Sunday, September 18, 2016

Wolf Blass Wine: Serigala dari Adelaide, Australia!

Wolf Blass Wine 

Undangan Jim Weston sangat menggoda. “Wolf Blass Wine Luncheon with 2016 Red Winemaker of the Year” yang bertempat di Pacific Restaurant & Lounge, The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Selasa, 13 September 2016.

Acara makan siang itu sekaligus untuk merayakan kemenangan Wolf Blass di International Wine Challenge (IWC) di London 7 Juli 2016.

Chardonnay

Wolf Blass merupakan merek wine ternama dari Barossa Valley, lembah yang terletak sekitar 40 kilometer di utara Adelaide, Australia. Berbeda dengan brand wine lain dari Australia pada umumnya, Wolf Blass memiliki ciri khas pada warna-warna label yang dipilih. Seperti Yellow Label, Red Label, Grey Label, Black Label dan Platinum Label. Di tiap labelpun diberi info lengkap mengenai jenis wine yang dijadikan campurannya.

Grey Label

“Label tersebut memang ada di Wolf Blass, karena kami ingin sesuatu yang berbeda, dan mudah diingat,” tukas Wolf Blass Chief Winemaker, Chris Hatcher, yang memandu kami siang itu, bersama Jim Weston, sang publicist. Undangan siang itu sekitar 15 orang, sebagian besar mewakili media gaya hidup serta food blogger.

Wolf Blass Winemakers dan Chris Hatcher (paling kiri)

Beruntung kami ditemani Chris Hatcher, sebagai salah satu pembuat anggur terkemuka di Australia, sangat teliti dalam membuat wine, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas, konsisten, dan mempunyai karakter yang kuat, seperti Wolf Blass.

Tumbuh di Adelaide, Chris memulai kariernya sebagai winemaker dari usia yang sangat muda. Pada tahun 1974 Chris menyelesaikan gelar Science di University of Adelaide, sebelum belajar anggur di Charles Sturt University, New South Wales. Setelah bekerja di Orlando dan Kaiser Stuhl di Lembah Barossa dan Winery Simi di California, Chris bergabung Wolf Blass Wines, Desember 1987.

Sebagai winemaker senior, Chris yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk Wolf Blass. Berbagai penghargaan, trofi dan medali emas pernah ia dapatkan di bidang anggur.

Salad Gurita

Well, makan siang itu terdiri dari tiga course – appetizer, main course, dan dessert, dan masing-masing course ditemani oleh tiga jenis anggur Wolf Blass yang berkelas. Hidangan pertama adalah Barbecued Octopus, White Pepper & Spinach. Sajian seafood ini dipadankan dengan 2014 Wold Blass Yelleow Label Chardonnay.  Wine asal Padthaway, Adelaide Hills ini, memancarkan aroma buah apel yang berpadu dengan kacang-kacangan. Paduan keduanya saling menguatkan rasa, dan terasa segar di mulut.

Main Course

Hidangan utamanya tergolong istimewa, Duck Confit, Bluberry & Ginger Risotto, bebek goreng yang akrab di lidah Asia, serta nasi ala Italia alias risotto yang berwarna merah. Padananya adalah 2014 Wolf Blass Yellow Label Merlot - 2014 Wolf Blass Yellow Label Shiraz. Chris menyebut anggur merah ini sebagai andalan Wolf Blass, dan jadilah sebuah paduan yang perfect!

Dessert

Sebagai penutup, terhidang Summer Strawberry Dome, Lime Jam, Breaton Shortbread, yang bisa memenuhi mulut dengan sensasi creamy dan asam. Namun, dengan diiringi NV Wolf Blass Red Label Pink Moscato, rasa manis yang ringan kembali menyesap di mulut. Meski tiga course, tapi porsi yang pas tersebut membuat sebagian besar undangan merasa puas.

Food and Art

Sebelum berakhir, chef dari The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta mendemonstrasikan membuat dessert di atas nampan datar. Hasilnya adalah sebuah hidangan dessert bak lukisan, dengan tulisan: Wolf Blass. (Burhan Abe)

No comments:

Post a Comment