Belmond di ART SG: Tentang Seni, Perjalanan, dan Keberanian untuk Melambat

Ada satu hal yang jarang ditemui di art fair: rasa tenang. Bukan karena sepi, tapi karena tidak terburu-buru.

Itu yang langsung terasa saat Belmond untuk pertama kalinya hadir di ART SG 2026, pameran seni internasional terbesar di Singapura. Di tengah ruangan yang penuh ambisi visual dan ego kreatif, Belmond justru datang dengan sikap yang nyaris tidak populer hari ini: slow luxury.

Bukan slogan. Bukan gimmick. Tapi pilihan sadar.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Seni yang Tidak Lahir di Studio

Di pusat presentasinya, ada karya Wu Jian’an, seniman kontemporer asal Tiongkok, berjudul “500 Brushstrokes for Peru.” Judulnya sederhana. Prosesnya tidak.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Hampir 500 sapuan kuas ini bukan hasil satu tangan di satu ruang. Ia dikumpulkan dari berbagai penjuru Peru—pesisir, pegunungan, hingga Amazon—melibatkan komunitas lokal yang masing-masing meninggalkan jejak kecil, tapi bermakna.

Wu Jian’an mengerjakan proyek ini lewat perjalanan panjang pada 2023–2024. Ia berpindah dari Cusco, Sacred Valley, Machu Picchu, Danau Titicaca, hingga Lima. Menginap di hotel-hotel Belmond, naik Andean Explorer, bertemu orang-orang, mendengar cerita, lalu membiarkannya meresap ke dalam karya. Karyanya terasa seperti peta emosi. Bukan peta wisata.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Related Stories

spot_img

Discover

Aman’s Quiet Arrival in Dubai

Luxury That Whispers, Not Shouts Di tengah kota yang tak pernah benar-benar tidur seperti Dubai,...

When Mexico Meets the Mediterranean

A Six-Course Dialogue Above the Cliffs of Bali Di atas tebing kapur Ungasan yang dramatis,...

Belitung, Reconnected

Pulau Tenang yang Tiba-Tiba Jadi Dekat Lagi Ada destinasi yang terlalu indah untuk ramai. Belitung...

Ketika CV Tak Lagi Sekadar Formalitas

Di Era AI dan Perekrutan Digital, Resume Harus Bisa “Berbicara” Oleh:Eileen Rachman dan Emilia Jakob Ada...

The New Language of Seeing

How Xiaomi 17 Turns Everyday Frames Into Personal Cinema There was a time when a...

ArtMoments Jakarta 2026: The Art of Giving, Reimagined

Ada fase dalam hidup kota ketika semuanya terasa bergerak lebih cepat—lebih bising, lebih padat,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here