Di Jakarta, ia bekerja berdampingan dengan Payman Bahmani-Bailey, General Manager Vagabond Jakarta, yang pengalamannya mencakup New York, Los Angeles, Taipei, Singapura, Mediterania, hingga kini Jakarta. Keduanya pernah membangun kultur bar legendaris 28 HongKong Street di Singapura—detail kecil yang langsung menjelaskan standar mereka.
“Jakarta itu intens, dan itu kekuatannya,” kata Callahan. “Vagabond tidak datang membawa template global. Kami mendengarkan kota ini, lalu membangun malam-malam yang terasa personal.”
Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping
Payman menambahkan, “Hospitality di sini bukan skrip. Kami membaca ruang, membaca orang, dan membiarkan malam berjalan sebagaimana mestinya.”
Cocktail dengan Sikap
Di Vagabond, cocktail bukan pajangan. Program minumannya ringkas tapi bernyali: 12 signature cocktail, pilihan klasik-modern yang terus berganti, kolaborasi global, serta tiga punch bowl komunal—pengingat bahwa minum terbaik sering kali dilakukan bersama.




The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal
Beberapa highlight mencolok:
- Untitled (2025), rum cocktail berlapis yang terinspirasi dari Jean-Michel Basquiat—raw, refined, dan tidak jinak.
- The Beagle, freezer martini dengan bola es asin yang berevolusi seiring waktu, terinspirasi dari gagasan transformasi ala Charles Darwin.
- The Whizzer, clarified dan berkarbonasi, berbasis gin garam masala dan kaldu ayam—aneh di atas kertas, presisi di gelas.
Ini bukan cocktail untuk pamer. Ini cocktail untuk ngobrol.

