Oleh Burhan Abe
Ada satu ironi besar dalam dunia jurnalisme hari ini: semua orang butuh berita, tapi makin sedikit yang percaya pada media. Laporan Journalism and Technology Trends and Predictions 2026 dari Reuters Institute for the Study of Journalism membuka tahun ini dengan nada yang jujur—bahkan agak muram.
Hanya 38 persen pimpinan media global yang optimistis pada masa depan jurnalisme. Angka ini bukan sekadar statistik; ini alarm keras yang berbunyi di ruang redaksi seluruh dunia.
Bisnis Kecil, Branding Besar: Rahasia UMKM Sukses di Era Digital, Tanpa Modal Besar
Yang menarik, para pemimpin media itu justru lebih percaya pada bisnis medianya sendiri ketimbang pada jurnalisme sebagai institusi. Seolah-olah mereka berkata: perusahaannya mungkin selamat, tapi misinya belum tentu. Dan saya paham kenapa.
Media Tak Lagi Jadi Gerbang
Dulu, jurnalisme adalah gerbang. Politisi masuk lewat media. Pebisnis butuh media. Publik bergantung pada media. Sekarang? Gerbangnya jebol dari segala arah.
Politisi memilih podcast yang ramah, YouTube yang jinak, dan influencer yang tidak banyak bertanya. Laporan Reuters menyebut ini sebagai “playbook Trump 2.0”—model komunikasi langsung yang melewati media, sambil sesekali menuding media sebagai “fake news” jika tidak sejalan .
The Playbook:Â Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal
Di sisi lain, publik—terutama yang muda—tidak sabar. Mereka tidak mau membaca panjang, tidak mau klik banyak, dan tidak mau menunggu verifikasi. Mereka ingin jawaban, sekarang juga. Dan di sinilah AI masuk sebagai solusi yang sekaligus masalah.
Ketika Google Berhenti Mengirim Tamu
Salah satu temuan paling mengganggu dalam laporan ini adalah prediksi bahwa trafik dari mesin pencari akan turun lebih dari 40 persen dalam tiga tahun ke depan. Bukan karena berita tidak penting, tapi karena berita tidak lagi dikunjungi.
Google kini bukan sekadar mesin pencari. Ia berubah menjadi mesin penjawab. AI Overviews menyajikan ringkasan langsung di layar. Pengguna puas. Media kehilangan klik.
Mesin Uang AliExpress:Â Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping

