Saat Koktail Indonesia Naik ke Panggung Rooftop Asia
Ada momen ketika sebuah kota “berbicara” tanpa perlu banyak kata—cukup lewat aroma, rasa, dan sedikit keberanian untuk bereksperimen. Itulah yang terjadi ketika KoenoKoeni Hotel Semarang membawa identitasnya melintasi batas, dari Semarang ke Bangkok, dan mendarat tepat di salah satu rooftop bar paling playful di kota itu.
Pada 28 April 2026, Sato San Rooftop Bar—berlokasi di Moxy Bangkok Ratchaprasong—berubah menjadi panggung lintas budaya. Bukan sekadar guest shift, tapi semacam “soft opening global” bagi filosofi KoenoKoeni bahwa cerita Indonesia bisa disajikan dalam gelas, diminum perlahan, dan tetap terasa relevan di tengah hiruk-pikuk kota internasional.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine
Ketika Rasa Jadi Bahasa Universal
Sato San dikenal dengan pendekatan berani—menggabungkan akar Thai-Isaan dan Jepang lewat fermentasi, nasi, dan teknik tradisional yang dipoles modern. Dalam konteks itu, kehadiran KoenoKoeni terasa bukan sebagai tamu, tapi sebagai partner dialog.


Di balik bar, Rifki Sofiyuddin—atau Rifqbarman—tidak sekadar “menuangkan minuman.” Ia menerjemahkan memori. Lebih dari satu dekade pengalaman di Dubai, Singapura, hingga Hong Kong membentuk gayanya: presisi teknis, tapi emosional secara rasa.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto
Menu yang ia bawa bukan gimmick “eksotis”. Ini interpretasi serius:
- Javanese Sour — whisky bertemu asam jawa dan lime segar. Rasanya? Seimbang, tajam, tapi punya kedalaman yang lingering.
- Fruity Sambal Martini — sambal, tapi bukan seperti yang kamu bayangkan. Watermelon slow-cooked, vodka tomat, dan chili oil menciptakan sensasi pedas-manis yang halus, bukan agresif.
- Salted Negroni San — twist elegan dari klasik. Gin, vermouth, Campari, lalu dipeluk salted caramel dan sparkling coconut water. Lebih lembut, lebih kompleks—dan sedikit “tropical mischief”.
Setiap gelas bukan cuma soal rasa, tapi konteks. Tentang bagaimana Indonesia bisa hadir tanpa jadi klise.
The Luxury of Space: Perjalanan Mewah Menjelajah Indonesia

