Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang kedua—dan ini lebih menarik—pergi ke Chupacabras dan membiarkan api, daging, dan tequila mengambil alih suasana.

Di Ubud yang sudah terlalu sering jadi postcard hidup, Chupacabras menawarkan sesuatu yang sedikit lebih gritty. Bukan sekadar restoran steak Amerika Selatan, tempat ini punya attitude. Api terbuka bukan gimmick—ini inti dari pengalaman. Ada aroma bakaran yang nempel di udara, suara daging menyentuh grill, dan vibe yang terasa seperti Anda sedang berada di suatu tempat antara Buenos Aires dan Bali… tanpa perlu jet lag.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Untuk Pekan Paskah tahun ini, mereka tidak main aman. Menú de Pascua yang berjalan dari 30 Maret sampai 5 April 2026 dirancang seperti sebuah perjalanan rasa—bukan menu yang Anda habiskan cepat lalu pulang, tapi yang pelan-pelan membuka lapisan, satu course demi satu.

Mulai dari empanada tuna yang deceptively simple, sampai sup ikan ala Chili yang hangatnya terasa personal. Lalu ada arroz caldoso dengan lobster dan ayam—comfort food yang naik kelas. Masuk ke main course, permainan jadi lebih serius: ikan karang dengan salad buncis resep “nenek”—ya, semua restoran punya cerita nenek, tapi yang ini actually works—dan satu hidangan ikan pepes dengan sentuhan Latin yang anehnya masuk akal.

Penutupnya? Huevo de Pascua en Texturas. Cokelat, tentu saja. Tapi diperlakukan dengan cukup hormat untuk tidak jadi klise.

Bikin E-Course Berbasis AI: Script, Voice Over, dan Materi Dibantu AI, Siap Jual

Harga Rp 850.000++ per orang mungkin membuat Anda berhenti sebentar. Tapi kemudian Anda ingat: ini Bali, ini Ubud, dan ini bukan sekadar makan—ini event kecil yang kebetulan bisa dimakan.

Yang membuat semuanya lebih hidup adalah elemen yang tidak bisa Anda plating: musik Latin live yang tidak berisik tapi cukup untuk bikin kepala ikut bergerak, dan koktail tequila edisi terbatas yang secara halus mendorong malam jadi lebih panjang dari rencana awal.

Jadi Clipper Penghasil Cuan dengan AI Gratis: Ini Tutorialnya

Related Stories

spot_img

Discover

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

CURE Bali Tidak Berusaha Mengesankan—Justru Itu Kelebihannya

Ada restoran yang datang dengan suara bising. Ada juga yang datang dengan niat. CURE Bali...

Dapur Masa Depan Ada di Jakarta

Saat Teknologi Bertemu Ambisi Kuliner Indonesia Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, dapur kini...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here