Tuesday, August 24, 2010

Ramadhan Food Festival


SETIAP Ramadhan tiba, entah mengapa tema-tema yang berbau Timur Tengah selalu muncul. Mal Kelapa Gading Jakarta, misalnya, setiap tahun mengadakan Arabian Night Food Festival (13 – 29 Agustus 2010).


Festival makanan yang digelar di halaman outdoor La Piazza ini, entah mengapa makanan Timur Tengah-nya minim. Memang sih ada nasi kebuli, kebab, kurma, dan lain-lain, tapi yang dominan justru makanan Indonesia dari berbagai daerah – mulai dari gudeg Yogya, lontong sayur Medan, makanan Padang, bahkan makanan Manado. Lebih unik lagi, sate Afrika – yang biasa mangkal di Tanah Abang Jakarta, justru yang paling favorit.


Tapi pengunjung memang tidak terlalu peduli dengan berbagai pilihan makanan yang melenceng dari tema tersebut. Yang penting adalah perayaannya, tradisi ngabuburit yang diwujudkan dalam budaya perkotaan – yang identik dengan keramaian di mal, plaza, dan pusat-pusat perbelanjaan.


Jangan heran, berbagai event, bahkan tradisi keagamaan di Indonesia selalu dimanfaatkan mal-mal untuk meggenjot omsetnya. Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memanfaatkan nafsu belanja masyarakat dengan mengadakan Ramadhan Sale, food festival, dan sejenisnya. Sama halnya dengan Natal dan Tahun Baru, misalnya. Yang membedakan adalah simbol-simbolnya. Untuk Ramadhan, ikon-ikon Timur Tengah banyak dipakai, paling tidak, pasar-pasar swalayan pasti menjual kurma dari berbagai negara Arab. Yang khas Indonesia mungkin sarung, kopiah, dan beduk, atau ditambah ketupat untuk Lebaran.


Juga, hotel-hotel pun menggelar acara serupa meski tidak sama persis. Hotel Melia Jakarta, misalnya, menggelar kuliner unik dan and otenstik Mesir, yang disiapkan secara eksklusif oleh Chef Bassem Ramses Mekhael Hanna yang khusus didatangkan dari Meliá Sinaí Hotel, Mesir, yang berlangsung mulai 29 Agustus hingga 2 September 2010. Sementara itu The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, misalnya, mendatangkan chef asal Maroko, Amine Adelmounaime.


The Ritz-Carlton memang tidak main-main, karena Chef Amine yang berasal dari The Ritz-Carlton, Doha di Qatar itu memang pakarnya untuk makanan Timur Tengah, dan telah mendapatkan beberapa penghargaan di dunia kulinari termasuk penghargaan “The Salon Culinaire of Qatar”. Pada tahun 1996, Chef Amine memulai kariernya di hotel “La Mamounia” yang terkenal di Maroko.“La Mamounia” adalah sebuah tempat favorit banyak selebritis seperti Winston Churchill, Franklin Roosevelt, dan Nancy Reagan. Ia kemudian bergabung dengan The Ritz-Carlton, Doha pada tahun 2002 sebagai Assistant Chef De Cuisine dan secara bertahap dipromosikan menjadi Chef De Cuisine.

Selama bulan Ramadhan ini, Chef Amine menunjukkan kemahirannya dalam menghidangkan masakan tradisional Maroko dan Timur Tengah. Beberapa hidangan spesial, di antaranya adalah the traditional Cous-cous, the seafood in fillo pastry/ Bastilla bi lhout, the spiced eggplant dip/ Zaalouk, serta berbagai hidangan lain yang terkenal marinated whole fish/ Baharatli balik izgara, dan Kofte kebabs. Makanan penutup antara lain fillo pastry with almond/ Pastilla bilhalib dan pistachio rolled fillo pastry/ Fistikli burma.

Sementara di Ritz-Carlton Jakarta yang lain, alias yang berlokasi Mega Kuningan, juga menggelar Middle East Food Festival, yang berlangsung mulai 11 Agustus hingga 9 September 2010. Chef yang dihadirkan adalah Feras Hawa dari The Ritz-Carlton, Doha, Qatar juga. Ia menyiapkan hidangan spesial nuansa Timur Tengah untuk tamu di Asia Restaurant. Sebutlah Jordanian Mansaf, Gratian Lebanese, lasagna with chicken, Syrian lamb Shakrya dan masih banyak lagi.

Yang menarik, untuk menghibur pengunjung di saat berbuka, ada pertujukan tarian dari Mesir, yakni Tanoura. Tarian ini sangat khas, yakni penarinya berputar-putar mengikuti irama, konon seperti tradisi para sufi yang berzikir sambil badannya bergerak-gerak. Spinning your Ramadhan! (Burhan Abe)

http://www.perempuan.com/index.php?comp=myday&do=index&id=31


No comments:

Post a Comment