Crafty’s Gastro Pub Membawa Semangat London ke Umalas, Bali

Sebuah gastropub Inggris modern yang merayakan comfort food, bir artisanal, dan budaya komunitas di jantung Umalas

Di pulau yang sudah tak kekurangan tempat makan trendi, Crafty’s Gastro Pub muncul seperti karakter baru yang langsung jadi favorit dalam sebuah serial Inggris: penuh aksen, punya humor kering, dan jelas tahu apa yang sedang ia lakukan. Terletak di Umalas, gastropub ini membawa suasana London ke Bali—bukan yang muram dan berkabut, tapi yang hangat, akrab, dan punya ritme kehidupan yang tak terburu-buru.

Crafty’s adalah percampuran yang menyenangkan antara tradisi pub Inggris dan energi santai khas Bali. Interiornya bermain aman tanpa kehilangan karakter: ukiran kayu, bata merah, pencahayaan hangat, dan layout yang membuat siapa pun merasa sedang main ke rumah teman yang kebetulan pandai memasak dan lebih pandai lagi memilih bir.

Nulis Cepat Anti Ribet: Rahasia Menyusun Buku dengan ChatGPT

Semangatnya berangkat dari Breman Brewery di Keramas—saudara tua yang menjadi fondasi komitmen Crafty’s terhadap craft beer. Yonathan, Co-Owner Crafty’s Gastro Pub & Breman Brewery, menghabiskan bertahun-tahun di London. Dari sana ia membawa satu pelajaran penting: pub adalah rumah ketiga. Tempat orang datang bukan hanya untuk minum, tetapi untuk merasa dilihat, ditemani, dan diterima.

“Kami ingin membawa esensi itu ke Bali,” ujarnya. “Tempat di mana orang asing bisa jadi teman, dan bir serta makanan menjadi alasan untuk tetap tinggal lebih lama.”

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks! 

Dan kini, Crafty’s sudah berkembang menjadi ruang yang tepat untuk itu. Bir disajikan dingin dan jujur, hidangan dibuat dengan perhatian, dan tak ada yang memaksa tamu untuk terburu-buru pergi.

Bir sebagai bahasa utama

Di Crafty’s, bir bukan hanya minuman—itu budaya. Semua bir dibuat oleh Breman Brewery dan tidak berhenti di gelas saja. Mereka muncul dalam adonan, saus, marinasi, bahkan dessert. Hikari, lager gaya Jepang yang cerah dan bersih, jadi pilihan untuk sore yang panas. Sementara Gelap, lager gelap Bali dengan rasa karamel panggang, memberikan kedalaman yang jarang ditemui di pulau ini.

Breman Tasting Flight adalah salah satu pengalaman paling Esquire di sini: tiga bir andalan, satu bir musiman, dan empat pairing makanan yang dipikirkan matang-matang. Hasilnya? Sebuah perjalanan kecil yang membuktikan bahwa bir bisa sama elegan dan kompleksnya dengan wine—tanpa drama vineyard.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here