Baik untuk iftar bersama keluarga, pertemuan bisnis santai, maupun makan malam bersama sahabat, pengalaman bersantap di sini terasa effortless namun tetap elevated. Karena tingginya minat selama Ramadan, tamu disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu, terutama menjelang waktu berbuka.
Dari London ke Meja Makan Jakarta
Kisah Burger & Lobster dimulai pada 2011 di London, ketika empat sahabat sekolah memutuskan untuk membangun restoran dengan konsep sederhana namun berani: menyempurnakan dua bahan utama—lobster tangkapan liar dan burger daging sapi berkualitas tinggi.
Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now
Restoran pertama mereka di kawasan Mayfair hanya menawarkan tiga menu andalan. Namun justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatan utama: fokus pada bahan terbaik, teknik yang tepat, dan rasa yang jujur.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI
Kini, brand tersebut telah berkembang menjadi jaringan restoran global dengan 18 lokasi di berbagai kota besar dunia, termasuk London, New York, Bangkok, Doha, dan Jakarta. Di setiap kota, identitasnya tetap sama: hidangan berkualitas tinggi, porsi yang memuaskan, serta layanan yang hangat dan penuh perhatian.
Dengan energi khas London yang dinamis dan pendekatan kuliner yang lugas namun refined, Burger & Lobster terus membawa satu misi sederhana—mempertemukan orang-orang di meja makan melalui hidangan lezat dan momen kebersamaan yang berkesan. Dan Ramadan ini, momen itu terasa sedikit lebih istimewa. 🍽️✨
Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

