Seminyak itu keras. Panas, cepat, penuh distraksi. Kalau lo ke sini cuma buat tidur dan sarapan hotel, lo salah main. Masuklah ke KLEO Seminyak—hotel butik JdV by Hyatt pertama di Asia Tenggara—yang posisinya jelas: bukan sekadar tempat menginap, tapi markas sosial.
Di sini, tamu bukan cuma check-in. Mereka ikut hidup. Dengan desain mid-century modern yang ketemu seni Bali tradisional dan kontemporer, KLEO terasa seperti tempat nongkrong orang-orang yang sadar gaya, peduli tubuh, dan masih mau ngobrol beneran—bukan cuma scrolling.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi
Kamis Seni, Jumat Basah, Sabtu Sadar
Agenda mingguannya padat, tapi santai. Kayak hidup yang ideal.
Kamis sore, lo bisa pilih: Batik Painting (iya, seni warisan UNESCO—bukan gimmick) atau Rudraksha Bracelet Making, gelang simbol kejernihan dan proteksi. Kedengarannya spiritual? Iya. Efeknya? Bikin kepala lebih waras.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Jumat, waktunya main air. Aquarobics di rooftop—low impact, high resistance, high fun. Dengan kursi dan payung kuning buttercup, ini bukan olahraga sok serius. Ini cardio sambil ketawa.
Sabtu pagi, tempo diturunin. Yoga & Balance, angin Seminyak, langit terbuka, kadang suara upacara dari pura kejauhan. Habis itu? Glutes & Core training di gym. Karena keseimbangan hidup tetap butuh fondasi fisik.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

