Canton and Szechuan at Table8

Jangan lupa, selain hidangan yang populer ala street food, restoran ini juga menyajikan hidangan China klasik populer seperti Beggar’s Chicken – ayam pengemis atau ‘Buddha Jump Over the Wall’ Soup yang bercitarasa alami. Sederetan pilihan dessert pun tersedia dan khusus penggemar cokelat, tersedia Table8 Chocolate Fondue.

Dengan konsepnya yang matang tidak heran jika restoran ini meraih penghargaan “Winner on the Fine Dining Restaurant Category in the 2010 Hospitality Design (HD) Awards for Creative Achievement”, New York City.

Siang itu suasana memang agak lengang, tapi saya lihat ada beberapa grup profesional berbaju kantoran yang datang. Bahkan di ruang VIP ada ibu-ibu sosialita yang mungkin sedang berbincang tentang bisnis atau sekadar arisan rutin. Di meja yang lain ada saya, Adeza Hamzah, dan fotografer Daddy Tjeuw yang kekenyangan karena mencoba semua hidangan unggulan Table8. Sungguh, sebuah pengalaman kuliner yang menyenangkan. (Burhan Abe)

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Vintage Sounds

Seni Merayakan Masa Lalu Tanpa Terjebak di Dalamnya Ada dua jenis nostalgia: yang murahan dan...

Fondasi Digital 2026

Di ruang-ruang rapat Jakarta yang semakin hening dan serba layar, transformasi digital tak lagi...

Generasi Cemas

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Ada generasi yang tumbuh dengan suara modem dial-up. Ada...

Nyepi, Tapi Tetap Stylish di Ayana Bali

Setahun sekali, Bali mendadak jadi versi “airplane mode”. Nggak ada clubbing, nggak ada macet,...

Belitung yang Dijaga Waktu

Alam, Warisan, dan Cara Hidup di Tanjung Kelayang Reserve Di Kepulauan Belitung, lanskap tidak sekadar...

Da Maria, dan Seni Tetap Relevan di Bali

Di Bali, restoran datang dan pergi seperti ombak. Yang bertahan lama? Biasanya bukan yang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here