Saturday, February 05, 2011

Gong Xi Fat Chai 2562


TAHUN Baru China telah menjadi agenda perayaan di Indonesia. Setelah lebih dari tiga dekade hidup dalam era penyeragaman Orde Baru, kini seluruh komponen bangsa, termasuk
etnis Tionghoa, memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri, termasuk dalam merayakan Imlek.

Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa, tidak hanya di Tiongkok, tapi juga di belahan dunia mana pun. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama di penaggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chuxi yang berarti "malam pergantian tahun".

Tradisi merayakan Imlek di Indonesia memang baru beberapa tahun, tepatnya sejak (almarhum) Abdurrahman Wahid ketika menjabat RI-1 mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang kaum Tionghoa merayakan pesta agama dan adat istiadat di depan umum dan hanya boleh dilakukan di lingkungan keluarga.

Kini, orang boleh bersuka cita setiap ada perayaan Imlek, termasuk tahun 2562 yang bertepatan dengan 3 Februari 2011. Sebetulnya tidak hanya etnis Tionghoa yang bisa merayakan dengan penuh kebebasan dan kegembiraan, tapi boleh dikatakan semua bangsa Indonesia yang mengaku “Bhinneka Tunggal Ika”. 

Paling tidak, Imlek di Indonesia ditandai dengan perayaan-perayaan di beberapa tempat keriaan. Di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta, misalnya, memanjakan para tamu dengan nuansa yang sarat oriental, dihiasi dengan klenteng dan lampion khas tahun baru China yang akan mempercantik penampilan lobi mereka. Ang Pao keberuntungan yang digantung pada pohon Mehwa juga disediakan di area hotel untuk menambah semaraknya perayaan.

Grand Ballroom menjadi tempat perayaan tahun Baru China tahun ini. Para tamu dapat menikmati makan malam special dengan berbagai macam hidangan seperti kombinasi Deluxe Chinese BBQ, Shark fin sup dengan aneka seafood, Steam Fish dengan garlic superior dan soya sauce serta manisan Imlek sebagai makanan penutup yang sudah disiapkan secara khusus oleh chef-chef handal mereka.

Hidangan wajib yang selalu tersedia selama Tahun Baru China, adalah Yee Sang, sayur-sayuran segar dan ikan mentah yang dicampur satu per satu dengan delapan tahapan sesuai artinya masing-masing; kemakmuran, kesehatan, keberuntungan dan kebahagian. Pada akhir tahap pencampuran, hidangan diaduk dan diangkat tinggi-tinggi dengan sumpit, sambil melempar ke udara, mereka akan berujar, “Lo hei!”, semakin tinggi dan meriah, semakin makmur!

Tidak hanya itu saja, perayaan malam tahun baru Lumire senagaja mendatangkan penyanyi internasional Cao Feng yang diterbangkan langsung dari Beijing. Selain itu malam tahun baru di “Kampung Kelinci” (sesuai shio tahun ini) itu juga ada penampilan penyanyi Ms. Sin Sin, atraksi topeng 1000 wajah, sulap, Barongsai, dengan MC Freddy Su.

Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta, juga tidak mau ketinggalan. Hotel yang letaknya bersebelahan dengan Mal Kelapa Gading ini menggelar promosi santap malam prasmanan Tahun Baru Imlek di Harris Café. Menampilkan beragam suguhan menu oriental seperti Braised Hoisin and Bailing Mushrooms Oyster Sauce, Braised Eel in Superior Brown Sauce, Broccolis and Crab Meat Sauce, Fried Prawn Cakwe dan masih banyak lagi, yang diolah khusus oleh Executive Chef Sayuzi beserta tim. 

Selain menu prasmanan, juga ada sejumlah pondokan, di antaranya aneka dim sum hingga Peking Duck. Bagi Anda para pencinta cokelat, silakan mencoba lelehan chocolate fountain, lengkap dengan aneka kue, biskuit, es krim dan buah-buahan. Semuanya dapat Anda temukan pada deretan menu penutup. Atraksi barongsai, sudah pasti, ada di lobi hotel, juga pertunjukan alat musik China.

Tidak hanya hotel, pusat-pusat perbelanjaan pun mempunyai cara yang unik merayakan Imlek. Mal Kelapa Gading dan La Piazza, misalnya, yang dikenal sebagai “China Town” Jakarta yang modern, tak ubahnya seperti Orchard Road, Singapura. Beragam rangkaian acara, program belanja dan dekorasi sudah mereka persiapkan untuk menyambut datangnya tahun kelinci 2562.

Terinspirasi dari salah satu kota di Utara China ‘Harbin’ yang mendapat julukan ice city, Mal Kelapa Gading mewujudkan perayaan Imle tahun ini dengan tema “Chinese New Years on Ice” yang menghadirkan arena indoor ice skating seluas 8,3 x 20 meter. Dekorasi dibuat tampak seperti pahatan es dengan dekorasi lampu yang berwarna-warni. Nuansa Imlek semakin kental dengan dekorasi benteng khas negara Tirai Bambu berketinggian mencapai 7 meter yang menjadi latar belakang sekaligus pintu masuk wahana ini.

Wahana outdoor juga turut menyemarakkan Imlek tahun ini, yaitu Segway yang bisa dinikmati di arena Gading Walk. Kendaraan roda dua mirip dengan skuter ini merupakan kendaraan listrik ramah lingkungan yang mulai populer di Indonesia. 

Menambah semarak perayaan Imlek, dari tanggal 2 sampai dengan 4 Februari 2011 para pengunjung kedua mal tersebut dihibur oleh pertunjukan Barongsai. Pertunjukan barongsai yang dilengkapi dengan iringan musik dari gong (nong), simbal (cai-cai) dan tambur akan berkeliling untuk menghibur pengunjung sebagai lambang kegembiraan dan semangat di tahun yang baru. 

Program belanja? Pasti tidak lupa, seperti jamaknya menyambut Lebaran, Natal, dan Tahun Baru (Masehi). Late Night Shopping , yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam 24.00 WIB, digelar beberapa waktu sebelumnya, 21 – 22 Januari 2011. 

Suasana berbeda juga akan terlihat di La Piazza pada Hari-H dengan hadirnya Forbidden: Dinasti Han, dekorasi bertema Dragon Palace dan Chinese New Year’s Eve Dinner. Acara makan malam tersebut dimeriahkan oleh penampilan artis seperti Helena Idol, serta Chinese Music Harmony by Willy Soemantri Music School. 

Forbidden: Dinasti Han menghadirkan petualangan yang menghibur dan mendidik akan sejarah salah satu Dinasti yang paling berpengaruh dan terkuat di Cina. Pengunjung dapat menemukan beragam dekorasi, properti serta atribut khas menyerupai Dinasti Han pada masa kejayaannya, mulai dari pintu masuk kerajaan, tempat jamuan makan bagi para tamu besar kerajaan, pasukan tentara Dinasti Han (yang dikenal Darkota) dengan perlengkapan perang hingga ruang siksa bagi para tawanan perang. 

Sementara itu di bagian ruangan lainnya, pengunjung juga bisa menikmati ragam dekorasi yang merupakan bentuk perkembangan dari nilai seni dan budaya pada masa Dinasti Han, mulai dari dekorasi musisi China yang bermain musik dengan alat kecapi tradisional, hingga singgasana kerajaan yang diisi oleh permaisuri dan kaisar dengan pakaian khas kebesaran pada masa Dinasti Han. Acara ini berlangsung sejak 02 Februari hingga 13 Maret 2011.

Selamat Hari Raya Imlek. Gong Xi Fat Chai.