Dari Tablet ke Smartphone

Digital Innovators Summit di Berlin, mengumumkan akan membawa Adobe Publish ke pasar di musim panas 2015. Adobe Publish adalah platform yang dibangun Adobe Digital Publishing Suite (DPS) untuk membawa generasi berikutnya ke penerbitan dengan aplikasi mobile. Jadi, e-magazine kelak tidak hanya berkutat di tablet saja, tapi juga di smartphone – yang populasinya lebih banyak. “Ini memungkinkan publisher membuat aplikasi mobile untuk ponsel dan tablet sekaligus, tanpa ribet, dengan konten yang besar dan menarik tapi dengan cara yang sederhana, hemat biaya, dan modern,” ujar Nick Bogaty, sang kepala divisi penerbitan digital di Adobe DPS.  

Mei tahun ini adalah tahun ke lima sejak Adobe dan Conde Nast membawa majalah Wired ke iPad. Tujuannya tak lain adalah untuk menghasilkan publikasi digital interaktif untuk platform digital yang menarik dan fantastis. Kini tak kurang dari ribuan aplikasi di tablet dan telah di-download ratusan juta pembacanya di seluruh dunia.  

Kalau pun ponsel kini menjadi platform untuk penerbitan digital yang lebih serius, selain tablet, adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dinafikkan, karena pasarnya memang lebih besar. Tentu sebuah sebuah keniscayaan juga kalau MALE edisi 127 juga kan hadir dalam smartphone Anda – yang sebetulnya sebelumnya sudah ada di ponsel (dan tablet) Android, hanya saja kurang sempurna, karena desain kreatifnya sebenarnya dirancang khusus untuk platform iPad serta tablet Android.   Selama lima tahun terakhir kita belajar adalah bahwa pengguna aplikasi majalah digital ingin mencoba pengalaman yang menarik dan mendalam, tetapi mereka juga ingin konten yang disampaikan secara teratur, dan bisa dinikmati di perangkat mobile.  

Apa yang mendorong seseorang mengeluarkan ponsel mereka dari saku dan membuka aplikasi majalah digital? Fresh content on a device presented in a fantastic way! (Burhan Abe)

Sumber: MALE 126

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Bekerja dari Bali, Tapi Bukan Liburan Biasa

Ketika villa privat jadi kantor, kolam renang jadi “meeting room”, dan hidup terasa sedikit...

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

CURE Bali Tidak Berusaha Mengesankan—Justru Itu Kelebihannya

Ada restoran yang datang dengan suara bising. Ada juga yang datang dengan niat. CURE Bali...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here