Tokoh Reggae Indonesia yang Perlu Diketahui

Reggae merupakan salah satu jenis musik yang memiliki perbedaan yang cukup mendasar dengan musik lainnya. Musik yang satu ini telah ada sejak puluhan tahun yang silam, yang pada awalnya lahir dan berkembang di Jamaika. Namun kini dapat anda lihat sendiri, bahwa jenis musik yang satu ini cukup terjual dan terkenal di pasar dunia bahkan di negeri kita yang tercinta.  

Bahkan hinga memunculkan klub khusus pecinta musik dari Jamaika ini, yakni dengan sebutan rasta. Yang kemudian dapat anda lihat, ciri khas dari pemain musik ataupun penggemarnya, memiliki penampilan dengan warna baju merah kuning hijau, dengan gaya rambut panjang dan gimbal. Hal tersebut memang karena pada awalanya lahir dari kalangan orang yang miskin dan dari jalanan.   Namun, tidak sedikit pula yang memiliki anggapan yang negatif akan musik reggae, karena mungkin mereka yang memiliki anggapan seperti itu melihatnya hanya dari penampilan atau pun dari isi lagu yang mereka dendangkan. Yang memandang para rastaman atau rastafari menggunakan barang haram seperti ganja, alkohol dan lain sebagainya.  

Padahal sesungguhnya tidak seperti itu, di mana mereka hanya membawakan sebuah lagu yang mewakilkan perasaannya akan harapan mendapatkan kedamaian, kemudian sebuah kebebasan, cinta dan hal-hal lain yang bersifat kehidupan sosial. Dengan penampilannya yang terkesan kumuh, ataupun kotor hanyalah sebuah bentuk pembawaannya saja.  

Inilah beberapa tokoh yang juga ikut mencintai dan mengembangkan musik Jamaika tersebut di Indonesia, di antaranya sebagai berikut:  

1. Tony Q Rastafara

Ia merupakan anak Indonesia yang lahir di kota Semarang pada tahun sekitar 1961. Di mana ia menjadi salah satu pelopor yang memperkenalkan serta mengembangkan jenis musik dengan gaya Jamaika ditambah dengan gayanya sendiri yang sehingga memiliki banyak penggemar.  

2. Souljah

Yang kedua merupakan sebuah band dengan musik Jamaikanya, yang lahir dan kemudian terbentuk dari kumpulan beberapa teman sekampus di Universitas Indonesia sekedar iseng dan hanya mengisi waktu yang kosong. Yang pada akhirnya sekitar tahun 2005 mereka mampu mengeluarkan album. nah bagi anda yang menggemarinya, maka anda dapat mendengarkan semua aliran musik reggae terlengkap di aplikasi JOOX dari handphone Anda. 

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here