Sunday Folks Luncurkan Aneka Pilihan Es Krim Artisanal di The Buya, Jakarta 

Es krim artisanal Sunday Folks terinspirasi dari dapur Creamier Toa Payoh mereka di Singapura. Tekstur lembut yang menggoda serta cita rasa es krim yang baru diaduk, ketika es krim keluar secara perlahan dari wadah es krim adalah inspirasi di balik lahirnya Sunday Folks. Setelah dikembangkan secara hati-hati selama tiga tahun, akhirnya Sunday Folks hadir bagi para pencinta kuliner di Singapura. 

Setiap varian es krim Sunday Folks dibuat secara cermat dalam jumlah kecil. Masing-masing memiliki resep yang unik serta tidak menggunakan bahan instan, perasa buatan, maupun bahan pengawet. 

Tim kuliner Sunday Folks menggunakan bahan-bahan premium serta sari buah asli untuk memproduksi es krim yang mewah sehari-hari. Diolah hanya saat ada pesanan, bahan-bahan tersebut secara hati-hati diaduk alat pengolah, untuk menjaga kekayaan cita rasa serta kualitas pusaran ikonis es krim mereka. Tampilannya yang sering disalahartikan sebagai soft serve justru merupakan bukti dari kualitas es krim Sunday Folks yang istimewa. 

Menu Sunday Folks terinspirasi dari cerita dan rasa yang mendunia. Entah itu biji cokelat dari Indonesia atau garam artisanal dari penghasil garam di Inggris, tiap bahan yang digunakan memiliki cerita tentang dedikasi Sunday Folks dalam melestarikan seni membuat hidangan penutup. Produk-produk mereka yang menakjubkan dibuat dalam jumlah kecil, bebas dari bahan kimia, dan dihiasi dengan rasa cinta dan bangga yang tak berkesudahan. 

Sunday Folks mempersembahkan beragam rasa es krim, seperti Earl Grey Butterscotch Parfait dan Nasi Lemak Parfait mereka yang populer. Menariknya, Sunday Folks juga menghadirkan es krim petits gâteaux seperti rasa Es Teler dan Yoguberry yang segar. 

Nasi Lemak Parfait dan Nasi Lemak Cone

Selain menu es krim dan hidangan penutup, Sunday Folks juga menawarkan menu all-day brunch dan tapas, seperti Crispy Buttermilk Chicken Waffle with Maple Glaze, Singapore Chilli Crab Cake and Golden Mantou, dan Kueh Pie Tie. Tamu juga dapat menikmati koktail yang terinspirasi sajian pencuci mulut, seperti Pink Floyd, racikan lavender martini dan sorbet stroberi, dan Martabak, segelas wisky dengan sentuhan mentega Wiesman. 

Yoguberry

Dengan tawaran mulai dari es krim segar hingga beragam pilihan hidangan penutup dan kue yang dibuat langsung setiap hari serta opsi all-day brunch dan koktail yang memikat, Sunday Folks mengajak tamu untuk menjadi bagian dari selebrasi gairah, cinta, dan komitmen atas makanan yang lezat dan suguhan buatan tangan. 

Related Stories

spot_img

Discover

Nyepi, Tapi Tetap Stylish di Ayana Bali

Setahun sekali, Bali mendadak jadi versi “airplane mode”. Nggak ada clubbing, nggak ada macet,...

Belitung yang Dijaga Waktu

Alam, Warisan, dan Cara Hidup di Tanjung Kelayang Reserve Di Kepulauan Belitung, lanskap tidak sekadar...

Da Maria, dan Seni Tetap Relevan di Bali

Di Bali, restoran datang dan pergi seperti ombak. Yang bertahan lama? Biasanya bukan yang...

Hawker Legends di NIHI Sumba

Ketika Warisan Rasa Tak Perlu Berteriak Ada jenis kemewahan yang tak merasa perlu menjelaskan dirinya...

AlUla dan The Red Sea Punya Tawaran Panas 2026

Ramadan, Tapi Versi Paling Stylish Lupakan bayangan Ramadan yang serba sunyi dan repetitif. Di Saudi,...

Java Jazz Festival Buka Babak Baru di Usia 21

Penyelenggara Java Festival Production mengumumkan penyelenggaraan myBCA International Java Jazz Festival 2026, yang menandai...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here