Jurnalisme 2026: Ketika Mesin Tak Percaya, Manusia Tak Sabar

Jadi, Ke Mana Arah Jurnalisme?

Laporan ini tidak menawarkan harapan palsu. Tidak ada janji bahwa AI akan menyelamatkan media. Tidak ada ilusi bahwa platform akan tiba-tiba adil.

Yang ada hanya satu kesimpulan jujur: jurnalisme harus berhenti bergantung. Bergantung pada platform. Bergantung pada trafik gratis. Bergantung pada reputasi masa lalu.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Masa depan jurnalisme—kalau masih ingin disebut begitu—ada pada kepercayaan yang dibangun ulang, hubungan langsung dengan audiens, dan keberanian untuk tidak populer tapi relevan.

Di 2026, mesin mungkin lebih cepat. Kreator mungkin lebih disukai. Tapi jurnalisme masih punya satu keunggulan yang belum bisa disintesis AI: tanggung jawab. Dan itu, untungnya, masih mahal.

Sumber utama: Nic Newman, Journalism and Technology Trends and Predictions 2026, Reuters Institute for the Study of Journalism, Januari 2026

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Related Stories

spot_img

Discover

Hiliwatu, Ubud

Tentang Bukit, Batu, dan Keheningan yang Tidak Kosong Ubud tidak pernah benar-benar sunyi. Ia hanya...

Eri Maldives Kembali Dibuka: Eco-Chic Tanpa Basa-Basi, Mewah Tanpa...

Barefoot luxury, tapi dengan isi. Bukan sekadar liburan—ini soal cara hidup. Maladewa tak pernah kekurangan...

Hennessy Menyambut Tahun Kuda dengan Koleksi Edisi Terbatas yang...

Ada merek yang merayakan Tahun Baru Imlek sekadar dengan mengganti kemasan. Ada pula yang...

Musim Baru di Amanpulo

Ketika Angin Amihan Kembali, dan Gaya Hidup Bergerak Lebih Tenang Ada tempat yang tak perlu...

Tempat Nongkrong Baru Buat Orang yang Nggak Cuma Mau...

Seminyak itu keras. Panas, cepat, penuh distraksi. Kalau lo ke sini cuma buat tidur...

KLEO Seminyak: Ruang Sosial Baru di Jantung Seminyak

Di Seminyak, hotel tak lagi sekadar tempat singgah. Ia menjadi ruang hidup—tempat ide, tubuh,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here