Wellness floor-nya juga tidak main-main: movement classes, menu sehat, social wellness, ritual tidur, Hair Up Bar untuk styling harian, nail bar bersama Bastien Gonzalez, dan program membership baru yang membuat wellbeing terasa lebih seperti gaya hidup daripada “tugas”.
Dan sebagai puncaknya: penthouse 377 meter persegi dengan teras luas dan panorama kota—tempat yang bisa berubah dari intimate dinner ke after-party dengan effortlessly chic.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto
Culinary, But Make It Sharp
Dua konsep baru akan hadir.
The PuLi Bar & Grill: refined siang hari, lebih hidup saat malam turun.
Omakase delapan kursi oleh Spin Design Studio: Jepang yang otentik, akurat, dan tidak butuh gimmick.
The Long Bar akan tampil dengan identitas baru—lebih sensory, lebih thoughtful, tetap punya swagger khas Shanghai. Ketiga destinasi ini akan menjadi template untuk properti PuLi berikutnya.
More Than Just a Hotel
The PuLi Shanghai akan memperkenalkan program budaya, kolaborasi artisan, dan pengalaman yang membuat tamu merasa terhubung dengan spirit lokal—bukan sekadar jadi penonton.
Clavell merumuskannya dengan lugas: “Kami ingin mendefinisikan ulang conscious luxury—bukan lewat spektakel, tapi lewat keaslian dan ketenangan.” Dalam bahasa Esquire: luxury yang tidak numpuk logo, tapi numpuk substansi.


Ambisi dengan Ritme yang Tepat
Ekspansi grup akan dimulai dari Seoul, Hong Kong, Tokyo, Singapura, dan Bangkok. Lalu meluas ke resort, branded residences, retail, dan e-commerce. Menjelang 2035, targetnya adalah 20 hotel beroperasi—dengan sembilan lagi dalam pipeline—80% di Asia, 20% di luar.
Tarif mulai USD 360 per malam. Reservasi melalui thepuli.com
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

