Anomali Bisnis F&B

Senja jatuh di Jakarta. Jalanan di jam sibuk tersebut, seperti biasa, macetnya luar biasa. Inilah saatnya para yuppies Jakarta berhenti sejenak di suatu tempat sambil menunggu jalanan sedikit lengang. Social House, bukan, bukan tempat yang dikelola oleh LSM, seperti “rumah singgah”, misalnya. Tapi yang satu ini kini identik sebagai tempat nongkrong yang asyik saat ini.

Sebuah restoran, bar, dan wine shop terbaru, yang terletak di Grand Indonesia, East Mall, lantai satu, tepatnya di dalam gerai Harvey Nichols. Yang menawan adalah view-nya, Budaran HI, lokasi paling strategis di Jakarta.

Social House hanya salah satu. Kini tidak terhitung bar-bar khusus bagi penikmat anggur, dan makanan tentu, di Jakarta. Ada venue khusus yang menyediakan wine, yang bisa dinikmati di tempat atau dibawa pulang. Ada juga konsep restoran dan wine lounge, dengan sofa-sofa modern dan cantik. Ada live music yang membuat venue tersebut sebagai tempat hang out yang mengasyikkan.

Yang jelas, wine kini lebih dari sekadar social drink, dan pasarnya memang berkembang pesat di Jakarta. Itu sebabnya, tempat-tempat minum wine kini makin banyak tersedia. Vino Embassy, Connoiseur, Cork & Screw, Vin+, Oyster, Cheese & Caviar, Portobello, Loewy, untuk menyebut beberapa nama.

Bar-bar ini mengakomodasi kebutuhan minum wine kaum urban (biasanya berusia 25 – 45 tahun) yang mulai menjadi kebiasaan, bahkan menjadi bagian dari gaya hidup baru. Saat kesibukan semakin padat, bar-bar tersebut hadir dengan fasilitas kelas atas, yang membuat kaum urban bisa menikmati hidup.

Yang menarik, faktanya, tidak murah untuk berinvestasi di wine bar, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp 3,5 – Rp 6 miliar. Itu belum termasuk sewa tempat yang biasanya berada di kawasan elite Jakarta, kalau tidak di central business district Jakarta, pastilah di seputar Kemang.

Kalau dihitung dengan persediaan wine-nya sudah pasti akan lebih besar lagi, sedikitnya Rp 300 juta, bahkan gerai yang sekaligus distributor, harus menyediakan dana tak kurang dari Rp 20 miliar untuk stok wine.

Selain Social House, wine bar yang paling hip saat ini adalah Loewy. Berlokasi di Oakwood, kawasan Mega Kuningan Loewy tampil catchy layaknya bistro-bistro ala Prancis yang bertebaran di New York, dengan interior bergaya retro tahun 1940-an yang diolah menjadi bernuansa modern. Mulai dari kursi-kursi Thonet yang khas, dinding batu bata berwarna putih, hingga langit-langit tembaga, semua melebur menjadi satu kesatuan.

Bukan hanya melalui tempatnya, Loewy juga menciptakan sesuatu yang exciting lewat makanan dan minuman yang disajikan. Hanya saja, untuk mendapatkan tempat duduk di sini tidak mudah. Apalagi, Loewy menjadi tujuan utama pada pencari hiburan di Jakarta saat ini. Pada jam-jam tertentu antrean pengunjung lumayan panjang, sehingga harus bersabar untuk mendapatkan kursi.

Kalau melihat fakta ini seperti anomali. Kita sering mendengar dari para pakar, bahwa krisis finansial yang melanda AS, tidak ayal lagi, menyebar ke bagian dunia yang lain, tak terkecuali Indonesia. Tidak hanya dalam sektor finansial, seperti perbankan dan pasar modal, tapi juga sektor riil, termasuk sektor bisnis wine, atau secara lebih luas, F&B.

Photo by Sebastian Coman Photography on Unsplash

Pengamat ekonomi Aviliani – yang belakangan menambahkan namanya dengan “Simatupang” alias “siang malam tunggu panggilan seminar”, mengatakan meski kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2008 tercatat masih baik, namun terdapat indikasi perlambatan serta signifikan pada tahun 2009 seiring dengan adanya krisis ekonomi global.

Bagaimana tidak, industri perbankan nasional yang tadinya dapat menyalurkan kredit properti, kini harus berpikir ulang untuk meneruskan proyek bantuannya. Sementara dari sisi bunga, saat ini sedang tidak kondusif bagi bisnis apa pun. Tapi kita melihat bahwa bisnis makanan dan minuman masih tetap marak di Indonesia.

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Luigis Enters a New Era—Without Losing Its Soul

Di tengah derasnya transformasi Canggu menjadi salah satu destinasi gaya hidup paling dinamis di...

Sebuah Sanctuary di Tengah Jakarta

Wajah Baru JimBARan Lounge AYANA Midplaza Merayakan Ketenangan dan Warisan Kuliner Nusantara Di kota yang...

Tantangan Berikutnya bagi Dunia Usaha Indonesia

Membuktikan Nilai AI bagi Bisnis Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia terus meningkat. Namun,...

Saat Trisara Mengajarkan Arti Kemewahan yang Sesungguhnya

Phuket yang Tak Banyak Orang Kenal Di tengah tren slow travel yang semakin digemari...

Seni Memberi yang Tak Pernah Kehilangan Makna

Fairmont Jakarta Mengangkat Tradisi Mooncake Menjadi Simbol Kemewahan yang Penuh Cerita Di tengah dunia yang...

Belajar Adil

Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Keputusan yang Tak Akan Memuaskan Semua Orang Di dunia yang semakin...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here