Menikmati Warisan Kuliner Belitung di Tanjung Kelayang Reserve

Pulau ini nggak cuma punya pasir putih dan laut biru. Dia juga tahu cara bikin lidah lo jatuh cinta.

Belitung selalu terdengar seksi: pantai cantik, batu granit raksasa, dan laut yang bikin lo pengen langsung nyemplung. Tapi di balik semua postcard-perfect scenery itu, ada satu hal yang sering bikin turis balik lagi—kuliner lokalnya. Dan kalau ada satu tempat yang bisa jadi pintu masuk buat nikmatin semua itu dengan gaya, jawabannya: Tanjung Kelayang Reserve.

Kawasan seluas 350 hektare di pesisir utara Belitung ini bukan sembarang resort area. Ia bagian dari UNESCO Global Geopark—alias paket lengkap: alam dilindungi, laut sebening kaca, dan, yang paling penting, makanan yang bikin lo lupa diet.

Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Anyaman Rasa yang Maskulin tapi Hangat

Belitung punya kuliner yang terbentuk dari hasil kawin silang budaya: Melayu, Tionghoa, plus cita rasa lokal. Dan kombinasi ini melahirkan hidangan-hidangan yang bukan cuma kenyang, tapi juga bikin lo merasa kayak lagi ikut sejarah.

  • Gangan: Sup ikan kuning dengan kunyit dan potongan nanas. Rasanya? Hangat, segar, dan tajam. Cocok banget jadi comfort food setelah berenang atau… habis satu botol bir.
  • Mie Belitung: Ini bintang jalanan yang nggak boleh lo lewatin. Mie kenyal disiram kuah kari udang gurih, ditambah kentang empuk, tahu lembut, tauge, dan kerupuk melinjo yang renyah. Messy but addictive, persis kayak hubungan yang nggak bisa lo hindari.
  • Mie Tionghoa-style: Versi lebih halus, pakai saus atau kuah bening, plus topping daging gurih. Kalau Gangan itu petualang liar, mie ini kayak gentleman in a suit.
  • Kopi Belitung: Lupakan latte art. Di sini kopi hitam disajikan pekat, tanpa ampas, aromanya mantap. Kalau mau yang lebih nakal, coba kopi susu kental manis. Paduan pahit dan manis yang bikin lo sadar: hidup memang butuh keseimbangan.

Dari Reserve ke Piring Lo di Sheraton Belitung Resort

Sekarang bayangin: lo lagi nginap di Sheraton Belitung Resort, di jantung Tanjung Kelayang Reserve. Lo bangun, liat sunrise, lalu mikir: “Apa yang bisa bikin hari ini lebih sempurna?” Jawabannya: makan.

🔥 Weekend Seafood Feast
Bayangkan ikan kakap merah segar, cumi, dan udang yang baru diturunin dari kapal nelayan pagi itu. Semua dilempar ke bara api, dipanggang pelan-pelan sampai aromanya bikin lo lapar bahkan sebelum piring nyampe meja. Disajikan dengan kerupuk, kelapa muda, sup ikan, sayuran, dan nasi. Harga? Mulai Rp150.000 net per orang. Tambah seafood segar? Bayar sesuai beratnya. Simple, straight, seperti lo lagi belanja di pasar, tapi versi lebih kece.

Bacaan Menarik: Slow Burn, Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Related Stories

spot_img

Discover

Hennessy Menyambut Tahun Kuda dengan Koleksi Edisi Terbatas yang...

Ada merek yang merayakan Tahun Baru Imlek sekadar dengan mengganti kemasan. Ada pula yang...

Musim Baru di Amanpulo

Ketika Angin Amihan Kembali, dan Gaya Hidup Bergerak Lebih Tenang Ada tempat yang tak perlu...

Tempat Nongkrong Baru Buat Orang yang Nggak Cuma Mau...

Seminyak itu keras. Panas, cepat, penuh distraksi. Kalau lo ke sini cuma buat tidur...

KLEO Seminyak: Ruang Sosial Baru di Jantung Seminyak

Di Seminyak, hotel tak lagi sekadar tempat singgah. Ia menjadi ruang hidup—tempat ide, tubuh,...

Si Paling Tahu

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Di setiap lingkar pertemanan—dan hampir pasti di setiap kantor—selalu...

Bulan Madu di Saudi: Romansa Kelas Sultan, Sensasi Kelas...

Lupakan sejenak Bali, Maldives, atau Paris yang itu-itu saja. Untuk pasangan Indonesia yang ingin...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here