Setahun sekali, Bali mendadak jadi versi “airplane mode”. Nggak ada clubbing, nggak ada macet, nggak ada drama. Pada 19 Maret 2026, Nyepi bikin satu pulau full shutdown selama 24 jam. Buat sebagian orang mungkin terdengar ekstrem. Buat yang tahu cara menikmatinya? Ini justru momen paling eksklusif.
Di atas tebing Jimbaran seluas 90 hektare, ayana bali meramu Nyepi jadi pengalaman yang bukan cuma sakral, tapi juga classy. Hening tetap hening, tapi tetap ada gaya.
Malam Sebelum Sunyi: Ogoh-Ogoh & Cultural Feast
Tanggal 18 Maret, vibe mulai terasa lewat pengerupukan. Parade ogoh-ogoh—patung raksasa simbol energi negatif—berjalan megah dan dramatis. Tahun ini ada Giri Murka dan Danu Murti, representasi kehancuran dan pembaruan. Filosofis, tapi tetap Instagram-worthy (postingnya nanti, ya).
Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping


PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital
Malamnya lanjut ke Magical Megobog and Cultural Dinner di Kampoeng Bali. Ritual, live performance, dan hidangan Bali autentik dalam setting terbuka. Ini bukan sekadar makan malam, ini dinner with storyline.
Kalau mau naik level secara intelektual (dan kelihatan pintar), mampir ke saka museum. Institusi budaya kontemporer ini sudah masuk radar global sejak dibuka 2024. Ada sesi diskusi soal filosofi Nyepi bareng Marlowe Bandem, lalu eksplorasi koleksi bersama Judith E. Bosnak. Culture, but make it compelling.
The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

