Padang Culinaire Goes to Madrid

Gule Kambing ala Marco Padang
Kuliner sudah sudah makin populer, dan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat. Indonesia, melalui KBRI Madrid, kembali ikut ambil bagian dalam mengenalkan kuliner tradisional  Nusantara di Madrid, Spanyol, 24 Januari 2016.
Kegiatan promosi warisan budaya kuliner tradisional Indonesia ini, salah satunya dalam format adalah jamuan santap siang (brunch) di Restoran El Jardin, Hotel Intercontinental. Juga kegiatan masak bareng dengan pada calon chef di Gredos San Diego Gastronomy School, Madrid, Spanyol.
                   
Menu yang ditampilkan Indonesia adalah masakan Padang yang telah tersohor di seluruh dunia dengan dukungan Marco Padang, pionir restoran yang mengangkat masakan Padang ke level yang lebih tinggi di Jakarta.
“Spanyol merupakan negara yang sangat menghormati budaya kuliner,” ujar Yuli Mumpuni Widarso, Dubes RI untuk Spanyol.
Itiak Lado Ijo
Hal ini, katanya, terlihat pada komitmen berbagai pihak di negara tersebut, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Otonom, hingga kelangan ahli kuliner dan restaurateur yang terus mengembangkan dan mempromosikan budaya kuliner mereka, yang antara lain ada penyelenggaraan event bergengsi “Madrid Fusion” di Palacio de Congresso Madrid 25 – 27 Januari, yang pada tahun 2016 memasuki tahun ke 14. Pihak panitia sedang berupaya agar Indonesia akan menjadi tuan rumah Madrid Fusion 2018 di Bali.
Seafood Panggang Pacak
Untuk itu, misi kuliner Indonesia ke Madrid kali ini sangat relevan.  Selain itu pada saat yang berdekatan di Madrid juga diselenggarakan beberapa kegiatan internasional terkait dengan prmoso parisiwata dan kuliner, yakni: UN WTO (World Tourism Organization) Awardee Day, di Markas UN WTO Madird, 20 Januari. Terdapat 3 finalis dari Indonesia untuk kategori kebijakan pemerintah, partipasi LSM, dan perusahaan serta partisipasi komunitas.

Juga ada FITUR, Pameran Pariwisata Internasoional di IFEMA Madrid yang berlangsung pada 20 – 24 Januari. Terdapat pavilion Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata RI. (Burhan Abe)

Baca juga:

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here