Si Paling Tahu

Si paling tahu sering merasa dirinya “bertanggung jawab meluruskan semua orang.” Tapi tanpa sadar, itu berarti dia menganggap semua orang lain salah. Dan begitu rasa saling percaya hilang, tim tinggal menunggu burnout berjamaah.

Dia bukan jahat. Tapi efeknya bisa merusak.

Cara Waras Menghadapinya

Sebelum menunjuk hidung orang lain, cek dulu kaca spion. Jangan-jangan yang bikin kita kesal bukan sikapnya, tapi ego kita sendiri yang kegores. Apakah ini masalah nyata buat tim, atau cuma bikin kita sebal?

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Kalau memang mengganggu, satu hal penting: jangan adu pamer. Duel ego cuma bikin dia makin ganas. Strategi yang lebih efektif justru memberi validasi kecil.

Contoh simpel: “Saya setuju poin awalnya. Untuk bagian berikutnya, mungkin kita bisa cek datanya bareng?”

Egonya kenyang, diskusi tetap jalan.

Di meeting, aturan main juga penting. Sepakati giliran bicara. Latih kalimat asertif yang sopan tapi tegas: “Boleh saya selesaikan dulu, setelah itu saya ingin dengar tanggapan Anda.”

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Dan jangan lupa prinsip take space, make space. Yang biasanya diam didorong bicara. Yang biasanya dominan, diminta memberi ruang. Hasilnya? Diskusi lebih sehat, ide lebih segar.

Kalau Dia Atasan?

Pilih perang yang penting saja. Tidak semua sok tahunya perlu dilawan. Ajukan pertanyaan yang mengarahkan dia kembali ke data dan fakta. Kalau keputusannya jadi lebih solid berkat input kita, beri kredit ke dia.

Ini bukan menjilat. Ini strategi jangka panjang.

Karena pada akhirnya, dunia kerja tidak butuh orang yang merasa paling tahu. Dunia butuh orang yang mau terus belajar—dan cukup percaya diri untuk mendengar.

Dan ya, itu termasuk kita juga.

EXPERD | HR Consultant / Konsultan SDM
Diterbitkan di Harian Kompas Karier, 27 Desember 2025

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Related Stories

spot_img

Discover

The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memulai Babak Baru Lewat “The Rooster in Flame” Di Bali, restoran baru...

Yacht Luxury Meets Formula 1

Explora Journeys Bikin SailGP Makin Stylish Di dunia olahraga ekstrem, biasanya yang jadi sorotan adalah...

Markette dan Seni Menikmati Malam Tanpa Tergesa

Jakarta punya kebiasaan buruk: membuat semua orang terburu-buru. Kota ini bergerak cepat, berbicara cepat, bahkan...

Phubbing

SAAT PONSEL MENJADI ORANG KETIGA DALAM HIDUP KITA Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Dulu, orang...

Maha Beer Garden

Seni Menikmati Canggu Tanpa Tergesa Canggu selalu punya cara unik untuk membuat orang lupa waktu....

SubSavers

Subway Punya Cara Baru Menikmati “Budget Lunch” Tanpa Terasa Murahan Di tengah harga makan siang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here