Bisnis yang Terempas dan yang Sukses di Tengah Badai Corona

Dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang masih ketat, maka nyaris semua bisnis akan beralih ke online. “Jadi, pilar dari stay at home economy adalah e-commerce dan jasa logistik,” kata Yuswohady.

Menurut penelitian Nielsen, permintaan jasa pesan antar makanan juga naik. Sebanyak 22 persen konsumen yang disurvei lembaga ini mengaku lebih sering menggunakan layanan pesan antar makanan, dan 19 persen lebih sering untuk melakukan take-away.

Kelly Oktavian, untuk menyebut contoh, juga mendapat rejeki yang luar biasa dari bisnis kuliner rumahannya. Pria yang beralamat di kawasan Serpong itu kini kebanjiran order pesan antar makanan ke berbagai penjuru, dengan memakai jasa ekspedisi dan ojek online. “Setiap buka PO (pre order), langsung ludes,” ungkapnya.

Sejak 2007, usaha rumahan keluarga Kelly fokus pada produk jajanan pasar yang sudah terbukti bertahan, hanya perlu dibantu untuk lebih terlihat lebih banyak orang melalui media sosial dan prinsip pemasaran secara digital maupun online.

Dalam memajukan sebuah usaha Kelly memaki prinsip“6K”, yakni memiliki ‘konsep’ yang jelas, ‘konten’ yang enak, ‘konsistensi’, ‘kanal’ penjualan ataupun komunikasi yang tepat dan ‘komunitas’ yang bisa mendukung tumbuh kembang usaha yang dapat menciptakan ‘konversi’ penjualan bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini.

Billy Oscar

Cerita Billy Oscar tidak jauh berbeda. Bisnisnya bergerak di bidang kuliner, ia juga seorang konsultan F&B. Sejak adanya pandemi Corona, ia harus melakukan inovasi dengan mengeluarkan menu-menu yang ideal untuk layanan pesan antar dan dapat tetap dinikmati #DiRumahAja dengan kualitas yang baik.

Ia mengeluarkan layanan pesan antar untuk usaha mie ayam, yang semua lidah orang Indonesia atau bahkan Asia pasti suka. Mereknya Miellennials. Produknya enak, halal, dan kekinian (memenuhi selera masa kini, baik rasa maupun kemasannya), serta dijual sebagai frozen food. Praktis sebagai produk pesan antar, dan konsumen hanya memerlukan beberapa menit saja untuk memanaskannya, serta bisa menikmati dalam kondisi fresh.

Miellennials

“Permintaannya cukup besar,” katanya. “Pembeli merasa punya abang mie di rumah,” tambahnya, mengutip tagline usahanya,

Related Stories

spot_img

Discover

Luigis Enters a New Era—Without Losing Its Soul

Di tengah derasnya transformasi Canggu menjadi salah satu destinasi gaya hidup paling dinamis di...

Sebuah Sanctuary di Tengah Jakarta

Wajah Baru JimBARan Lounge AYANA Midplaza Merayakan Ketenangan dan Warisan Kuliner Nusantara Di kota yang...

Tantangan Berikutnya bagi Dunia Usaha Indonesia

Membuktikan Nilai AI bagi Bisnis Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia terus meningkat. Namun,...

Saat Trisara Mengajarkan Arti Kemewahan yang Sesungguhnya

Phuket yang Tak Banyak Orang Kenal Di tengah tren slow travel yang semakin digemari...

Seni Memberi yang Tak Pernah Kehilangan Makna

Fairmont Jakarta Mengangkat Tradisi Mooncake Menjadi Simbol Kemewahan yang Penuh Cerita Di tengah dunia yang...

Belajar Adil

Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Keputusan yang Tak Akan Memuaskan Semua Orang Di dunia yang semakin...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here