Berpetualang Rasa ke Negeri Kangguru

Kabarnya ini konsep menu baru baru yang akan dihidangkan pada para penumpang rute domestik dan internasional. Fasilitas Snap Fresh di Crestmead, Brisbane, merupakan salah satu pusat produksi sajian hidangan makanan termodern di dunia dan merupakan bagian dari tren internasional dalam industri jasa boga dalam memberikan kualitas terbaik dan konsistensi (lihat Snap Fresh dari Qantas).

Inilah permulaan pengenalan terhadap makanan Barat, khususnya selera Australia. Tapi Epicurean Experinces Theme Tour agaknya baru dimulai di Brisbane. Dengan penerbangan domestik, juga dengan Qantas yang menyeponsori seluruh perjalanan ini, saya tiba di ibu kota Queensland itu pukul 13.35 waktu setempat.

Neil Abercrombie dari perusahaan transportasi Astra of Brisbane menjemput saya, dan dengan limousin saya diantar ke Marriot Hotel. Sepanjang jalan menuju hotel saya melihat kota yang bersih, perumahan, taman, dan gedung-gedung tinggi tertata rapi. Udara sangat cerah, pantas kalau mereka menyebut Brisbane sebagai ‘City of Sun Days’.

Di hotel yang beralamat di 515 Queen Street Brisbane itu telah berkumpul lima wartawan lain yang datang dari pelbagai negara: Argentina, Jerman, Afrika Selatan, Swedia, dan Selandia Baru.

Sebetulnya banyak tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi di Brisbane. Museum, art gallery, atau Treasury Casino. Yang disebut terakhir ini tak lain adalah salah satu kasino yang terbesar di Australia, tak kurang dari 100 meja judi yang tersedia, belum termasuk 1.200 mesin judi. Tapi perhatian kami kali ini tentu pada resto dan kafe.

Photo by Roberta Sorge on Unsplash

Setelah istirahat beberapa waktu sambil menghimpun energi, malam harinya para wartawan berkumpul di foyer hotel. Kami saling berkenalan. “The party will start from here!” kata Felicity Osman dari ATC Pusat (Sydney).

Selain Felicity yang menjabat sebagai Publicity Officer – Europe, Middle East & South Africa, yang akan memandu kami selama program berlangsung, kami juga akan ditemani Jodie Kelly untuk acara di Queensland.

Restoran pertama yang kami kunjungi adalah E’cco Bistro. Berlokasi di pusat kota, hanya beberapa blok dari hotel. Restoran ini tidak terlalu besar, tapi cukup lega untuk makan malam yang romantis. Dekorasinya cenderung minimalis. Hampir tidak ada sekat antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Sangat friendly, apalagi pengelola dan pengunjung sepertinya sudah saling akrab.

Malam itu hidangan terdiri dari lima bagian, mulai dari pembuka hingga penutup, termasuk kopi atau teh. Saya terkesan dengan main course-nya, yang terdiri dari seafood stew lengkap dengan ikan, kerang-kerangan, mussels (remis segar), serta cumi.

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Trisara Phuket: Ketika Wellness Tak Lagi Soal Kabur

Tapi Pulang dengan Versi Diri yang Lebih Waras Ada resor yang menjual ketenangan. Ada juga...

Hiliwatu, Ubud

Tentang Bukit, Batu, dan Keheningan yang Tidak Kosong Ubud tidak pernah benar-benar sunyi. Ia hanya...

Jurnalisme 2026: Ketika Mesin Tak Percaya, Manusia Tak Sabar

Oleh Burhan Abe Ada satu ironi besar dalam dunia jurnalisme hari ini: semua orang butuh...

Eri Maldives Kembali Dibuka: Eco-Chic Tanpa Basa-Basi, Mewah Tanpa...

Barefoot luxury, tapi dengan isi. Bukan sekadar liburan—ini soal cara hidup. Maladewa tak pernah kekurangan...

Hennessy Menyambut Tahun Kuda dengan Koleksi Edisi Terbatas yang...

Ada merek yang merayakan Tahun Baru Imlek sekadar dengan mengganti kemasan. Ada pula yang...

Musim Baru di Amanpulo

Ketika Angin Amihan Kembali, dan Gaya Hidup Bergerak Lebih Tenang Ada tempat yang tak perlu...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here