Da Maria, dan Seni Tetap Relevan di Bali

Di Bali, restoran datang dan pergi seperti ombak. Yang bertahan lama? Biasanya bukan yang paling ribut, tapi yang paling paham timing. Da Maria termasuk yang terakhir.

Memasuki tahun kesembilan, restoran dan bar Italia di Seminyak ini melakukan sesuatu yang jarang: berevolusi tanpa krisis identitas. Tidak membuang DNA, tidak mengejar tren murahan. Mereka hanya melakukan satu hal yang tepat—menjadi lebih dewasa.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Sejak 2016, Da Maria dikenal sebagai tempat di mana pizza Neapolitan, koktail solid, dan malam yang panjang hidup berdampingan. Interiornya ikonik, crowd-nya kosmopolitan, musiknya selalu tepat sasaran. Ia bukan sekadar tempat makan; ia adalah titik temu. Dan di pulau dengan siklus venue yang kejam, status sebagai institusi adalah pencapaian serius.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Kini, Da Maria memasuki babak baru. Evolusi ini dipimpin oleh tim intinya sendiri di bawah Mexicola Group—kolektif hospitality yang tahu betul cara menciptakan tempat dengan karakter, bukan sekadar konsep. Nama mereka sudah cukup bicara: Motel Mexicola, Mosto, dan sekarang, Da Maria versi 2026.

Di dapur, Executive Chef Lorenzo De Petris—alumnus dapur berbintang Michelin seperti Ristorante Duomo dan Le Gavroche—memimpin arah baru bersama Group Beverage Director Denny Bakiev. Bar kini berada di tangan Luca Marcolin, mantan Zuma Dubai, bar yang tahu betul bagaimana memadukan presisi dan kesenangan.

“Ini bukan tentang mengubah Da Maria,” kata De Petris. “Ini tentang membiarkannya tumbuh.”

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here