Up Close and Personal with Best Western Plus Makassar Beach

Tidak heran, kalau cooking class sore itu tentang makanan lokal. Makanan sebenarnya sudah dimasak sang chef, dan giliran para bloggerlah yang menyiapkan sambalnya – untuk nasi goreng, ikan bakar, mi titie, dan lain-lain. Tidak sekadar meyiapkan sebetulnya, tapi dilombakan. Tercatat ada lima peserta, dua blogger dari Jakarta, dua blogger dari Makassar, serta satu dari pihak hotel, diwakili General Manager, Erick Siahaya.

Hasilnya? Pak GM yang jadi juaranya. Juara kedua dan ketiga, diraih oleh blogger Jakarta, dan dengan demikian posisi keempat dan kelima diduduki oleh blogger asal Makassar.

F8

Untuk menarik para wisatawan sejumlah kepala daerah menyelenggarakan event-event yang unik dan menarik. Dan Makassar pun menciptakan Makassar International Eight Festival and Forum (F8), dan kami beruntung bisa menyaksikan pembukaannya pada tahun perdana 2016.

F8 sendiri merupakan singkatan dari Film, Fashion, Fiction Writer, Folks, Food, Fussion Jazz, Flora, dan Fine Art. Terdapat 154 booth yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut –  70 di antaranya berisi booth makanan khas Makassar.

Pada pembukaan event F8 ini, berbagai pertunjukan digelar, seperti atraksi udara “Thunder Flight” tiga pesawat tempur Sukhoi dan aksi spektakuler 25 penerjun payung profesional, berasal dari Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Lanud Hasanuddin Makassar, dengan membawa bendera negara yang ikut serta pada rangkaian kegiataan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8-10 September, di Pelataran Anjungan Pantai Losari itu memberikan gambaran kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Makassar dan Sulawesi Selatan secara menyeluruh. Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto dalam sambutannya menyebutkan, dengan terselenggaranya F8 ini Makassar dapat mengambil posisi sebagai kota pertama yang melaksanakan festival yang terdiri dari beragam budaya lokal.

Well, setelah ditambah dengan beberapa kegiatan internal di Best Western Plus Makassar Beach, berakhir sudah acara “Up, Close and Personal” ini. Sebelum cabut ke bandara, tak lupa kami makan coto Makassar dan belanja oleh-oleh khas Kota Daeng ini.

Kunjungan yang hanya tiga hari memang tidak mungkin bisa mendapatkan semuanya, dan itu yang membuat  saya bejanji akan kembali dan kembali lagi. (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Threads of Asia

Ketika Api Ubud Bertemu Presisi Seoul di Meja Makan Kolaborasi Api Jiwa dan SU MA...

Ketika Para Chef Berbintang Michelin Menguasai Canggu

Regent Bali Canggu mendatangkan sejumlah nama berpengaruh dari London, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura....

Hilton Padalarang, Alasan Baru untuk Berhenti di Bandung

Terhubung lebih cepat dengan Jakarta lewat Whoosh, Hilton Padalarang Bandung menawarkan 218 kamar, empat...

The Life of the Tree

Di Oliverra, Umana Bali, sembilan koktail membawa perjalanan dari benih hingga kelahiran kembali—dengan rempah,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here