Marina Bay Sands

Singapura, meski berstatus “luar negeri”, jaraknya hanya selemparan batu saja, tak lebih dari dua jam dari Jakarta. Itu sebabnya undangan dari negara kota yang luasnya hanya 710,3 km2 itu, menjadi hal yang hampir rutin. 

Ketika untuk kesekian kalinya saya diundang untuk menghadiri event global atau media tour, melihat dari dekat suatu kegiatan di sana, saya segera memutar otak sejenak, apa yang layak dikunjungi, selain acara yang utama. Maklum ‘objek wisata’ di Singapura ya itu-itu saja, dengan ikon Orchad Road, tujuan wisata belanja yang paling populer di seluruh dunia.

Dalam ‘Wing Tai Holdings Media Trip’, 2-4 September 2010, acara utamanya adalah konferensi pers dan mengunjungi properti terbaru kelompok usaha itu, Belle Vue Residences. Selebihnya acara bebas.

Di acara bebas itulah saya – bersama tiga teman jurnalis lain, serta PR officer dari Jakarta, kami merancang acara sendiri. Setidaknya ada dua tempat yang menjadi sasaran kami. Pertama, kawasan Clark Quay yang banyak kafe dan barnya, serta kedua, Marina Bay Sands – ikon baru Negeri Singa tersebut.

Di Marina Bay Sands (MBS), yang dibuka tahun ini, memang layak dikunjungi. Setidaknya kami ingin melihat dari dekat bangunan baru kebanggaan Singapura tersebut. Di lantai paling atas, yang disebut Marina Deck, ada kolam renang, yang panjangnya 150 meter, tiga kali lipat ukuran Olympic, tercatat sebagai kolam renang di alam terbuka terluas di tempat tertinggi di dunia, lantai 57. 

Marina Deck bukan mulai pagi dan tutup hingga jam 10 malam. Kami datang 20 menit sebelum tutup. Wah, apa boleh buat, tidak ada waktu lagi, kami pun berlima masuk dengan membayar 20 dolar Singapura per kepala. Tentu, kami tidak berenang, yang hanya diperuntukkan bagi penghuni hotel tersebut, tapi sekadar menikmati pemandangan Singapura dari atas.

MBS adalah satu dari dua integrated resort di Singapura yang baru dibuka akhir April 2010. MBS berada di area Marina Bay, bergabung bersama ikon-ikon Singapura yang sudah lebih dahulu berdiri seperti Patung Merlion, Esplanade, dan Singapore Flyer. 

MBS merupakan sebuah integrated resort yang memiliki fasilitas terpadu, terintegrasi dengan pusat perbelanjaan, hotel, ruang pertemuan atau eksibisi yang juga megah yang dilengkapi dengan museum artscience, serta berbagai tempat hiburan seperti theater, klub, dan restoran.

Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian adalah kasino – berarti melengkapi kasino yang terlebih dahulu ada di Sentosa Island. Kasino MBS ini dimiliki dan dikelola oleh Las Vegas Sands Corp, sebuah perusahaan yang memang spesialisasinya di bidang kasino yang juga pemilik Sands Macau Casino di Macau, China.

Yup, Marina Bay Sands ikon baru pengembangan pariwisata di Singapura. Dengan menampilkan berbagai atraksi yang tak ada tandingannya di dunia seperti taman iconic Sands SkyPark yang terletak 200 meter di atas permukaan laut, menikmati pengalaman kuliner yang tak terlupakan dari para chef kelas internasional, sebutlah Justin Quek, Guy Savoy, Tetsuya Takuda, dan banyak lagi, hingga pengalaman berbelanja di The Shoppes Marina Bay Sands, resor terintegrasi ini diperkirakan menarik lebih dari 70.000 pengunjung setiap harinya dan sekitar 18 juta tamu per tahun. It’s the place to meet and greet, to see and be seen! (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

CURE Bali: Fine Dining Tepi Laut

Tidak Perlu Teriak untuk Didengar Ada jenis restoran yang tidak datang untuk “rame-rame”—ia datang pelan,...

A Quiet Rally: Aman Tennis Club Meets The Webster

Di dunia di mana kolaborasi sering terasa seperti strategi pemasaran yang terlalu berisik, pertemuan...

Bekerja dari Bali, Tapi Bukan Liburan Biasa

Ketika villa privat jadi kantor, kolam renang jadi “meeting room”, dan hidup terasa sedikit...

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here