Di Asia Tenggara, panggungnya adalah Buahan, A Banyan Tree Escape—resort jungle yang hampir terasa seperti dunia lain. Di sini, aktivis lingkungan dan praktisi mindfulness Nadya Hutagalung memimpin retreat yang terinspirasi filosofi Bali Tri Hita Karana: keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Programnya? Meditasi, sound healing, dan percakapan reflektif yang jauh dari kebisingan timeline.
Ekspansi ini juga memperluas Connections Private Immersion—program wellbeing privat untuk dua orang—ke berbagai destinasi baru seperti Banyan Tree AlUla, Banyan Tree Dubai, dan Banyan Tree Bintan. Konsepnya sederhana tapi kuat: dua orang, beberapa hari, dan rangkaian pengalaman yang dirancang untuk memperbaiki koneksi—baik dengan pasangan, sahabat, atau bahkan diri sendiri.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi



Mamula Island by BT – Connections Retreat
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine
Banyan Tree juga memperluas Visiting Practitioner Programme, menghadirkan pakar wellbeing dunia dalam residensi terbatas. Di Banyan Tree Krabi, misalnya, guru yoga Yuttana Poncharoen memimpin sesi Vinyasa yang menggabungkan napas, gerakan, dan kesadaran tubuh—sebuah latihan yang terasa sederhana, tetapi seringkali justru paling sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Semua ini terikat oleh satu filosofi: 8 Pillars of Wellbeing. Mulai dari nutrisi, gerakan, hingga hubungan manusia dengan alam. Dan dengan kemitraan global bersama Manduka—brand yoga yang hampir menjadi standar emas di studio-studio premium—Banyan Tree tampaknya ingin memastikan satu hal: kalau Anda mencari liburan yang benar-benar memulihkan, mereka tidak sekadar menyediakan spa. Mereka menyediakan sistemnya.
Shaken, Not Stirred:Â The Martini Manifesto

