Barefoot luxury, tapi dengan isi. Bukan sekadar liburan—ini soal cara hidup.
Maladewa tak pernah kekurangan resor cantik. Tapi Eri Maldives datang dengan pendekatan berbeda: lebih tenang, lebih sadar, dan jauh dari kemewahan yang sok pamer. Setelah menjalani rebranding dan renovasi menyeluruh, resor pulau ini resmi dibuka kembali—membawa satu pesan sederhana tapi serius: eco-chic yang otentik, bukan kosmetik.
Terletak di North Malé Atoll, Eri adalah pulau alami dengan house reef yang hidup, pantai bersih tanpa drama, dan filosofi barefoot luxury yang dijalani, bukan dijual. Di sini, kemewahan tidak berteriak. Ia berbisik—pelan tapi dalam.
Start Small, Scale Big: Strategi Praktis Membangun Startup Tanpa Drama
Datang Mudah, Pergi Berat
Eri bisa dicapai lewat speedboat 45 menit dari Bandara Internasional Velana. Kalau ingin versi “opening scene film arthouse”, ambil seaplane 15 menit dengan panorama Malé Atoll dari atas. Begitu tiba, ritmenya langsung turun. Tidak ada dorongan untuk sibuk. Tidak ada tuntutan untuk terlihat keren. Ironisnya, justru itu yang bikin tempat ini keren.

Keluar vila, Anda langsung menginjak pasir. Melangkah sedikit lagi, terumbu karang sudah menunggu. Ikan-ikan warna-warni berlalu-lalang seperti ini rumah mereka—karena memang iya.
UMKM Naik Kelas: Cara Sederhana Go Digital dan Cuan Maksimal
The Island of Becoming
Eri menyebut dirinya “The Island of Becoming.” Kedengarannya filosofis, tapi masuk akal setelah Anda menjalaninya. Ini bukan resor yang memaksa Anda doing things. Ini resor yang memberi ruang untuk being.
Budaya Maladewa hadir lewat seni, musik, tarian, dan makanan—bukan sebagai atraksi, tapi bagian dari keseharian. Wellness di sini bukan jargon spa brosur; ia menyatu dengan tempo pulau, dengan cara Anda bernapas, makan, dan tidur. Pelan. Penuh. Tanpa FOMO.
Rahasia Sukses UMKM Jaman Now: Strategi Branding & Digital Marketing untuk UMKM

