JAMPA: Botanical Dining, Redefined

Phuket’s Michelin Green Star Rebel Goes Plant-Based in Style

Di era di mana fine dining kerap identik dengan foie gras dan wagyu, JAMPA di Phuket memilih jalur berbeda: menyulut api untuk sayuran. Restoran peraih Michelin Green Star ini meluncurkan Pengalaman Botani 7-Hidangan—menu berlapis yang terasa lebih seperti statement piece ketimbang sekadar makan malam.

Sosok di balik dapur? Chef Rick Dingen. Muda, visioner, dan jelas bukan tipikal chef konservatif. Filosofinya, “A Life Worth Eating,” adalah manifestasi dari hubungan personal dengan alam, ditranslasikan lewat api terbuka, teknik fermentasi, hingga permainan tekstur yang mengguncang persepsi lama tentang kuliner nabati.

“Sayuran bukan tren. Ini gaya hidup yang tulus dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Crafting Fire, Smoke, and Soul

JAMPA bukan tentang gimmick. Dapur mereka membangun narasi lewat elemen-elemen dasar—api, asap, waktu.

  • Smokey Drama: Sayuran dipanggang di atas nyala terbuka, memunculkan aroma primal.
  • Live Fire Technique: Dari slow roast hingga pembakaran langsung, rasa umami alami dipaksa keluar tanpa kompromi.
  • Textural Play: Fermentasi, penuaan, hingga dehidrasi menciptakan dimensi yang jarang disentuh restoran lain.
  • No Waste Philosophy: Setiap bagian sayuran diolah. Zero leftovers, total respect.

Botanical 7-Course: A Modern Epic

Menu ini bukan hanya farm-to-table, tapi lebih mirip farm-to-fire-to-vision.

  • Tomat Pusaka – Stroberi – Buah Bael
  • Salad Musiman – Alpukat – Markisa
  • Kembang Kol – Bengkuang – Kimchi
  • Wortel – Gooseberry – Kedelai
  • Jamur Raja – Biji Bunga Matahari – Ara
  • Jambu Biji – Jeruk – Daun Laksa
  • Beras Liar – Apel Mawar – Madu Lebah Tanpa Sengat

Harga: THB 3.600++. Tersedia siang dan malam. Vegetarian-friendly tanpa kehilangan edge.

More Than a Restaurant, It’s a Statement

Masuk daftar 50 Best Discoveries, JAMPA berdiri sebagai simbol bahwa plant-based bisa punya kelas, sikap, bahkan sedikit rebellion. Ini bukan restoran yang sekadar memanjakan lidah—ini ruang eksplorasi, laboratorium rasa, dan pernyataan gaya hidup baru.

Phuket kini punya destinasi yang tak hanya mewah, tapi juga punya hati, otak, dan karakter.

Reservations: jamparestaurant.com

Related Stories

spot_img

Discover

Jenis Talenta Baru: Dari New Collar ke Next Level

Transformasi digital itu bukan pilihan. Dia datang, gedor pintu, dan kalau kita nggak siap,...

Menemukan Ketenangan: Koleksi Secluded Villa Dari Nakula

A Gentleman’s Escape, Bali Style Bali mungkin terkenal dengan beach club yang ramai, pesta sampai...

Start Small, Scale Big: Buku yang Bikin Kita Ingin...

Saya harus jujur, awalnya saya pikir buku tentang bisnis startup itu pasti rumit, penuh...

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital – Blueprint...

Di dunia bisnis modern, teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan lanskap tempat reputasi dibangun...

Dari Bandung ke London: Adhi, Anak Indonesia di Jantung...

Di balik layar kecerdasan buatan yang hari-hari ini mengubah cara manusia bekerja, belajar, bahkan...

“Behind The Stage”: Buku Paling Rock Tentang Bisnis Musik...

Kalau lo pikir industri musik itu cuma soal panggung, sound system, dan lighting keren,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here