Ambisi Menaklukkan Pasar Sepatu Dunia

Edo percaya bahwa bisnis adalah sebuah tool powerful untuk membangun masyarakat, baik secara ekonomi, kesehatan, pengatahuan, perspektif, keahlian dan karakter. Untuk membangun semangat karyawannya dibutuhkan servant leadership: kata dan perbuatan tidak ada gap, karena hal ini sangat membantu proses membangun bisnis yang sehat. “Dengan bisnis yang sehat otomatis akan membuat bisnis berkembang, jika bisnis berkembang, berarti cash flow positif dan berarti ada profit,” katanya.

Pengertian seperti itulah yang ia tularkan juga kepada 250 karyawannya. “Supaya mereka tahu arah perusahaan dan goal yang akan dicapai,” tukas suami Lieta Widiarti itu.

Kini, lebih dari dua windu, Edward Forrer eksis di jagat persepatuan (dan tas) kulit. Edo hampir tidak percaya bahwa produknya kini diburu para pecinta produk fashion, khususnya sepatu. Saat ini 35.000 pasang sepatu Edward Forrer diproduksi setiap bulannya. 

Namun, perjalanan memang belum berhenti. Tentu, akan banyak tantangan dan hambatan dalam menjalankan bisnis ke depan, apalagi kalau ingin menjadi merek global yang tangguh. Edo percaya, perkembangan dunia mode membuat sepatu tidak sekadar membungkus kaki, tetapi juga menjadi penyempurna dari busana yang tidak bisa dipisahkan, di sinilah kreativtas dan inovasi baru dibutuhkan.

Edo optimistis, dengan kemauan yang keras dan menerapkan strategi bisnis yang jitu, target pertumbuhan 200 gerai dan penetrasi ke 12 negara dapat tercapai. (Burhan Abe)

Fashion Pro, Desember 2008

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here