Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota dan arus wisatawan yang nyaris tak terbendung. Tapi di Trisara Phuket, ceritanya berbeda. Di sini, Songkran dan Easter tidak dirayakan dengan cara yang biasa—melainkan dengan pendekatan yang lebih tenang, lebih presisi, dan jelas lebih stylish.
Lupakan perang air di jalanan. Lupakan juga brunch Easter yang terlalu kaku. Trisara mengambil dua momen besar ini dan memelintirnya jadi sesuatu yang lebih relevan untuk traveler modern: intimate, curated, dan—yang paling penting—tanpa keributan yang tidak perlu.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi


Mulainya santai. Easter Brunch di Trisara bukan sekadar soal makan siang, tapi soal ritme. Empat jam yang terasa seperti jeda panjang dari dunia luar—dengan live jazz sebagai latar, angin laut sebagai pendingin alami, dan menu musiman yang tidak berusaha terlalu keras untuk mengesankan, tapi tetap berhasil melakukannya. Anak-anak sibuk dengan bunny hunt, orang dewasa sibuk memilih antara wine atau champagne. Semua orang, pada akhirnya, sibuk menikmati hidup.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine



Bagi yang ingin versi lebih “grounded”, pengalaman Easter di HiDEAWAY by JAMPA menawarkan sesuatu yang jarang: kembali ke akar. Bayangkan egg hunt di antara kandang ayam, makan siang berbahan lokal, dan suasana farm yang terasa jujur. Tidak ada gimmick—dan justru itu yang membuatnya menarik.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

