Dan mungkin itu poin terpentingnya: di kota yang penuh noise, Syrco BASÈ datang dengan presisi. Tidak teriak-teriak. Tidak cari validasi. Cukup hadir, plating satu per satu, lalu membiarkan rasa yang bicara.
Jakarta suka yang besar. Yang heboh. Yang viral. Syrco BASÈ? Ia memilih jadi tajam. Dan itu jauh lebih berbahaya.

