di hotel butik, yang memiliki total 91 kamar yang nyaman dan 6 suite dengan pemandangan taman dan kolam renang, serta bebas asap rokok ini. Semua kamar dilengkapi tempat tidur SenS signature yang nyaman, fasilitas modern yang fungsional, desain yang inovatif, untuk kenyamanan maksimal pada saat bekerja dan beristirahat.


Fasilitas Modern - doc. Sens

SenS Hotel & Spa + Conference Ubud Town Centre menjadi hotel pertama yang menyediakan fasilitas konferensi terbesar di Peliatan, Ubud. Ballroom dengan pre-function yang luas, yang memiliki daya tampung maksimum 300 orang, dengan berbagai variasi penataan ruangan, sangat ideal untuk acara meeting, gathering, resepsi pernikahan dan pesta ulang tahun ataupun arisan. Selain itu tersedia juga Sukma Boardroom, ruang pertemuan yang didesain secara khusus untuk pertemuan skala kecil hingga maksimum 16 orang, tim sales & catering yang berpengalaman dan tim food & beverage yang kreatif dan profesional, akan membantu mensukseskan semua acara. Lihat juga Sens Hotel & Spa + Conference Ubud Town Centre.


Abe, Rian, Astrid

Dari Kuliner hingga Bersepeda
Berkunjung ke Bali tenta kurang lengkap jika tidak menikmati alam sekitar dan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Well, acara #SensHotelBloggerTrip, dirancang sedemikian rupa, sehingga dalam waktu 3 hari 2 malam ( 29 April - 1 Mei 2016), bisa memperoleh liburan yang efektif tapi tetap menyenangkan.

Wisata kuliner merupakan keharusan, itu sebabnya pertama-tama yang dicari di Ubud, sebelum  check in di hotel, adalah makan siang di Nasi Ayam Kedewatan. Wisata kuliner berikutnya kebanyakan berlangsung di hotel – mulai dari sekadar sarapan, aktivitas cooking class, hingga Dinner at Yonne Café & Bar, dan diakhiri menjelang ke bandana untuk balik ke Jakarta, adalah makan siang di Warung Kelapa.


Nasi Paket Bali ala Yonne Cafe
Chef Matthew Wood (by Dandy)
Yonne Cafe & Bar menyediakan aneka pilihan masakan, terutama masakan Bali, Asia Tenggara dan masakan Cina, selain tentunya masakan Eropa. Tersedia juga aneka pilihan wine dan minuman dengan berbagai variasi. Berbeda dengan restoran atau kafe lain di Ubud, Yonne Cafe & Bar buka selama 24 jam, dan siap melayani pengunjung setiap saat, baik untuk breakfast, lunch, dinner, bahkan supper.  Dan khusus untuk rombongan blogger, dinner disajikan khusus oleh chef Matthew Wood.




Seniman Coffee Studio

Ngopi cantik (dan ganteng) adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Kami mengunjungi warung kopi yang paling hits di Ubud, yakni Seniman Coffee Studio yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari hotel. Sungguh petualangan kuliner yang memuaskan!


Made Ada Sculptor

Selain urusan perut, ada dua tempat yang tidak boleh dilewatkan jika berwisata ke Ubud, yakni berkunjung ke museum (galeri) dan pertunjukan kesenian Bali. Kami memilih berkunjung ke Pakuduwi – Made Ada Sculptor (The Maestro of Garuda Statue) dan ke Setia Darma House of Mask & Puppet. Ada pun untuk performancing art, kami pergi ke Sanggar Tirtasari di Balerung, Peliatan untuk menonton sendratari Bali.



Setia Darma House
Balinese Dance Performance

Tapi, petualangan yang sesungguhnya adalah bersepeda. Memang tidak semua peserta ikut serta, sebab selain ada yang malas berolah raga, juga, ssst, ternyata ada dua orang yang tidak bisa bersepeda (hare gene, loh!). Tapi cycling kali ini bukan kategori fun bike, saudara-saudara, karena selain medannya lumayan berat, jarak tempuhnya lebih dari 15 km.


Fiona Tjo (by Soya)
Monica (by Soya)

Ada kejadian yang tidak menyenangkan di acara bersepeda ini, dua orang mengalami kecelakan. Yang satu cedera ringan, dan yang satunya lagi cukup serius – ada bagian tubuh yang terpaksa dijahit untuk menghentikan pendarahan.


Monica & Abe (by Soya)
Edhu & Shinta (by Soya)

Well, tapi apa pun yang terjadi, semua ceria dan menyisakan kenangan yang mendalam – bahkan nyaris gagal move on meski sudah berada di Jakarta (Burhan Abe).

2 comments:

  1. Kisah dan deskripsi yg menarik. Pengin nyoba jadinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Why not? Thanks anyway, komennya....

      Delete