Gosip: Olahraga Favorit Kantor yang Diam-diam Bikin Otot Kepercayaan Koyak

Wait—Gosip Bisa Positif?

Tenang. Tidak semua gosip bikin kanker organisasi. Kathleen Reardon dari USC bilang gosip itu bagian alami dari kehidupan sosial. Linda Hill menambahkan, informasi adalah kekuatan.

Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Di tangan yang tepat, gosip bisa jadi early warning system organisasi: sinyal ketidakpuasan, petunjuk arah kebijakan, atau barometer mood tim. Ibarat radar, bukan racun.

Bedanya sederhana:

  • Useful gossip: informasi strategis, insight, apresiasi, hal yang memperkuat jejaring.
  • Toxic gossip: menyerang pribadi, penuh asumsi & bias, menambah bumbu tanpa fakta… alias fanfic beracun.

Yang satu membangun, yang satu menghancurkan reputasi seperti trailer film horor level B.

Cara Mematikan Gosip Tanpa Harus Jadi Malaikat Penjaga

Jasmine Escalera punya tips: kalau ada yang mulai buka tabloid versi kantor, jangan diam.
Diam itu tanda “gue dengerin deh”—dan itu bikin si penyebar makin semangat layaknya penyiar radio yang rating-nya naik.

Paling gampang: geser topik. “Eh deadline kita masih hidup, kan?” Simpel. Efektif. Alarm mental langsung bunyi.

Pembahasan profesional pun sebaiknya fokus ke situasi, bukan karakter. Daripada bilang bos bawel, lebih baik bahas sistem monitoring yang kacau. Solusi > drama.

Pemimpin yang Berani = Gosip yang Mandul

Pemimpin sebenarnya punya kesempatan emas setiap kali gosip muncul. Bukan untuk menghukum, tapi untuk refleksi:
“Ini gosip muncul karena apa? Kurang komunikasi? Nada bicara gue salah? Sistemnya bikin orang insecure?”

Begitu pemimpin berani buka isu sensitif secara terbuka, gosip kehilangan panggung. Ia mati seperti jamur yang tiba-tiba kena matahari.

Kantor yang sehat itu bukan yang bebas gosip total (itu utopia), tapi tempat di mana gosip tidak berkembang biak. Pemimpin bukan polisi pembicaraan. Ia penjaga atmosfer. Begitu ruang kerja aman, orang bicara apa adanya, bukan apa adanya di belakang.

EXPERD | HR Consultant / Konsultan SDM
(Diterbitkan di Harian Kompas Karier, 22 November 2025)

Melek Politik: Drama Korea Politik Indonesia

Related Stories

spot_img

Discover

Langkah Sinematik Explora Journeys dari New York ke Samudra

Maybe the Best Hotel Has No Address Di sebuah kota yang tak pernah benar-benar tidur,...

Wishful Ramadan

Artotel Hub Simpang Temu Meriahkan Bulan Suci Ramadan Lewat Kampanye Wishful Ramadan Ramadan selalu punya...

Kecerdasan Relasi

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jako Di dunia pria modern, ada dua hal yang sering...

Maha Resort Bali, Ritme Baru Pengalaman Menginap di Canggu

Di Batu Mejan, hanya beberapa menit dari debur ombak yang membentuk karakter Canggu, berdiri...

Berpikir di Era AI: Antara Cepat, Cerdas, dan Tetap...

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob AI sekarang bukan lagi “teknologi masa depan”. Ia sudah...

Janu Residences, Dubai: Ketika Gaya Hidup Naik Level

Di kota yang identik dengan rekor—tertinggi, terbesar, termahal—hadir satu proyek yang tidak berteriak, tapi...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here