Ramadhan ala Sudestada

Di bulan ketika waktu terasa lebih pelan dan meja makan kembali jadi pusat cerita, Sudestada Jakarta memilih merayakan Ramadhan dengan cara yang jujur: daging bagus, api panggangan, dan orang-orang yang duduk berdekatan. Tanpa gimmick. Tanpa basa-basi.

Lewat dua pengalaman bersantap—Ramadan Platter dan Asado Breakfasting—restoran berkarakter Argentina ini mengajak tamu berbuka puasa dengan gaya yang hangat, maskulin, dan penuh rasa.

Website: Bukan Lagi Opsi, Tapi Kebutuhan

Ramadan Platter adalah soal berbagi. Potongan daging premium disajikan di tengah meja, dimaksudkan untuk disantap bersama, bukan sendirian. Ada dua opsi:
Platter A (IDR 1.150.000) dengan ribeye, mollejas, ayam tanpa tulang, lamb merguez, dan beef skewer; serta Platter B (IDR 1.600.000) yang lebih lengkap, menambahkan bife de vacío dan roasted half chicken. Semua dipanggang dengan teknik parrilla khas Argentina—langsung, presisi, dan tidak berisik.

Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

Bagi yang ingin suasana lebih hidup, Asado Breakfasting – All You Can Eat hadir sebagai perayaan. Tersedia pada 10–19 Maret 2026, konsep ini menyuguhkan pengalaman berbuka yang lebih ramai, tanpa kehilangan arah. Dengan harga IDR 450.000 per orang (minimal dua orang), tamu dapat menikmati picaña, smoked brisket, grilled matambre, sosis keju, ayam panggang, taco, hingga grilled pineapple karamel sebagai penutup. Takjil? Sudah termasuk.

Chef-Owner Victor Taborda menyebut berbuka puasa sebagai momen emosional—tentang syukur, jeda, dan koneksi. Filosofi itu terasa jelas di setiap hidangan: bahan dipilih cermat, api dijaga sabar, dan rasa dibiarkan bicara sendiri. Tidak ada yang dibuat berlebihan. Justru itu kekuatannya.

Seri Digital: Algoritma Bukan Musuhmu

Related Stories

spot_img

Discover

Elegance at Iftar: Ramadan Dining di Burger & Lobster...

Ramadan selalu menghadirkan ritme yang berbeda di kota. Menjelang senja, meja-meja makan kembali menjadi...

Kemewahan yang Tersisa: Ruang

Ada masa ketika kemewahan diukur dari apa yang bisa dipamerkan: jam tangan Swiss, mobil...

Api, Laut, dan Kaiseki: Maret yang Menggoda di Trisara

Di sepanjang pantai barat laut Phuket yang masih terasa liar dan sunyi, berdiri sebuah...

Memori Perusahaan yang Tak Boleh Hilang

Mengapa organisasi cerdas tidak hanya bekerja—tetapi juga mengingat. Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Perusahaan besar...

Aman-i-Khás 2026

Maskulinitas yang Tenang di Tepi Belantara Rajasthan Di dunia yang makin berisik, kemewahan sejati justru...

Ketika Redaksi Berhadapan dengan Algoritma

Suatu pagi di ruang redaksi, rapat tak lagi dimulai dengan pertanyaan klasik: “Apa yang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here