Pham Thai Binh, seorang pematung sekaligus akademisi, menghadirkan perspektif yang dibentuk oleh pengalamannya dalam seni tiga dimensi. Nguyen Ngoc Thanh dan Nguyen Quoc Trung membawa rekam jejak panjang dalam perkembangan seni kontemporer Vietnam, sedangkan Pham Tra My mendalami lacquer painting—medium tradisional yang terus memperoleh artikulasi baru di tangan generasi masa kini.
Seniman termuda dalam kelompok ini, Pham Thuy Tien, dikenal melalui praktik yang melintasi lukisan sutra, lacquer, dan instalasi. Lulusan terbaik Vietnam University of Fine Arts tersebut mewakili generasi baru yang tidak merasa perlu memilih antara tradisi dan eksperimen.
Melalui warna, tekstur, bentuk, dan figur manusia, karya-karya mereka mengajak pengunjung melihat pegunungan bukan sebagai objek yang diam. Lanskap dapat berubah setiap hari, tetapi kesan yang ditinggalkannya hidup jauh lebih lama dalam ingatan.
The Luxury of Space: Perjalanan Mewah Menjelajah Indonesia
Hotel sebagai Ruang Imajinasi
Pilihan Hotel de la Coupole sebagai tempat penyelenggaraan terasa nyaris alami. Berada di jantung Sapa, hotel rancangan Bill Bensley itu sendiri menyerupai sebuah panggung teatrikal.
Interiornya mempertemukan kemewahan haute couture Prancis era 1920-an dan 1930-an dengan corak, warna, serta tradisi kerajinan masyarakat etnis Sapa. Lukisan, barang antik, busana, dan benda-benda seni memenuhi berbagai sudut hotel, membangun narasi visual yang flamboyan sekaligus nostalgis.
Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Jakarta



Di tengah atmosfer tersebut, 28 karya baru ditempatkan di Art Gallery Area di lantai lobi. Hasilnya bukan sekadar pameran yang kebetulan berlangsung di sebuah hotel, melainkan dialog antara seni kontemporer, sejarah lokal, desain, dan karakter destinasi.
Upon the Mountain, Down on the Hill menjadi pameran seni pertama yang diselenggarakan Hotel de la Coupole. Inisiatif ini sekaligus menandai rencana hotel untuk menjadikan seni sebagai bagian yang lebih rutin dalam kalender budayanya.
Langkah tersebut mencerminkan perubahan menarik dalam dunia hospitality kelas atas. Hotel tidak lagi cukup menawarkan kamar nyaman, restoran bagus, dan pemandangan menawan. Properti dengan karakter kuat mulai mengambil peran sebagai ruang budaya—tempat wisatawan berjumpa dengan gagasan dan kreativitas lokal tanpa harus meninggalkan pengalaman menginapnya.
Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

