Friday, April 21, 2017

Staycation @ Best Western Hotel, Malang dan Surabaya (1)

Bersama Para Host

Undangan staycation selalu menarik. Bukan karena merasakan pengalaman menginap di hotel yang tentu berbeda dengan di rumah, tapi juga menelusuri tempat-tempat wisata di sekitarnya, melihat local attraction atau pun berwisata kuliner, jelas mengasyikkan.

Itu sebabnya tawaran Bella Chyntia Novitasari, dari Corporate Marketing Communications, Best Western® Hotels & Resorts, Area Development Office Indonesia, untuk berkunjung ke Best Western Hotel, Malang dan Surabaya, 11- 13 April 2017, tidak saya sia-siakan. Kebetulan, dari Jakarta hanya dua blogger, saya dan Rian Farisa saja yang diundang, yang di tempat tujuan nanti, akan bergabung dengan blogger-blogger lain, dari Malang, Surabaya, dan Kediri. Dari Malang ada 3 orang; Sri Rahayu, Yuwono Oktavialdi, dan Dewi Ratna; dari Surabaya ada 6 orang; Budiono Sukses, Nuzulul, Avy Chujijah, Nurul Rahma, Niar Ningrum, dan Yuniari Nukti; serta seorang dari Kediri, Silviana Noerita.

Bloggers Surabaya

'Lingua' dari Jakarta

Well, perjalanan relatif lancar. Apalagi, dari Jakarta bisa terbang langsung ke Malang. Best Western, yang ada embel-embelnya OJ, yang dalam bahasa India, berarti 'keberuntungan', terletak di Jalan Dr. Cipto No 11, Malang. Ini adalah lokasi yang strategis dan mudah ke mana-mana, baik ke pusat kota maupun ke tempat-tempat wisata.  

Cukup cozy, begitu kesan pertama saya terhadap Best Western OJ. Hotel berbintang empat ini menawarkan tempat menginap yang nyaman dan fasilitas penunjangnya membuat para tamu merasa betah berlama-lama.

Hotel ini menawarkan 129 kamar, yang terbagi menjadi beberapa tipe yaitu Superior, Deluxe, Super Deluxe, dan Suite Junior dengan tarif mulai dari Rp 400 ribuan per malam.

Untuk ukuran kota Malang, fasilitas yang ditawarkan tergolong lengkap dan premium, sebutlah bar di tepi kolam, layanan kamar 24 jam oleh staf hotel yang profesional, layanan laundry, ruang merokok, ruang keluarga, dan fasilitas Wi-Fi di kamar dan tempat-tempat umum di hotel ini. Tersedia pula pusat bisnis dan fasilitas rapat bagi para pengunjung yang datang untuk keperluan bisnis.

Skyroom

Skyroom - Indoor 

Ada juga restoran yang selalu siap memanjakan lidah dengan berbagai pilihan menu yang lezat dan coffee shop untuk sekadar 'ngopi cantik'. Untuk fasilitas rekreasi, tersedia kolam renang indoor yang bersih dan nyaman. Tapi yang paling istimewa adalah Skyroom yang terletak di rooftop hotel, inilah kafe pertama dan tertinggi yang ada di Malang.

Museum Angkut
Hari pertama kami merencanakan mengunjungi Museum Angkut yang termasuk objek wisata baru di Malang, tepatnya di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu. Makan siang kami lakukan di hotel, tapi kami tidak perlu masuk kamar terlebih dahulu, maklum banyak tamu, sehingga kami harus patuh dengan jam check in yang available setelah jam 2 siang.

Batavia Tempo Doeloe - Museum Angkut

Mengunjungi museum? Boleh saja orang-orang under estimate terhadap museum di Indonesia, tapi yang ini lain. Museum yang dibuka 9 Maret 2014 ini tidak pernah sepi pengunjung, bahkan weekdays.

Museum angkut ini, ada yang keliru menyebut ‘angkot’, jauh dari membosankan, karena banyak koleksi mobil tua dan bersejarah dipamerkan di sini. Bahkan boleh disebut, inilah museum transportasi terlengkap di Indonesia. Museum ini berisikan kendaraan-kendaraan yang ada dari zaman dahulu yang sering digunakan orang untuk bepergian dari beragam tempat dan negara.


Becak
Koleksi Mobil Antik

Kawasan Bronx

Broadway

Beatless

Kendaraan-kendaraan tidak hanya dipajang, tapi juga ditempatkan di lingkungan tempat kendaraan itu berasal. Mobil-mobil asal Eropa, misalnya, diparkir di pertokoan di kota-kota di benua tersebut, sebutlah Paris. Dengan konsep tersebut, alhasil tidak sekadar pameran kendaraan, tapi pengunjung dibawa seperti bertamasya ke negeri-negeri asal kendaraan tersebut berasal.

Tidak cukup di sini, pada hari-hari tertentu ada pawai mobil-mobil mewah kuno (yang ternyata masih berfungsi dan bisa dijalankan mesinnya), lengkap dengan karnaval bersama tokoh-tokoh di area yang disebut Broadway Street di Zona Gangster, AS.

Ketan Legenda
Setelah puas mengitari museum, yang luasnya tiga hektare dan mempunyai bangunan bertingkat tiga, kini saatnya berwisata kuliner. Pilihannya adalah ‘Ketan Legenda’, yang berdiri sejak 1967. Ke Batu memang memang tidak lengkap kalau tidak mampir ke Pos Ketan Legenda, yang kini mempunyai dua cabang.

Memang tidak rugi mencicipi penganan ketan ini. Ketannya sangat pulen, disajikan dalam sebuah piring lengkap dengan bubuk kedelai. Hmmm...

Wedang Legenda

Ketan Legenda - Klasik

Gaya Blogger

Itu yang klasik, nyatanya ketan ini sekarang bisa disajikan dengan berbagai topping, yang tak kurang dari 12 varian yang dihadirkan dalam menu. Sebut saja  Ketan Ayam Pedas, Ketan Susu Keju, dan lain-lain, tak terkecuali Ketan Durian. Tentu, tidak hanya ketan, karena ada menu-menu yang lain yang tak kalah maknyusnya.

Hari ini pertama diakhiri dengan acara masak-memasak di hotel, tepatnya di Skyroom. Kami belajar membuat mi lamien bersama chef hotel ini, dan dilombakan antar blogger. Sang pemenang mendapat hadiah dari Best Western Hotel.

Passage to Surabaya
Hanya semalam di Best Western OJ Malang, sebab pagi di hari kedua, setelah sarapan di Restoran Pandanwangi kami melanjutkan perjalanan ke Best Western berikutnya di Surabaya, tepatnya Hotel Best Western Papilio Surabaya. Melalui jalan darat kami menempuh 90 kilometer ke kota terbesar kedua di Indonesia. Jalanan lumayan padat, bahkan di tolnya, meski tidak separah di Jakarta.

Oh ya, pada pagi itu, sebelum sarapan tentu saja, adalah acara senam bersama, dengan program yang paling hits saat ini: Zumba!

Cerita selanjutnya ada di SINI

(Burhan Abe)

2 comments:

  1. Mastah.. foto fotonya ciamik

    ReplyDelete
  2. Paling suka foto kursi merah dengan meja kayu warna natural. Wowow

    ReplyDelete