Friday, April 28, 2017

Spring is Blooming @ Alila Anji


Situated on a hillside, overlooking the Tian Fu Lake, Alila Anji is located in Zhejiang province and surrounded by panoramic views of the mountainous landscape. Known for its clean air, bamboo forests, and tea plantations, Alila Anji is an ideal destination to revive and rejuvenate for a spring break.

To embrace the spring season, guests at Alila Anji can enjoy a stroll through the orchard surrounded by beautiful plum blossoms, for a scenic picnic lunch. A visit to the nearby tea plantation may be arranged where guests will participate in picking and processing tea leaves with a local farmer.

In celebration of the seasonal offerings, Alila Anji has curated the Spring Vitality Package.



The Vitality Spring Package
This is a two-night stay package with daily breakfast, an Alila Living gift, a 60-minute Spa Alila treatment, daily yoga or tai chi classes and a choice of cycling or bamboo forest hiking.

Special highlights include a vegetarian cooking class hosted by the Lakeview restaurant chef along with a specially prepared lunch and dinner. Available from now to 30th June at CNY1,550++ (approximately USD225++) for one night per person and CNY700++ (approximately USD101++) per additional guest for sharing room.

A complimentary shuttle bus transfer from Shanghai/ Hangzhou to Alila Anji is available during weekends. For more information, please contact +86 572 5133566


About ALILA

Surprisingly Different
The hallmark of Alila is the combination of innovative design and luxury in unique locations, set apart by an unprecedented level of private space, crafted artisanship, personalised hospitality, and bespoke learning journeys. Alila means “Surprise” in Sanskrit, which suitably describes the refreshing character of our properties and impressions of our guests when they stay with us. In support of sustainable tourism, Alila hotels adopt EarthCheck operating standards, integrating the natural, physical and cultural elements of their environments. To stay at any of Alila's hotels & resorts is to embark on a destination experience – be it in recreating the flavours of the local cuisine, enhancing your well-being through ancient healing arts or the thrill of adventure sports, you will re-discover the luxury of living at Alila.


For more information, visit alilahotels.com

Tuesday, April 25, 2017

The Mrs Sippy Experience Comes to Bali

The Iconic Australian Restaurant and Bar Brings a Chilled Out Vibe to Their New Bali Pool Club


MRS SIPPY – the popular, iconic bar and restaurant in Sydney’s Double Bay – has expanded the brand to launch a stylish pool club in Bali.  A modern oasis, Mrs Sippy Bali is set to become Seminyak's newest ‘see and be seen’ venue with a casual and relaxed atmosphere and ample spaces for swimming, sunning and dancing from day to night. 

Designed by Akin Creative, Mrs Sippy Bali is a chilled escape from the hustle and bustle of Seminyak. Local stone, timber, brick and custom tile have been used alongside bespoke lights and furniture to create a slightly retro feel with a modern vibe. The 800m2 saltwater pool and diving platform is the central focus of Mrs Sippy Bali. With soft curves, rendered edges and gentle beach entries, the pool is surrounded by Mediterranean-style architecture, daybeds, cabanas, gardens and shady palm trees, providing a multitude of open and private spaces. 




The on-site restaurant and bars feature menus and cocktails that are light, fresh and fun. With an events calendar of parties and international DJ’s, Mrs Sippy Bali will make a splash as the hottest spot on the Bali party scene.




At the heart of the project are co-owners Andrew Stanway and Ben May, and their unwavering commitment to quality and providing positive experiences for all guests at Mrs Sippy Bali. Their philosophy has promoted Mrs Sippy in Double Bay, Sydney to become one of the city’s favourite haunts for celebrities and the ‘it’ crowd. Having a female-friendly brand and keen focus on service, whilst still being an upbeat and inviting venue is, according to them, the recipe for success that they are now bringing to Bali. 





“What Mrs Sippy will do is give people an amazing experience,” said co-owner Andrew Stanway. “The brands that are already here have been ground breakers and made Bali what it is and we want to add to what those brands have created.  It’s just about fun, that’s our core value.  It’s about everyone having a great time, with music, food, drinks, and one of the best pools in Bali.”





Executive Chef Jonay Arnas’ menu features wood-fired seafood, pizza and light-bites, and an ever-changing array of fresh, fruity cocktails to enjoy by the pool or in one of the multiple bar areas. Mrs Sippy Bali joins the Seminyak scene with the promise of bringing the best of Bali to one glamorous destination.





“It’s not about us, it’s about Bali,” said Stanway. “It’s about what is here already, and what has made Bali such an amazing place. We have been coming here for years and we all think of Bali as one of the best places in the world.  So it’s about what the Mrs Sippy brand will be bringing to it. We are not trying to reinvent the wheel, we just want the wheel to keep on turning.”

Friday, April 21, 2017

Staycation @ Best Western Hotel, Malang dan Surabaya (1)

Bersama Para Host

Undangan staycation selalu menarik. Bukan karena merasakan pengalaman menginap di hotel yang tentu berbeda dengan di rumah, tapi juga menelusuri tempat-tempat wisata di sekitarnya, melihat local attraction atau pun berwisata kuliner, jelas mengasyikkan.

Itu sebabnya tawaran Bella Chyntia Novitasari, dari Corporate Marketing Communications, Best Western® Hotels & Resorts, Area Development Office Indonesia, untuk berkunjung ke Best Western Hotel, Malang dan Surabaya, 11- 13 April 2017, tidak saya sia-siakan. Kebetulan, dari Jakarta hanya dua blogger, saya dan Rian Farisa saja yang diundang, yang di tempat tujuan nanti, akan bergabung dengan blogger-blogger lain, dari Malang, Surabaya, dan Kediri. Dari Malang ada 3 orang; Sri Rahayu, Yuwono Oktavialdi, dan Dewi Ratna; dari Surabaya ada 6 orang; Budiono Sukses, Nuzulul, Avy Chujijah, Nurul Rahma, Niar Ningrum, dan Yuniari Nukti; serta seorang dari Kediri, Silviana Noerita.

Bloggers Surabaya

'Lingua' dari Jakarta

Well, perjalanan relatif lancar. Apalagi, dari Jakarta bisa terbang langsung ke Malang. Best Western, yang ada embel-embelnya OJ, yang dalam bahasa India, berarti 'keberuntungan', terletak di Jalan Dr. Cipto No 11, Malang. Ini adalah lokasi yang strategis dan mudah ke mana-mana, baik ke pusat kota maupun ke tempat-tempat wisata.  

Cukup cozy, begitu kesan pertama saya terhadap Best Western OJ. Hotel berbintang empat ini menawarkan tempat menginap yang nyaman dan fasilitas penunjangnya membuat para tamu merasa betah berlama-lama.

Hotel ini menawarkan 129 kamar, yang terbagi menjadi beberapa tipe yaitu Superior, Deluxe, Super Deluxe, dan Suite Junior dengan tarif mulai dari Rp 400 ribuan per malam.

Untuk ukuran kota Malang, fasilitas yang ditawarkan tergolong lengkap dan premium, sebutlah bar di tepi kolam, layanan kamar 24 jam oleh staf hotel yang profesional, layanan laundry, ruang merokok, ruang keluarga, dan fasilitas Wi-Fi di kamar dan tempat-tempat umum di hotel ini. Tersedia pula pusat bisnis dan fasilitas rapat bagi para pengunjung yang datang untuk keperluan bisnis.

Skyroom

Skyroom - Indoor 

Ada juga restoran yang selalu siap memanjakan lidah dengan berbagai pilihan menu yang lezat dan coffee shop untuk sekadar 'ngopi cantik'. Untuk fasilitas rekreasi, tersedia kolam renang indoor yang bersih dan nyaman. Tapi yang paling istimewa adalah Skyroom yang terletak di rooftop hotel, inilah kafe pertama dan tertinggi yang ada di Malang.

Museum Angkut
Hari pertama kami merencanakan mengunjungi Museum Angkut yang termasuk objek wisata baru di Malang, tepatnya di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu. Makan siang kami lakukan di hotel, tapi kami tidak perlu masuk kamar terlebih dahulu, maklum banyak tamu, sehingga kami harus patuh dengan jam check in yang available setelah jam 2 siang.

Batavia Tempo Doeloe - Museum Angkut

Mengunjungi museum? Boleh saja orang-orang under estimate terhadap museum di Indonesia, tapi yang ini lain. Museum yang dibuka 9 Maret 2014 ini tidak pernah sepi pengunjung, bahkan weekdays.

Museum angkut ini, ada yang keliru menyebut ‘angkot’, jauh dari membosankan, karena banyak koleksi mobil tua dan bersejarah dipamerkan di sini. Bahkan boleh disebut, inilah museum transportasi terlengkap di Indonesia. Museum ini berisikan kendaraan-kendaraan yang ada dari zaman dahulu yang sering digunakan orang untuk bepergian dari beragam tempat dan negara.


Becak
Koleksi Mobil Antik

Kawasan Bronx

Broadway

Beatless

Kendaraan-kendaraan tidak hanya dipajang, tapi juga ditempatkan di lingkungan tempat kendaraan itu berasal. Mobil-mobil asal Eropa, misalnya, diparkir di pertokoan di kota-kota di benua tersebut, sebutlah Paris. Dengan konsep tersebut, alhasil tidak sekadar pameran kendaraan, tapi pengunjung dibawa seperti bertamasya ke negeri-negeri asal kendaraan tersebut berasal.

Tidak cukup di sini, pada hari-hari tertentu ada pawai mobil-mobil mewah kuno (yang ternyata masih berfungsi dan bisa dijalankan mesinnya), lengkap dengan karnaval bersama tokoh-tokoh di area yang disebut Broadway Street di Zona Gangster, AS.

Ketan Legenda
Setelah puas mengitari museum, yang luasnya tiga hektare dan mempunyai bangunan bertingkat tiga, kini saatnya berwisata kuliner. Pilihannya adalah ‘Ketan Legenda’, yang berdiri sejak 1967. Ke Batu memang memang tidak lengkap kalau tidak mampir ke Pos Ketan Legenda, yang kini mempunyai dua cabang.

Memang tidak rugi mencicipi penganan ketan ini. Ketannya sangat pulen, disajikan dalam sebuah piring lengkap dengan bubuk kedelai. Hmmm...

Wedang Legenda

Ketan Legenda - Klasik

Gaya Blogger

Itu yang klasik, nyatanya ketan ini sekarang bisa disajikan dengan berbagai topping, yang tak kurang dari 12 varian yang dihadirkan dalam menu. Sebut saja  Ketan Ayam Pedas, Ketan Susu Keju, dan lain-lain, tak terkecuali Ketan Durian. Tentu, tidak hanya ketan, karena ada menu-menu yang lain yang tak kalah maknyusnya.

Hari ini pertama diakhiri dengan acara masak-memasak di hotel, tepatnya di Skyroom. Kami belajar membuat mi lamien bersama chef hotel ini, dan dilombakan antar blogger. Sang pemenang mendapat hadiah dari Best Western Hotel.

Passage to Surabaya
Hanya semalam di Best Western OJ Malang, sebab pagi di hari kedua, setelah sarapan di Restoran Pandanwangi kami melanjutkan perjalanan ke Best Western berikutnya di Surabaya, tepatnya Hotel Best Western Papilio Surabaya. Melalui jalan darat kami menempuh 90 kilometer ke kota terbesar kedua di Indonesia. Jalanan lumayan padat, bahkan di tolnya, meski tidak separah di Jakarta.

Oh ya, pada pagi itu, sebelum sarapan tentu saja, adalah acara senam bersama, dengan program yang paling hits saat ini: Zumba!

Cerita selanjutnya ada di SINI

(Burhan Abe)

Staycation @ Best Western Hotel, Malang dan Surabaya (2)


Reception Hotel Best Western Papilio Surabaya

Surabaya terkenal dengan udaranya yang panas, mungkin mataharinya ada dua, tapi hari itu, 12 April, untungnya mendung sedikit menggelayut.  Kami tiba di Hotel Best Western Papilio Surabaya menjelang makan siang – ini adalah hari kedua, yang masih dalam rangkaian acara staycation di Best Western Hotel, Malang dan Surabaya.

Untuk wilayah selatan, hotel berbintang empat ini termasuk strategis, terletak di kawasan terpadu di Papilio Tamansari Surabaya di kawasan bisnis jalan Ahmad Yani, dan hanya 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Juanda.

Aha, hotel ini sangat homey. Segelas welcome drink cukup menghilangkan dahaga, bahkan menyegarkan tubuh, setelah lelah berkendara dari Malang. Dalam rombongan blogger dan para PR yang menjadi tuan atau nyonya rumah, kami terbagi menjadi dua mobil. Ups, ternyata rombongan yang satunya sudah langsung menuju ke TKP pertama; Rumah Makan Lontong Balap Rajawali!

Bersama GM Hotel Best Western Papilio, Anom Suroto

Baiklah, kami pun segera menyusul, kebetulan perut terasa keroncongan, apalagi mendengar kata ‘lontong balap’. Memang, perjalanana dari hotel ke TKP, lumayan jauh, dari ujung selatan ke utara Surabaya, ditambah lagi lalu-lintas kota lagi padat-padatnya di jam tersebut.

Makanan Khas Surabaya
Tapi apalah hidup, tanpa perjuangan. Jalanan Ibu Kota saja bukan halangan, apalagi lalu-lintas Kota Buaya, yang kepadatannya hanya sepertiganya (sombong!) dibandingkan Jakarta. Yang jelas, setelah sampai ke tujuan, Lontong Balap Rajawali di Jalan Krembangan Timur 32A, terbayar sudah semua kesebelan akibat traffic jam.

Lontong balap adalah makanan wajib yang harus dicoba selagi di Surabaya, dan kedai yang hadir sejak 1956 itu sangat memenuhi selera lidah semua orang Indonesia, bahkan lidah turis asing sekalipun. Seporsi lontong balap rasanya kurang, wajib nambah, meski piring yang kedua tanpa lontong.

Lontong Balap dan Sate Kerang

Makan lontong balap kurang afdhol tanpa sate kerang. Sate Kerangnya disajikan dengan kecap manis dan bawang goreng yang membanjir. Kalau suka pedas, cukup tambahkan sambal, yang dijamin maknyus, meski kemringet.....

Jangan khawatir, setelah makan, cobain minumnya, es degan, alias es kelapa mudah. Pairing yang sempurna!

Romantic Dinner
Hari kedua itu, waktu lebih banyak kami habiskan di hotel. Cukup nyaman, karens semua kamar dilengkapi dengan fasilitas televisi 32-inch dengan program satelit internasional, Wi-Fi gratis, safe deposit, minibar, dan coffee maker. Menjelajah seputar hotel juga tidak kalah serunya, apalagi di area tersebut – bahkan di luar hotel, tapi masih di gedung yang sama, terdapat beberapa coffee shop dan resto fastfood.

Di malam hari, kami dipertontonkan atraksi oleh bartender hotel ini membuat Mojito – untuk tipe mocktail tanpa alkohol. Selain hasil minumannya yang freshy, ada juga demo juggling yang menarik.  Tidak lupa, para blogger pun mencoba melakukan hal yang sama, yang kompetisinya dimenangkan oleh blogger asal Malang: Dewi Ratna.

Malam itu ditutup dengan romantic dinner di Bantimurung Sky Pool, di tepi kolam renang rooftop tertinggi di Surabaya dengan pemandangan kota 180 derajat. Wow!

Bantimurung Sky Pool di siang hari

Memang bukan romantic dinner, karena beramai-ramai hehehe... Yang jelas, dengan sajian BBQ, termasuk seafood-nya yang juara, makan malam itu membawa kesan tersendiri.

House of Sampoerna
Waktu terasa cepat berlalu, tahu-tahu sudah memasuki hari ketiga. Artinya, ini hari terakhir bagi kami menikmati acara ini, dan malamnya harus berakhir, saya sendiri dan rombongan Jakarta harus kembali ke Ibu Kota.

House of Sampoerna

Untungnya, ada satu tempat yang kami kunjungi di hari ketiga ini, House of Sampoerna. Inilah museum milik perusahaan rokok Sampoerna. Museum yang terletak di Surabaya lama, adalah sebuah bangunan bergaya kolonial Belanda yang katanya dibangun sekitar tahun 1862. Awalnya bangunan ini merupakan panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee pendiri Sampoerna pada tahun 1932 dan dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna.

Aroma tembakau yang khas memenuhi area museum ini, dan dengan guidance petugas museum, Anda bisa menghayati bagaimana sejarah perjalanan raksasa perusahaan rokok ini, yang bermula dari warung kecil yang kemudian meraksasa -- meski endingnya dijual ke perusahaan asing Philip Morris. Benda-benda bersejarah ada di sini, mulai dari alat produksi rokok itu sendiri hingga kemasan, papan-papan promosi dari dulu hingga zaman kiwari.



Sejarah Rokok Kretek

Di akhir kunjungan di museum ini,  di lantai dua, para pengunjung bisa melihat langsung bagaimana rokok diproduksi oleh tangan-tangan pekerja yang cekatan. Sekitar 400 orang yang mayoritas perempuan berjejer rapi di depan mesin produksi (manual) untuk membuat rokok. Masing-masing dari mereka kabarnya bisa menghasilkan 300 batang rokok per jam!

House of Sampoerna adalah destinasi terakhir, tapi kami yang dari Jakarta (saya dan Rian Farisa) harus menuju satu tempat lagi: Bebek Sinjay. Meski tidak menyebrang ke Pulau Madura, tapi cukup mengunjungi cabangnya di Surabaya, cukup menjawab rasa penasaran akan kelezatan produk kuliner Jawa Timur yang populer ini.


Sinjay yang legendaris

Bebek Sinjay

Bebek goreng Sinjay (bukan kata India, tapi singkatan dari ‘Sinar Jaya’) ini memang enak, terutama dagingnya yang empuk, bumbunya meresap dengan baik hingga ke tulang, sehingga rasa gurihnya menyebar hingga ke dalam. Cukup puas! (Burhan Abe) 

Menikmati Pemandangan Kota 180 Derajat di Best Western Papilio Hotel, Surabaya



SEIRING berkembangnya industri pariwisata, hotel-hotel di Surabaya pun bermunculan. Salah satu yang baru adalah Best Western Papilio Hotel, yang berdiri setahun yang lalu. Untuk wilayah selatan, hotel berbintang empat ini termasuk strategis, terletak di kawasan terpadu di Papilio Tamansari Surabaya di kawasan bisnis jalan Ahmad Yani, dan hanya 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Juanda.

Best Western International adalah nama yang relatif baru di Indonesia, dan selalu terus-menerus melakukan ekspansi ke kota-kota besar Nusantara. Surabaya adalah pilihan yang tepat, kota terbesar kedua setelah Jakarta. Hotel ini menawarkan 226 kamar yang nyaman, dengan tiga tipe kamar yang berbeda: 12 Kamar Superior (28 meter persegi), 210 Kamar Deluxe (28 meter persegi), dan 4 Suite (56 meter persegi). Semua kamar telah dirancang untuk keperluan bisnis dan liburan, dengan fasilitas televisi 32-inch dengan program satelit internasional, Wi-Fi gratis, safe deposit, minibar, coffee maker dan bath up untuk tipe kamar Suite.


Best Western Papilio Hotel juga menyediakan beberapa fasilitas pendukung. Untuk keperluan bisnis tersedia enam ruang pertemuan dan sebuah lacewing ballroom di lantai 7 dilengkapi dengan fasilitas business center. Untuk keperluan bersantai tersedia restoran Mariposa dan Bantimurung Sky Pool, salah satu kolam renang rooftop tertinggi di Surabaya dengan pemandangan kota 180 derajat.

Untuk menambahkan fleksibilitas dan kenyamanan, hotel ini juga menyediakan 24-jam layanan makan di kamar. Tersedia pula Swallow Tail Lounge yang terletak di lantai 1 untuk para tamu bersantai sambil menikmati aneka kopi dan minuman lainnya .

Sate Rempah ala BW

Selain itu, hotel ini juga menawarkan fasilitas untuk relaksasi, yaitu fitnes centre Leopard dengan pilihan program yang dinamis  serta fasilitas spa dan pijat untuk memenuhi kebutuhan tamu akan kesehatan dan kecantikan.

Tidak hanya fasilitas yang disediakan oleh hotel, konsep one stop living juga terlihat dari beberapa tenant restoran, resto fastfood, dan salon kecantikan yang mengelilingi area depan lobi hotel.

Dengan seluruh kelebihan yang ditawarkan, Best Western Papilio Hotel berharap dapat selalu menjadi pilihan utama bagi para tamu untuk menginap saat berkunjung ke Surabaya. (Photos: Burhan Abe & Dok. Best Western Hotel)

Sunday, April 16, 2017

Great Canadian Food with Chef Joan Monfaredi

C's Steak & Seafood Restaurant, 10 – 18 April 2017



This April, C’s Steak & Seafood proudly host professional Canadian Chef Joan Monfaredi from Park Hyatt Toronto, who was named one of “Canada’s Rising Stars” in the hospitality industry by Hotelier Magazine and was twice named “Chef of the Year” for HyattTM hotels and resorts.

Chef Monfaredi bring her culinary creativity to the table, combining the freshest and finest farm-to-table ingredients with her more than 25 years of culinary experience. Highlights include beef carpaccio, seafood chowder, Canadian beef 3-ways, live Canadian lobster thermidor, and more exciting menus.

Food Tasting Event

Chef Joan menu highlights.

APPETIZER

Spicy wild salmon tartar
Celeriac vichysoise, salmon roe, tomato oil, chives

Beef carpaccio
Fried brussel sprout leaves, braised cranberry, roasted chestnut crumbs, balsamic vinegar, pink peppercorn

Escarole, frisee and endive salad
Crisp beef bacon, pickled candy beets, shaved gruyere cheese, charred lemon hazelnut dressing, toasted hazelnuts

Braised beef ravioli
Leek and celeriac puree, roasted ciopollini and balsamic, baby kale, chantrelle

Seafood chowder wild salmon gratinee with lobster
Seared seabass, mussels, clams, lobster, fresh chervil, cheddar tuille hollandaise, fresh orange, fennel puree, steamed green asparagus

Beef Carpaccio

Seafood Chowder

Canadian Lobster

Canadian Beef 3-Ways

Live canadian lobster thermidor 1.5 lb
classically prepared lobster crustacean sauce, sautéed spinach, herbed chateau potatoes, blistered grape tomatoes

Canadian beef 3-ways
Char-grilled filet, braised shoulder, pan-seared wagyu chuck tender spiced vinegar sauce, red wine demi-glace, chive gremolata, herb butter, potato puree, chervil potato crisp, crunchy onion ring, tomato and garlic chips

Char-grilled 8 oz canadian beef filet
Dark ale and cremini mushroom sauce, cauliflower and potato puree, braised cipollini onions, roasted carrots, green asparagus

Braised canadian beef bourguignon
Root vegetables, chanterelle, potato and sour cream mash, parsley

Char-grilled 12 oz canadian striploin steak
Montreal spiced steak, green peppercorn red wine demi glace, sweet potato frites, herb roasted roma tomatoes

Trio Chocolate Mouse Quennele

Citrus Sensation

DESSERT

Citrus sensation
Lemon bar with toasted meringue, key lime semi-freddo cube, orange mango bavarian crème, crushed caramel pretzel, red berry coulis, sugared mint

Trio of chocolate mousse quenelle
Smores, grand marnier, black forest caramel sauce, chilled sabayon, almond tuile

For more info, please call 021 2992 1383

Grand Hyatt Jakarta opened its doors in March 1991, coinciding with the successful “Visit Indonesia Year”. Strategically located in the heart of Indonesia’s capital, Grand Hyatt Jakarta is surrounded by office buildings that are home to international companies, embassies and government offices. Offering a dynamic lifestyle for business and leisure travelers, the hotel is conveniently located in an integrated complex of luxurious residential and office towers, adjacent to the Plaza Indonesia shopping centre, where guests can indulge in luxury brand shopping and various dining experiences. The hotel offers 427 guestrooms, including 37 suites, with award-winning facilities and services, as well as five restaurants and a bar, nine function rooms, the Grand Ballroom, with a total capacity of 2,000 guests.

For more information, please visit jakarta.grand.hyatt.com