Dan Semuanya Bukan Lagi Soal Kemegahan
Selama bertahun-tahun, Dubai identik dengan gedung pencakar langit, hotel supermewah, dan pengalaman yang serba spektakuler. Namun kini, definisi kemewahan di kota ini mulai bergeser. Bukan lagi sekadar soal kemegahan visual, melainkan bagaimana sebuah tempat mampu menghadirkan suasana, membangkitkan emosi, dan membuat orang betah berlama-lama.
Perubahan itu terlihat jelas dalam sejumlah destinasi kuliner terbaru yang dirancang oleh studio desain interior ternama, LW Design Group. Melalui empat konsep restoran dan bar yang berbeda, studio ini menunjukkan bahwa pengalaman bersantap masa kini bukan hanya tentang makanan yang tersaji di meja, tetapi juga tentang cerita, atmosfer, dan momen yang tercipta di dalam ruang.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine
Mulai dari nuansa teatrikal khas Jepang, kehangatan rumah Italia, pesona pantai Amalfi, hingga bistro santai di tepi laut, setiap proyek menawarkan pengalaman yang terasa personal sekaligus berkelas.
Menikmati Drama Sebelum Makan di Netsu Bar
Di dalam hotel mewah Mandarin Oriental Jumeira, Netsu Bar menghadirkan pengalaman yang dimulai bahkan sebelum tamu duduk menikmati hidangan.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto
Terinspirasi dari seni pertunjukan Kabuki Jepang, ruang ini dirancang seperti sebuah pembuka pertunjukan. Pengunjung diajak bergerak dari area hotel yang terang menuju suasana yang lebih gelap, hangat, dan penuh antisipasi.
Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Jakarta





Bar megah menjadi pusat perhatian, sementara permainan pencahayaan, aksen beludru merah, detail emas, kayu alami, dan langit-langit bercermin menciptakan suasana yang dramatis namun tetap intim. Hasilnya bukan sekadar tempat menikmati koktail, melainkan ruang yang membangun ekspektasi dan rasa penasaran sebelum pengalaman kuliner dimulai.
Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

