Tamu dapat memilih gaya kering klasik atau versi yang lebih tropis, lalu menyesuaikan aroma melalui infus buatan sendiri: Limoni (kulit lemon dan bunga citrus), Erbe (rosemary, thyme, sage dengan sentuhan extra virgin olive oil), atau Mare—distilasi ulang cangkang tiram dan anggur laut yang terasa seperti laut Mediterania dalam gelas.
“Ini tentang rasa, bukan gimmick,” ujar Marcolin. “Kami ingin Da Maria terasa internasional, tapi tetap fun.”
Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Program wine melengkapi arah baru ini. Di bawah arahan Group Sommelier Federico Sirito, daftar wine fokus pada produsen Italia yang approachable, dengan sisipan minimal-intervention dan rilisan vintage bagi mereka yang ingin naik level.
Tidak semuanya berubah—dan itu justru poinnya. Hiburan larut malam tetap hidup. Interior geometris karya Lazzarini Pickering, terinspirasi Pantai Amalfi era 1960-an, masih menjadi fondasi visual. Namun dengan kembalinya Carl Pickering ke Bali, akan ada penyegaran halus: bukan renovasi besar, melainkan penyempurnaan.
Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI


“Da Maria itu Italia di intinya,” kata Pickering. “Tapi secara abstrak, ia juga Bali.”
Sebagai penutup evolusi ini, Da Maria akan kembali membuka makan siang akhir pekan—sebuah langkah kecil tapi signifikan, memperpanjang ritme dari siang santai hingga malam yang tak terburu-buru.
Di Bali, relevansi adalah mata uang paling mahal. Dan Da Maria, sekali lagi, tahu cara membayarnya.
Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

