Beyond Vacation: Wisatawan RI Mencari Perjalanan Autentik dan Kaya Budaya

Di tengah derasnya arus perjalanan global, ada satu hal yang semakin dicari oleh wisatawan Indonesia: makna. Liburan tak lagi sekadar checklist destinasi, melainkan pencarian pengalaman yang menghubungkan diri dengan budaya, alam, dan komunitas lokal.

Laporan terbaru Traveloka, “Travel Redefined: Understanding and Catering to the Diverse Needs of APAC Travelers”, mengungkap bahwa tujuh dari sepuluh wisatawan Indonesia kini lebih memilih liburan domestik. Alasannya sederhana—kenyamanan, keterjangkauan, dan peluang untuk merasakan kekayaan budaya tanah air yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Data Badan Pusat Statistik pun berbicara lantang: perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2025 melonjak 25,93% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 105,12 juta perjalanan. Angka yang membuktikan, Indonesia bukan hanya rumah, tapi juga panggung tak terbatas untuk perjalanan penuh cerita.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

“Komitmen Traveloka selalu sama sejak awal berdiri di Indonesia: menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga memberi dampak positif pada komunitas lokal,” tutur Albert, Co-Founder Traveloka.

Magelang: Harmoni Alam, Budaya, dan Keheningan Borobudur

Bayangkan pagi yang dimulai dengan udara segar pedesaan, sinar matahari pertama menyingkap Candi Borobudur dari balik kabut tipis, dan sarapan hangat yang tersaji di teras Plataran Heritage Borobudur. Di sinilah waktu seakan melambat, memberi ruang bagi wisatawan untuk meresapi setiap detik perjalanan.

Plataran menghadirkan paduan elegan antara heritage Jawa, lanskap hijau, dan layanan bintang lima. Malam bisa diisi dengan santap romantis di Restoran Tiga Dari atau sekadar menikmati teh sore di pendopo Beranda Eyang, ditemani suara jangkrik yang mengiringi senja.

Bagi jiwa petualang, VW Safari Borobudur menawarkan perspektif berbeda: menyusuri jalan pedesaan dengan mobil klasik Cabriolet, mampir ke rumah pengrajin batik, atau bercakap santai dengan warga lokal. Sebuah cara menikmati Borobudur yang lebih personal, lebih intim.

Yogyakarta: Jantung Budaya yang Selalu Hidup

Tak lengkap bicara perjalanan autentik tanpa menyebut Yogyakarta. Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, wisatawan kini bisa mengikuti Abdi Dalem Experience, program eksklusif yang membuka akses untuk menyelami kehidupan tradisi keraton.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here