Seni dan Ritual Mereguk Wine

Wine memang bukan minuman beralkohol biasa. Ada cara tertentu untuk menikmatinya, juga etiket tertentu sebagai social drink. Memang, banyak acara wine dinner digelar, seperti yang diadakan RISC, yang kita tinggal datang, makan dan minum anggur. Namun, manakala Anda menjadi tuan rumah, ada baiknya Anda mempelajari pernik-pernik yang kelihatan sepele tapi sangat penting artinya, bahkan menunjukkan kelas Anda.

Gelas, misalnya, tidak boleh sembarangan, karena bisa memengaruhi rasa anggur. Maka, jenis anggur yang berbeda disajikan dalam gelas yang berbeda pula. Anggur putih, sebagai contoh, umumnya dituangkan ke dalam gelas yang berbentuk tulip. Adapun gelas anggur merah ukurannya lebih besar, tambun, berfungsi meningkatkan anggur berkontak dengan udara. Sementara itu, sparkling wine atau champagne lebih cocok dengan gelas bertipe flute, yang memungkinkan Anda memandangi secara seksama gelembung yang bermunculan, sehingga keharuman aromanya dapat tercium secara bertahap.

Cara memegang gelas pun ada seninya. Yang lazim — bentuk apa pun gelasnya — adalah memegang bagian batangnya. Maksudnya untuk menghindari jari-jari yang tertempel pada dinding gelas yang bisa mengubah suhu wine.

Pada saat menuangkan anggur dari botol, arahkan langsung ke tengah gelas, sedangkan untuk sparkling wine harus dituangkan berlawanan dengan sisi untuk menjaga gelembung yang muncul. Pada saat menuangkan anggur, isilah gelas tidak lebih dari dua pertiga. Hal ini memungkinkan tamu Anda menggoyang isinya, mencium aroma, dan melihat warnanya.

Dalam jamuan makan malam, sajikan wine kepada wanita didahulukan, juga tamu yang lebih tua, kemudian pria, dan Anda yang terakhir. Selama acara berlangsung, botol wine biasanya terletak di sisi kanan tuan rumah.

Lalu, bagaimana menjodohkan wine dengan makanan? Bagi pemula memang tidak mudah, membutuhkan keahlian dan pengalaman. Red Cabernet mungkin bisa akur dengan beef tenderloin, tapi kurang matching jika dengan ikan gurame goreng. Hakikatnya, anggur merah cocok dengan daging merah, seperti sapi, rusa, kambing, dan lain-lain. Sementara itu, anggur putih lebih klop dengan ikan dan unggas-unggasan. Bon appetit! (Burhan Abe)

SWA, 18 September 2003

Related Stories

spot_img

Discover

Carved by Light and Silence: A New Chapter at...

Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap bermain di frekuensi yang...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

CURE Bali Tidak Berusaha Mengesankan—Justru Itu Kelebihannya

Ada restoran yang datang dengan suara bising. Ada juga yang datang dengan niat. CURE Bali...

Dapur Masa Depan Ada di Jakarta

Saat Teknologi Bertemu Ambisi Kuliner Indonesia Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, dapur kini...

Mengelola Atasan

Bukan Tentang Menyenangkan, Tapi Membuat Mereka Lebih Tajam Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob “People don’t...

Strategi Baru Centara: Mengubah Hotel Jadi “Experience Platform” di...

Industri perhotelan global sedang bergeser. Ketika kamar mewah dan fasilitas premium menjadi standar, diferensiasi...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here